Komedi Hidup Pak Guru Yudi dan Kisah Asmaranya Part 11
KALUT PIKIRAN PAK GURU YUDI JUSTRU MEMBUAT TERJEBAK KUBANGAN RENTENIR
Oleh : E.A.Wahyudiono
Setelah dimutasi atau pindah kerja ke sekolah di luar kota karena kasus yang membelit dirinya, Pak guru Yudi dengan terpaksa harus mencari rumah kontrakan dekat sekolah dimana dia ditempatkan.
Permasalahan yang melilit dirinya mulai dari keuangan yang dipergunakan untuk persiapan nikah sirinya dengan janda cantik idamannya dan juga menyewa jasa penghulu serta beberapa preman membuat pikirannya kalut.
Itu belum termasuk masalah biaya yang dikeluarkan saat meminta bantuan dukun Wahyu untuk mengguna-guna istrinya agar dimudahkan dalam pemberian izin menikahi janda cantik idamannya.
Semua keinginan yang ada dalam benak dan hati Pak Yudi itu secara tidak disadarinya telah menghabiskan simpanan keuangannya.
Semua masalah itu dimulai saat Pak guru Yudi menerima uang tunjangan sertifikasi yang banyak sekali. Alih-alih harusnya dipergunakan untuk meningkatkan kompetensinya sebagai guru justru malah digunakan untuk menuruti hawa nafsunya.
Terlanjur sudah tak berdaya dalam hal keuangan dan dia sendiri tidak berani meminta pada istrinya karena takut, maka dia memberanikan diri untuk meminjam uang pada rentenir,
Pak Guru Yudi sepertinya sudah tidak bisa berpikir jernih karena permasalahan setelah hasil supervisi yang merusak kinerjanya dan dia harus menerima hukumannya.
Akhirnya kebutuhan akan uang yang banyak, Pak Yudi sampai meminta bantuan untuk dicarikan seorang rentenir pada temannya, Pak Purnomo.
Saat bertemu rentenir, dia langsung menyampaikan maksudnya tanpa berpikir panjang. Rentenir itu terlihat senang dan terlihat culas di wajahnya. Senyumnya seperti mengandung racun saat menawari pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi.
“Oh, jadi bapak mau meminjam uang Rp. 20 Juta? Bapak tahu, bunganya perbulan adalah Rp.2 Juta. Jika bulan depan bapak mencicil Rp 1 juta selama 20 bulan, artinya bapak harus menyetor Rp. 1 juta cicilan plus Rp.2 Juta bunga. Jadi totalnya Rp.3 Juta per bulan. Apakah bapak sanggup?” kata rentenir jahat itu pada Pak Yudi.
Sedangkan Pak Purnomo, guru SMK itu hanya mampu mendengarkan dari luar ruangan sambil geleng-geleng kepala melihat perilaku Pak guru Yudi, sahabatnya.
Tanpa berpikir panjang bagaimana nanti cara membayarnya, Pak guru Yudi langsung menyanggupi. Setelah itu dia menerima uang kontan sebanyak Rp.20 Juta di tangannya.
Saat dia menghitung uang itu, tiba-tiba rentenir itu berkata lagi, "Bapak, mau saya bantu caranya meringankan pinjaman bapak?" Pak Yudi dengan senang segera mengiyakan.
"Begini!, sekarang di tangan bapak ada uang Rp. 20 Juta. Daripada bapak membayar 3 Juta perbulan, mending bapak lunasi hutanganya sekarang ini. Kan ada Rp 20 Juta di tangan sekarang ini, Jadi bulan depan, bapak tinggal membayar pada saya bunganya saja, yaitu Rp 1 Juta selama 20 bulan. Bapak jadi ringan kan bebannya, kan?" kata rentenir itu.
"Oh iya, ya..bodoh sekali saya ini! Baiklah, saya setuju, Jika begitu, terimalah uang Rp. 20 Juta ini. Sudah saya bayarkan ya? Jadi bulan depan tanggungan saya menjadi ringan arena hanya membayar bunganya saja Rp.1 Juta selama 20 bulan. Terima kasih bantuannya ya! Bapak baik sekali membantu saya sedang kesusahan ini" Jawab pak Yudi dengan wajah gembira.
Pak Purnomo di luar ruangan saat mendengarkan percakapan itu wajahnya seketika menjadi jengkel dan geram dengan temannya, pak guru Yudi itu dan seketika berdiri dari kursinya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
