REMIDI AKAN MEMBUATMU MENJADI LEBIH TANGGUH DALAM HIDUP INI
REMIDI AKAN MEMBUATMU MENJADI LEBIH TANGGUH DALAM HIDUP INI
Oleh E.A.Wahyudiono
Pernahkah Anda mendapatkan remidi saat menjadi mahasiswa dulu? Sesungguhnya, remidi saat ujian adalah hal yang menakutkan bagi siswa atau mahasiswa, namun akan lebih menyakitkan lagi jika remidi itu didapatkan saat mengikuti suatu tantangan menulis selama kurun waktu yang ditentukan. Apalagi konsekuensinya adalah harus kembali lagi ke hari pertama menulis.
Apabila ditanya apakah menyakitkan atau kecewa? Jawabannya pasti bermacam-macam dengan segala alasan yang dibuat. Pada intinya semua merasa kecewa terutama pada diri sendiri Karena mengalami kegagalan dalam mencapai suatu tujuan. Dalam tantangan bagaimana menulis selama kurun waktu 30. 60 dan 90 hari tanpa berhenti itu semua semata hanya untuk melatih disiplin diri para penulis pemula..
Dari sekian banyak para peserta gurusioner yang mengikuti tantangan dengan berbagai niat, saya pun adalah salah satu yang mengalami kejatuhan sampai ketiga kalinya. Banyak faktor yang menyebabkan mulai dari tidak bisa membagi waktu, ide menulis yang belum muncul, kesibukan tugas utama yang tidak bisa ditinggalkan serta kegagalan akibat koneksi internet, komputer yang rusak atau blog **(censored)** sedang dalam perawatan.
Pertama kali jatuh atau gagal membuat semangat penulis tetap membara untuk bangkit. Sedangkan jatuh yang kedua kalinya dengan selisih hari kejatuhan yang tidak jauh daripada waktu yang kedua kalinya, semangat masih tetap kosnisten dan berjuang untuk selalu bangkit. Akhirnya, dengan lebih bisa mengatur waktu dan disiplin, akhirnya sampai juga saya pada hari ke 90.
Sungguh tidak sia-sia dan sudah bisa membayangkan piagam emas di tangan walaupun belum pernah saya ajukan sampai sekarang karena adanya tantangan untuk menulis non-stop sampai hari 365. Itu tantangan yang tidak main-main. Hanya mereka yang tangguh secara mental dan fisik yang akan bisa mencapainya.
Namun kegagalan saya untuk bisa meneruskan tantangan menulis sampai hari ke 365 denga terpaksa harus berhenti pada saat sudah mencapai hari ke 140 an. Semua itu disebabkan oleh kondisi dan agenda yang luar biasa padatnya. Satu hari di mana saya harus mengikuti turnamen tenis tingkat kabupaten, serta harus mengantar istri ke dokter spesialis di luar kota dan langsung harus kembali lagi ke rumah malam itu juga.
Apalagi saat tiba di rumah dan saya baru ingat jika belum mengunggah tulisan pada tanggal 26 Juni 2020. Tanpa beristirahat, saya segera menulis artikel dengan tema yang sudah saya dapatkan sebelumnya.
Setelah artikel sudah siap tayang, saya pun segera mengunggahnya di blog gurusiana.id. Akan tetapi, dewi fortuna rupanya tidak berpihak ke saya karena 15 menit sebelum pukul 23.59 WIB (Waktu Indonesia Barat) muncul adanya notifikasi ERROR 404 pada blog saya-EKO ADRI WAHYUDIONO.
Saya segera mencari cara dengan cara membuka gawai saya dan laptop milik istri juga agar artikel itu tetap bisa naik sebelum tanggal 26 Juni 2020 berlalu. Namun apa daya, semua usaha tetap sia-sia. Setelah semua teratasi dan saya periksa lagi, ternyata unggahan artikel saya diterima oleh **(censored)** pada pukul 00.00 WIB. Itu artinya sudah masuk pada tanggal 27 Juni 2020.
Mengetahui akan hal itu, rasanya tubuh saya seperti kehilangan tulangnya dan membayangkan bahwa apabila saya remidi itu artinya saya harus kembali ke hari ke satu lagi. Rasanya sudah tidak sanggup karena jatuhnya sudah terlalu tinggi. Saat saya bercerita di media sosial lewat akun facebook MGI, ternyata banyak teman yang juga mengalami kasus yang sama meskipun dengan berbagai penyebab yang berbeda.
Menulis adalah sudah menjadi bagian hobi saya yang baru sejak mengenal blog gurusiana.id. Sungguh sayang bila semua usaha selama beberapa bulan menjadi sia-sia. Namun saya sungguh masih beruntung karena adanya remidi masal bagi mereka yang mengalami kegagalan tayang pada satu harI atau beberapa di blog akun gurusiana termasuk mereka yang gagal mengunggah artikel pada tanggal 28 Juni karena kegagalan server.
Ini sungguh kebijakan yang sangat bijaksana, dimana remidi bisa berubah menjadi remisi atau ampunan bagi para menulis untuk tetap mengikuti tantangan menulis sampai pada hari ke 365. Tetap semangat untuk berjuang dan menulis. Ingatlah bahwa sesuatu yang membuatmu menderita di dalam sebuah perjuangan dan usaha untuk mencapai ujian, namun tidak membuatmu mati dan menyerah maka saat itulah Anda akan menjadi lebih hebat dan kuat dalam menghadapi semua permasalahan dalam hidup ini.
Salam literasi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
