Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
AUBADE MASA SMA (Part 10- Lomba Folksong)

AUBADE MASA SMA (Part 10- Lomba Folksong)

AUBADE MASA SMA (Part 10- Lomba Folksong)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Sudah hampir 4 hari berlalu dan masih belum sempat juga bisa bertemu Vina untuk minta maaf. Hati ingin menemuinya namun kaki justru melangkah ke arah lain bila mendekati kelas 2 IPA 4. Apalagi beberapa hari ini ada ulangan harian sehingga aku memilih untuk fokus belajar. Aku tidak ingin mengecewakan ayah dan ibuku yang menaruh harapan pada diriku sebagai anak pertama.

Widyas murid baru yang berada di kelasku semakin populer di mata para murid cowok. Biasanya mereka bergerombol datang melewati kelasku 2 IPA 2 saat jam istirahat seperti saat ini. Beberapa cowok ada yang berani menyapa dia, namun yang lainnya hanya mencuri pandang pada Widyas dan setelah itu tersenyum. Aku merasa heran saja melihat tingkah laku mereka.”Apakah itu yang dinamakan cinta monyet ya? Tertawa, tersenyum dan sedih sendiri.. Ah, jangan-jangan aku juga termasuk nih..“ Aku tersenyum sendiri saat memikirkan hal itu.

"Kenapa kamu tersenyum sendiri tuh? Ada yang lucu dariku?” Tiba-tiba Widyas menatapku setengah menuduh. “Ah, nggak juga, ada deh, ..mau tahu aja kamu ini” tepisku. “Beneran lho ya?” tambah dia lagi. Aku hanya melihat dia dan tersenyum saja. “Adri, kamu kenal Yusli, ketua OSIS sekolah kita ini, nggak? , cowok kelas 2 IPA 3?” Kaget juga saat mendengar dia bilang begitu.

Aku menjawab apa adanya bahwa memang telah mengenal Yusli sejak SMP meskipun tidak begitu akrab, bahkan kami berdua berada di kegiatan ekstra beladiri pencak silat Harimau Putih. Yusli orangnya keras dan tegas. Fisiknya tinggi dan besar serta bersuara keras. Dia cerdas juga, makanya berkacamata minus tebal. Sungguh cowok tipe pemimpin. Banyak temanku cewek yang mengejar dia, namun dia selalu menghindari mereka. Rasa penasaranku timbul kenapa Widyas menanyakan tentang Yusli.

“Kamu suka dia ya, ngaku saja deh!” aku menggodanya. Rendy yang dari tadi duduk diam di sebelahku sedang membaca juga ikut menyeletuk .”Wahh, Widyas, murid baru sudah banyak yang naksir nih!” Widyas dengan wajahnya yang imut berusaha tampil galak dan bernada ketus,” Enak aja, sorry deh..nggak..nggak, mau tahu? Aku sudah punya seorang cowok yang aku sukai tapi rahasia” melihat caranya bicara semua temanku yang ada di situ tertawa terbahak-bahak.

Tak terasa bel istirahat sudah usai dan kami sudah harus kembali ke bangku masing-masing. Tak berapa lama, Pak Heriyanto, guru seni masuk kelas kami. Setelah menyampaikan salam beliau memberikan informasi bahwa ulangan harian hari ini ditunda karena beliau ada tugas lain. Seketika kelas menjadi riuh ramai. Aku hanya mengamati saja meskipun dalam hati juga ikut senang. Ulangan yang ditunda adalah good news bagi semua murid.

Setelah suasana kelas tenang, Pak Heriyanto kembali mengatakan bahwa akan diadakan lomba folksong antar SMA Negeri dan Swasta se Kodya Surabaya. Untuk itu beliau membutuhkan pemain gitar dan penyanyi dari kelas 2 IPA 4 untuk bergabung membentuk group folksong yang akan beliau latih. Begitu selesai bicara, beliau keluar kelas dan masuk lagi dengan beberapa siswa yang aku kenal.

Jantungku serasa berhenti melihat ada 3 siswi yang salah satunya Vina. Sementara ada 3 siswa dan salah satunya adalah Yusli sang ketua OSIS sekolahku. “Ini lho yang tadi mau aku ceritakan padamu tentang Yusli itu, tapi keburu bel masuk waktu istirahat tadi, akhirnya gak jadi, deh” bisik Widyas dengan mendekatkan wajahku ke arahku.

Aku tidak menyadari jika saat Widyas berbisik seperti itu tadi, Vina mengamatiku. Siku tangan Rendy ditonjokkan pelan ke rusukku agar aku memperhatikan arahan Pak Heriyanto dan saat aku amati Vina, matanya yang biasanya manja dan teduh itu sekarang memandang tajam tak berkedip padaku.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post