AUBADE MASA SMA (Part 7-Murid pindahan baru)
AUBADE SMA (Part 7-Murid pindahan baru)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Sepulang Adri dari rumah Vina, Mama Vina merasakan adanya perubahan di wajah putrinya yang cantik namun masih bersikap manja padanya. Dia menyadari perubahan itu setelah dia menanyakan pada Adri, apakah sudah punya kekasih apa belum. Itu tampak jelas pada raut muka putri pertamanya itu yang tiba-tiba cemberut. Sepertinya Vina tidak senang dengan jawaban Adri saat itu.
Mama Vina memang tidak menyalahkan putrinya jika tertarik dengan Adri. Dia juga mengamati ketampanan dan mata teduh Adri juga meluluhkan hatinya. Tak salah jika Vina jatuh hati padanya. Dia berprinsip untuk mengutamakan kebahagiaan anaknya dengan tidak mau memaksakan pilihan hatinya. Dia dan suaminya akan selalu mendukung untuk kebahagiaan Vina.
Setelah berbasa-basi dengan kakak sepupunya yang menjadi taruna Akmil tingkat 2 itu, tanpa banyak bicara, Vina segera masuk ke dalam kamar. Kakak sepupunya itu memang selalu menghabiskan masa cuti pendidikannya di Magelang bersama orang tua Vina di Surabaya. Ayahnya adalah seorang Brigadir Jenderal di Mabes TNI di Jakarta.
Di dalam kamar, Vina masih merasa kesal dengan jawaban Adri saat ditanya mamanya yang hanya ingin fokus belajar dan mengatakan tidak punya kekasih. Hal itu yang membuat hatinya sedih. Tadi waktu kakak sepupunya yang taruna AKMIL itu datang, sengaja dirinya berusaha membuat Adri cemburu, namun tampaknya dia kesal saat melihat wajah Adri biasa saja dan malah segera berlalu pulang.
Sebetulnya Vina juga menyadari dan tahu orang tua Adri yang berpangkat Sersan Kepala. Semua info itu didapatkan dari ajudan ayahnya Letda Inf. Dion saat dia mencari tahu tentang diri Adri. Bahkan Vina rela punya kebiasaan sebelum berangkat sekolah, dia selalu mengamati dan menunggu Adri melewati rumah dinas tentara dimana ayahnya tinggal dan sepertinya Adri tidak menyadari jika Vina sudah jatuh hati saat melihat dia pertama kali. Dia saat ini hanya menunggu Adri berani mengatakan cinta padanya saja.
Pagi tadi, saat sudah berada di dalam kelas hari ini untuk mengikuti pelajaran jam pertama, Adri sengaja tidak mau menunggu Vina di pintu gerbang seperti biasanya. Dia merasa sudah tidak punya harapan dan pasti kalah jika bersaing dengan Taruna Akmil yang dia jumpai di rumah Vina kemarin malam. Lamunannya segera buyar saat guru Kimia mulai menerangkan materi pelajaran tentang proses asam dan basa yang sulit itu. Tiba-tiba ada ketukan di pintu kelas IPA 2 dan tanpa diduga, masuklah seorang siswi tinggi, langsing dan cantik dengan didampingi wakil kepala sekolah.
Dia siswi pindahan dari Menado, Sulawesi Utara yang mengikuti ayahnya pindah dinas ke Surabaya. “Perkenalkan, Nama saya Widyas Maria Lelga. Saya murid baru di sini. Saya pindah dari SMA di Menado” kata gadis itu secara singkat. Ternyata dari pertanyaan guru kimia padanya, ayahnya adalah seorang Letnan Jenderal dan menjabat sebagai PangDam (Panglima Kodam) di Surabaya. Seisi kelas langsung riuh ramai karena banyak yang terpesona sampai Pak guru kimia meminta anak-anak untuk jangan ramai. Aku hanya diam memperhatikan saja tanpa reaksi apa-apa.
Tiba-tiba guru kimiaku menyuruh Widyas, nama panggilannya untuk duduk di kursi di depan bangkuku yang masih ada kosong satu. Sebelum duduk, Widyas memandangku dan memohon izin untuk bergabung. Aku hanya menganggukkan kepala saja tanpa menjawab apa-apa. Setelah berada di kursinya, dia menoleh dan menatapku lagi seperti ada sesuatu yang mau dikatakan tapi dia batalkan.
“Kenalkan, aku Adri” kataku sambil menjabat tangannya yang mungil dan berkulit putih itu. Saat akan aku lepaskan, dia menatapku lagi dan memegang erat jabat tanganku seperti tidak mau melepaskan. “Maaf, boleh dilepaskan tangan saya?, karena masih mau saya pakai untuk menulis?” kataku. Dia tersadar dan pipinya merona merah sambil tersenyum malu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
