Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BERATNYA BEBAN, PERJUANGAN DAN SENSASI MENJADI PENULIS POPULER YANG TIDAK POPULER.
ilustrasidari.writing a great book.com

BERATNYA BEBAN, PERJUANGAN DAN SENSASI MENJADI PENULIS POPULER YANG TIDAK POPULER.

BERATNYA BEBAN, PERJUANGAN DAN SENSASI MENJADI PENULIS POPULER YANG TIDAK POPULER.

Oleh : E.A.Wahyudiono

Bulan Juli ini genap 7 bulan saya selalu berada di lingkaran 6 besar para penulis populer dan hal ini menjadikan bahan perenungan dan refleksi bagi saya pribadi apakah hal itu membanggakan?

Perasaan saat pertama kali, sejujurnya, hal itu memang benar adanya namun seiring dengan perjalanan waktu setelah selalu bertengger di 7 purnama ini, saya menjadi banyak belajar dan merasa menjadi seperti anak kecil yang hanya selalu melihat apakah artikel saya populer atau tidak. Itulah sensasi yang tidak pernah berhenti bagi seorang penulis.

Saya masih ingat dengan tulisan pak Jamal yang mengatakan dirinya hanyalah seorang penulis pemulung. Saat itu saya langsung tersadar dan itu adalah saya, bahwa apa yang disampaikan beliau itu memang benar. Saya terkadang mengambil informasi dari link berita atau portal yang memuat suatu sensasi, kemudian saya kutip sana sini dan saya jadikan artikel, ternyata menjadi populer. Sebetulnya saya malu pada diri saya sendiri telah menjadi penulis pemulung seperti itu.

Saat artikel saya yang tidak mempunyai kualitas dalam keaslian karya tulisan justru menjadi paling banyak dibaca. Padahal tidak ada pesan moral, pembelajaran, ilmu pengetahuan atau sesuatu bermanfaat bagi pembaca. Bahwa ternyata penulis populer karena tulisannya paling banyak dibaca sungguh menjebak saya untuk menulis suatu karya yang tidak berkualitas dan tidak mempunyai nilai sastra.

Masih ingat, rekan sesama penulis populer yaitu Mas Radinopianto yang tulisannya selalu berada di peringkat satu dengan ribuan pembaca, namun saat ini beliau merasa nyaman menulis sesuatu karya sastra yang luar biasa dan sudah banyak dibukukan daripada menulis sesuatu yang bersifat sensasi belaka. Hal itu juga menjadikan pembelajaran bagi saya pribadi untuk bisa berkarya seperti mereka. Sungguh saya ini sejatinya penulis populer yang tidak populer. Itu semua hanya kebanggaan semu diri saya sendiri saja.

Itulah beban moral yang harus saya pikul selama 7 bulan ini. Saya juga merasa berdosa dan bersalah karena tidak bisa membalas ratusan komentar dan balas mengunjungi membaca artikel mereka. Oleh karena itu, mohon maaf bila selama ini saya juga tidak berani meninggalkan jejak terlebih dahulu di artikel yang saya baca, karena takut mereka akan ganti mengunjungi blog saya dan saya harus membalas ratusan artikel. Sungguh berat rasanya.

Akan tetapi, saya berusaha mengunjungi balik bagi yang berkunjung semata karena keterbatasan waktu dan tenaga. Itulah dosa dari keegoisan saya sebagai penulis yang dikatakan penulis populer, namun sesungguhnya sangat lah tidak populer dalam perilaku sebagai seorang penulis. Terkadang saya juga mempunyai pemikiran yang aneh yang berharap bahwa tulisan saya sebaiknya tidak perlu dibaca sehingga saya tidak mempunyai hutang digital dalam membalas ratusan komentar seperti yang pernah diulas dalam salah satu artikel dari satu penulis populer lainnya juga, yaitu Ibu Riful Hamidah.

Saya sungguh salut pada para penulis populer lainnya seperti Pak Muhammad Ihsan, CEO MGI, beliau sangat produktif dalam menulis bahkan bisa menulis 3 artikel dalam 1 harinya. Hal ini merupakan motivasi tersendiri bagi saya. Juga penulis lainnya yang selain menulis artikel dengan disiplin juga sudah mampu menerbitkan buku yang luar biasa. Itulah buah perjuangan dari usaha mereka. Saya harus lebih banyak belajar dalam menata hati untuk menjadi seorang penulis.

Justru yang membanggakan, saat ini banyak bermunculan para penulis populer dengan artikel yang luar biasa. Sungguh **(censored)** adalah wadah yang tepat bagi mereka para penulis untuk saling asah, asih, dan asuh serta ajang bersilaturahmi di dunia maya. Mereka saling mendukung dan memberikan kritik dan saran dengan cara yang konstruktif dalam memotivasi untuk tetap bersemangat menulis.

Percayalah, setiap dari bapak ibu penulis di **(censored)** adalah sesungguhnya penulis populer di hati saya. Artikel Anda semua tetaplah populer dengan kategori penulis favorit, penulis berkualitas, penulis tangguh, penulis rendah hati, penulis setia, penulis ceria, ,penulis sabar dan masih banyak kategori lainnya selain hanya dinilai dari aspek pembaca terbanyak. Sejatinya Anda semua adalah para penulis populer di hati saya dan hati banyak para pembaca lainnya.

Salam Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post