AUBADE MASA SMA (Part 13- Galau hati Vina)
AUBADE MASA SMA (Part 13- Galau hati Vina)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Aku agak gugup saat melihat mama Vina yang masih mengenakan seragam Persit warna hijau muda menghampiriku dan Vina yang masih berdiri di pintu luar pagar depan rumahnya. “Waduuh, Vina, kenapa masih di luar di bawah pohon mangga? Ayo, nak Adri, masuk ke rumah?!” undang ibu Vina dengan ramah.
“Terimakasih, bu, mohon maaf. Saya hanya mengantar Vina pulang. Tadi masih berlatih folksong untuk persiapan lomba antar SMA di Taman Budaya minggu depan” jawabku dan sekaligus aku berpamitan pulang karena ayahku masih bertugas di Asembagus. Sebagai anak pertama, aku harus mengawasi dan membimbing kedua adikku di rumah.
“Oh, iya, Papa Vina dan ayahmu tuh sedang lomba juga dan saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke Surabaya. Peleton ayahmu juara 1 dan itu juga kehormatan bagi ayah Vina sebagai Komandannya.” Kata mama Vina dengan wajah berseri. Aku kaget mendengar hal itu juga sekaligus bangga yang ternyata ayahku mampu mengemban tugas dari Dan Yon dengan prestasi yang luar biasa.
Setelah mohon maaf karena kami berdua pulang terlambat, aku pun berpamitan pada mama Vina juga ke Vina dengan wajahnya yang masih tersipu dan menatapku sendu. “Salam untuk ibumu di rumah!. Bilang dari Ibu Sugeng, Ibu Dan Yon, gitu ya?!” kata mama Vina dengan ramah. Aku hanya menganggukan kepala dan menghormat dengan sedikit membungkukan kepalaku pada beliau. Kemudian aku pun berlalu pulang.
“Vina, mama suka sekali sama Adri, nggak tahu kenapa ya?” mama Vina berbicara sambil mengajak Vina masuk ke rumah. “Ah, mama ini nyebelin banget, deh!” sahut Vina dengan wajah cemberut. “Lho, salah mama apa nih kok tiba-tiba cemberut gitu?!” timpal mama Vina lagi dengan wajah sedikit heran. Tumben anaknya yang pertama cemberut ke dia. Biasanya suka curhat tapi kali ini wajah cemberutnya berbeda.
Vina tidak menjawab pertanyaan mamanya yang masih penasaran. Dia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan segera membaringkan badannya di atas busa kasurnya yang nyaman. Dia enggan melepas baju seragamnya. Tangannya masih terasa panas dingin dan gemetar sampai sekarang setelah digandeng oleh Adri saat menyeberang jalan di depan rumahnya.
Guling yang ada di sebelahnyapun menjadi sasaran dan didekapnya erat-erat.Vina mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh Adri, cowok tampan yang menjadi tambatan hatinya. Sebetulnya bukan itu yang membuat Vina jatuh hati, namun sifat, tanggung jawab dan kecerdasannya serta sikap cueknya itu yang membuatnya selalu galau hatinya. “Hemm, dia tadi mau mengatakan apa ya padaku?” Vina menebak-nebak kata-kata atau kalimat yang akan Adri ucapkan,.”Men..men…menderitakah?, mencapai?, atau men..men…menerangkan?..aah, semua gara-gara mama, sih!? Gangguin aja!” desah Vina sambil memukul bantal yang ada di sebelahnya.
“Jangan-jangan, kata men..tadi terusannya adalah mencintai aku?!” Tanya Vina pada dirinya sendiri. “ Aduh, kenapa jantungku jadi berdebar begini?’" Vina tidak tahu mengapa dia tersenyum sendiri bahagia seperti ini. “Apakah aku sekarang adalah kekasih Adri?!, Aku bahkan belum sempat menjawab bahwa aku juga mencintai Adri” Vina sudah tidak sabar agar malam segera berlalu dan kembali menjadi pagi lagi agar bisa pergi ke sekolah dan bertemu Adri di sana.
Vina baru ingat, bahwa besuk adalah hari minggu dan dia harus berlatih gladi bersih untuk tim folksong di rumah Widyas. Vina tahu, ayah Widyas adalah Panglima Kodam yang juga atasan dari ayah Vina. Namun bukan hal itu yang membuatnya galau. Dia merasa bahwa Widyas juga berusaha mendekati Adri. Ada sedikit rasa cemburu di hati Vina. “Besuk, aku harus menunjukkan pada Widyas bahwa aku adalah kekasih Adri” Hati Vina menjadi galau. “Haduuh, tapi aku harus bersikap bagaimana nih?” pikir Vina sedikit ragu.
Bersambung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
