Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PEMBALASANKU SAAT DIAJAK MAKAN BERSAMA LAGI OLEH ORANG JEPANG

PEMBALASANKU SAAT DIAJAK MAKAN BERSAMA LAGI OLEH ORANG JEPANG

PEMBALASANKU SAAT DIAJAK MAKAN BERSAMA LAGI OLEH ORANG JEPANG

Oleh : E.A.Wahyudiono

Seperti kisah sebelumnya di artikel **(censored)** pada tanggal 1 Juli 2020 dengan judul HATI-HATI JIKA DIAJAK MAKAN BERSAMA OLEH ORANG JEPANG. Cerita kali ini adalah versi pembalasanku.

Semenjak peristiwa diajak makan itu, hari demi hari sampai berganti minggu, ternyata belum ada ajakan untuk makan bersama lagi. Semua teman mahasiswa serius dalam menyelesaikan tugas mereka masing-masing di kampus dan ruang riset.

Sampailah hari dimana semua mahasiswa harus menyampaikan presentasi tugas mereka masing-masing termasuk diriku. Sejak pagi sampai malam semua bergantian dalam tugas Hapyou (Presentasi) di kelas seminar. Menjelang sore, rampung juga akhirnya tugas hari itu.

Dengan masih memakai baju full dress, semua berdiskusi dan bersalaman karena telah merampungkan satu mata kuliah. Tiba-tiba, temanku Seichirou Muroya San mengajak semua mahasiswa bagaimana jika merayakan kesuksesan tugas dengan acara makan-makan bersama. Sontak satu kelas yang berjumah 22 orang setuju termasuk aku.

Ini kesempatan ajang balas dendam dan sudah aku tunggu selama beberapa minggu. Dengan segera, kami semua naik Densha (kereta trem listrik) menuju satu restoran di daerah Hamanomachi. Pusat kehidupan malam di Nagasaki. Perjalanan yang hanya ditempuh 15 menit itu akhirnya sampai juga di tempat yang dituju.

Seperti biasa, begitu masuk di restoran, semua berkumpul dan menentukan bahwa sistem kali ini adalah Betsu Betsu. Aku cuek aja, karena aku tahu arti “Betsu ni” (itu beda, atau tidak ada hubungannya). Tanpa menunggu lama, kami memesan minuman dan melakukan champain (tos gelas) atas suksesnya presentasi semua mahasiswa seharian tadi.

Aku pilih makanan yang sangat lezat dengan ukuran jumbo dan harganya cukup mahal karena sudah kadung dendam nih di hati. Semua juga memesan menu makanan yang berbeda. Sambil menunggu hidangan kami mencoba untuk bernyanyi karaoke bersama di situ dengan gembira.

Begitu hidangan tersaji, tanpa menunggu aba-aba, aku langsung main sikat saja. Pokoknya apa yang ada di atas meja, semua aku cicipi dan rasakan sampai perutku kekenyangan luar biasa. Setelah makanan tersapu bersih oleh seluruh mahasiswa, kami pun segera berpisah untuk kembali ke kampus, asrama atau apartemen masing-masing.

Akhirnya semua seperti biasa antri di depan kasir. Seichiro San berbicara cepat dalam bahasa Jepang. Herannya, kali ini kami ditanya satu persatu makan makanan apa tadi. Aku pun jujur mengatakan makanan yang aku makan. Aku tahu, harga satu porsi yang aku makan tadi hanya 4.500 Yen.

Dugaanku, paling jika dibagi semua mahasiswa yang makan di situ, setiap dari kami akan membayar 2.000 atau 3.000 Yen. Saat mengamati satu persatu temanku yang membayar, aku lihat mereka ada yang membayar 1.500 Yen, ada yang 2.000 Yen, bahkan ada yang Cuma 1.000 Yen. Nah, benar seperti dugaanku awal. Jadi murah, tapi herannya kenapa berbeda jumlah pembayarannya dan aku pun mulai jadi curiga hal itu.

Nah, begitu giliranku, dan mengatakan makanan yang aku pesan, tiba-tiba kasir memintaku untuk membayar 5.000 Yen dengan minuman secangkir kopi hitam (Java Coffee). Saat aku tanya kenapa berbeda pembayarannya, temanku Seichirou San mengatakan bahwa sistem makan bersama tadi adalah Betsu-Betsu yang artinya pilih sendiri menu makanan dan harga yang disukai serta bayar sendiri-sendiri.

Segera aku menyadari kekhilafanku bahwa mengerjakan sesuatu dengan niat dendam atau membalas itu tidaklah elok. Niatku sudah salah dari awal apalagi sudah merasa pandai dalam budaya dan Bahasa Jepang. Akhirnya dengan wajah sedikit pucat, aku hanya mampu berkata pada Seichirou San, sahabat karibku, “Nanti sepulangmu dari kampus, melewati asrama mahasiswa di daerah Nishimachi apa nggak ? Jika iya dan diperbolehkan, aku mau numpang mobilmu,”.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post