Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Komedi Hidup Pak Guru Yudi dan Kisah Asmaranya Part 4
ilustrasidariwattpad.com

Komedi Hidup Pak Guru Yudi dan Kisah Asmaranya Part 4

DUA PENGHULU UNTUK PROSESI IJAB KABUL SIRI PAK YUDI

Oleh : E.A.Wahyudiono

Karena geram pernah merasa dikerjain dan digagalkan oleh penghulu sebelumnya dalam prosesi ijab kabul yang akan dilaksanakan oleh pak guru Yudi untuk bisa menikahi janda cantik yang menjadi idamannya membuatnya mengundang dua penghulu sekaligus.

Dia takut jika tidak segera dilaksanakan, istri sah pertamanya akan mengetahui pernikahan sirinya dengan janda cantik itu.

Pak Yudi tidak tahu jika penghulu sebelumnya ternyata adalah mantan suami dari janda yang akan dinikahinya. Kali ini, Pak Yudi tidak tanggung-tanggung dalam mempersiapkannya dengan cara menyewa jasa 6 orang preman yang berbadan kekar dengan wajah sangar hanya untuk membantu mendampingi dua penghulu itu bila ada dari mereka yang ingin menyabotase prosesi ijab kabul sirinya lagi.

Seperti biasa, teman akrabnya Pak Purnomo, sudah menyiapkan tempat di rumahnya untuk pelaksanaan hajatan itu. Begitu dua penghulu dan dua orang saksi sebelumnya sudah hadir dengan dikawal oleh bodyguard-nya Pak Yudi di tempat perhelatan acara di atas karpet merah yang disediakan, maka salah satu yang paling tua dari dua penghulu itu segera bersiap untuk melaksanakan tugasnya.

Dengan tidak sabar, Pak Yudi minta pada penghulu itu untuk tidak perlu bertanya apa-apa pada dirinya. Dia takut bahwa akan dijebak dengan pertanyaan yang bisa membatalkan ijab kabulnya. Para preman yang disewa juga mengintimidasi dua penghulu itu untuk segera menikahkan Pak Yudi dengan janda cantik idamannya. Wajah kedua penghulu itu pucat pasi dan terlihat sangat ketakutan.

Hal itu bisa dilihat dari raut wajah, suara mereka yang bergetar serta tangannya gemetar. Satu penghulu segera memulai kata-kata prosesi. “Kami berdua engkau nikahkan dengan mas kawin dibayar tunai!”.

Semua terdiam, karena menyadari ada yang salah dalam kalimat itu sehingga tidak ada yang berani berteriak, "SAH!". Penghulu yang lebih muda mengingatkan pada penghulu satunya bahwa kalimatnya terbalik.

Akhirnya ijab Kabul diulangi lagi. “ Engkau nikahkan kami berdua dengan mas kawin dibayar tunai!” Lagi-lagi kalimatnya terbalik. Semua menjadi jengkel dan suasana menjadi mencekam.

Terpaksa penghulu yang lebih muda mengambil alih dengan wajah ketakutan untuk menggantikan penghulu yang lebih tua. “Mohon maaf, ada kesalahan, dengan ini saya ulangi!” ujarnya setengah gemetar dan grogi saat mengawali prosesi ijab kabul.

“Kami berdua menikah dengan engkau….ups!” Akhirnya belum juga penghulu meyelesaikan kalimatnya, wajah Pak Yudi semakin geram dan meledak marahnya pada kedua penghulu yang menundukkan kepalanya dan menjadi semakin ketakutan.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post