AUBADE MASA SMA (Part 20- Bahagia Berdua)
AUBADE MASA SMA (Part 20- Bahagia Berdua)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Hari berikutnya, saat berangkat ke sekolah aku berusaha untuk bertemu Vina baik di pintu gerbang, di kantin atau saat melewati kelasnya. Aku ingin menanyakan kebenaran informasi tentang ayahnya yang pindah dinas, juga akan memberitahu dia jika ayahku juga pindah dinas ke luar kota. Cepat atau lambat, aku pun juga akan pindah menyusul ayahku. Jika dizinkan, aku inginnya tetap di rumah dinas di sini sampai lulus SMA. Namun, dari tadi aku tidak menemukan keberadaan Vina di sekolah.
Hatiku sangat lega, kulihat si cantik Vina yang berdiri di sebelah pintu gerbang sekolah saat kakiku melangkah untuk pulang. Dia melambai ke arahku sambil tertawa. Giginya yang rapi semakin menambah daya tariknya. “Dari tadi aku menunggumu. Ayo pulang jalan kaki bareng!” sambut Vina saat aku sudah mendekat. “Halo, cantik,..nggak dijemput mobil ayahmu nih?” tanyaku penasaran. “Tadi pagi, aku sudah bilang mama agar nggak usah dijemput. Aku bilang mau pulang jalan kaki denganmu” jawab Vina dengan nada gembira.
Bahagia juga mendengar Vina berkata begitu dan aku hanya bisa tersenyum. Aku masih tidak berani memulai bicara menyangkut pertemuanku yang tidak disengaja saat mengantar Widyas, anak Pangdam pulang ke rumahnya. “Kamu gak tergesa pulang kan? Ayo makan bakso di kedai depan sekolah. Baksonya lezat lhoh. Aku traktir deeh, juga ada sesuatu yang mau aku bicarakan denganmu”. Hatiku sedikit kaget tapi bukan karena ditraktir bakso oleh cewek. Aku hanya mengira-ngira saja, mungkin masalah ayahnya yang pindah tugas atau masalah Widyas.
“Ayo aja deeh, Aku nggak ada agenda latihan tenis di lapangan asrama hari ini” jawabku. Aku juga sudah siap menjelaskan jika dia ingin menanyakan masalah pulang bersama Widyas kemarin lusa itu. Begitu sudah memesan 2 mangkok bakso, kami berdua mencari kursi di sudut ruangan dan meletakkan tas sekolah. Tiba-tiba tangan Vina memegang tanganku. Wajahnya berseri-seri. “Adri, aku semakin sayang denganmu” kata Vina sambil tersenyum manis. Aku kira Vina akan marah atau benci padaku setelah melihat aku pulang bersama Widyas.
“Aku sudah bertemu Widyas. Dia sudah bercerita banyak tentang kenapa kamu pulang bersama dan mengantarnya pulang. Dia salut denganmu karena baru kali ini dia menyukai cowok tapi ditolak. Justru biasanya cowok yang mengejar Widyas tapi dia yang menolaknya” cerita Vina dengan masih menatap mataku. “Widyas merasa banyak mendapat pencerahan dari kalimatmu. Dia menyadari bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan. Kata Widyas, apa yang kamu ucapkan padanya itu benar semua. Oleh karena itu, aku semakin senang menjadi kekasihmu” lanjut Vina dengan kalimat yang semakin lirih karena malu. Itu terlihat dari pipinya yang merona kemerahan.
Rasanya plong mendengar kalimat itu dari Vina.”Syukurlah jika Widyas menyadari. Aku akan selalu menjadi sahabat terbaiknya sampai nanti. Sedangkan hatiku hanya selalu untukmu” kataku lagi dengan setengah berbisik lirih. “Sebenarnya aku takut jika kamu akan marah saat itu dan berubah membenciku” tambahku lagi. “Tadinya aku marah juga. Apalagi saat ajudan melapor ke Pangdam jika Widyas turun di jalan dan pulang dengan temannya dan aku tahu, itu pasti denganmu. Itu aku dengar saat papa melapor ke Pangdam akan tugas barunya. Kami ke sana sebelum acara di rumah nenek. Aku kan sudah cerita padamu tuh di sekolah. Makanya aku bertemu denganmu di rumah Widyas" jelas Vina dan membuatku menjadi paham sekarang.
"Tapi sekarang aku nggak marah kok, justru aku bangga punya cowok sepertimu. Digoda cewek lain, kamu tetep teguh dan setia padaku” jawab Vina dengan segera. Aku tertawa dan berusaha menggodanya, “..Hemm, sebenarnya sayang sekali sih jika cinta Widyas yang cantik itu aku tolak…” kataku dengan nada tertahan sambil menunggu untuk melihat reaksi Vina. Sebuah cubitan mendarat di tanganku dan mukanya menjadi cemberut. Dia tahu kalau aku hanya menggodanya saja. Percakapan kami terhenti karena bakso yang dipesan sudah dihidangkan oleh pelayan di atas meja.
Sambil menikmati kuah bakso yang kali ini rasanya super lezat meskipun belum aku tuangkan sambal, saos, dan kecap, aku bercerita tentang kepindahan tugas ayahku ke luar kota. Vina juga demikian. Malahan dia sudah tahu karena ayahnya yang juga komandan bataliyon tempat ayahku berdinas memberitahu Vina. Dalam waktu dekat, mereka semua akan pindah rumah dinas Komandan Kodim di Surabaya Utara. Sedangkan aku masih ingin diperbolehkan tinggal di rumah dinas walaupun ayahku dinas di luar kota sampai lulus SMA.
“Sst, mama sudah tahu hubunganku denganmu lhoh?” aku berhenti mengunyah daging bakso di mulutku dan menatap Vina yang mengagetkanku dengan kalimatnya. “ Tenang saja, aku sudah cerita dan mama merestui dengan syarat harus tetap mengutamakan belajar dan dijadikan semangat untuk sukses di masa depan”. Rasanya aku ingin melayang saja saat mendengar kalimat Vina itu.
“Doakan aku ya, bulan depan aku akan mengikuti seleksi tes untuk mendapatkan salah satu beasiswa Monbusho program S1 di Jepang atau beasiswa AusAID di Australia. Pak Yunus yang memberi rekomendasi padaku. Aku harus belajar lebih giat lagi agar lulus.” kataku pada Vina tapi kali ini wajahnya tenang dan menjawab tegas,” Selalu aku doakan untukmu. Aku tahu, jika lulus, kita akan berpisah, namun itu hanya sementara. Aku akan selalu setia menunggumu dan akan tetap kuliah di Surabaya saja!. Sebentar lagi kita sudah ujian akhir lho,.. jadi ayo kita berdua bersaing dan mengejar cita dan cinta kita!”
Aku bahagia mendengar kata-kata Vina yang semakin dewasa dan itu menjadikan satu semangat bagi diriku untuk berhasil agar kelak aku bisa menjadi seorang pendamping yang bisa membanggakan dan membahagiakannya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
