SECUIL ASA YANG TERSISA
SECUIL ASA YANG TERSISA
Oleh : E.A.Wahyudiono
Saat semua keindahan yang kulihat tak dapat kunikmati
Tertutup netra yang terbuka lebar dari hati yang tertutup rindu
Semua logika terpatahkan oleh rasa yang sirna
Dan waktu yang berjalan sangat lambat dalam menjalani dahaga kehidupan.
Mentari bersinar seperti kegelapan malam hari
Sinar rembulan tidak mampu menembus relung hati
Langkah gontai tak tahu harus kemana arahnya
Jalan lurus atau berkelok, jurang menganga tetap terlihat sama.
Aku membutuhkan kompas yang menuntunku
Kupegang erat dalam dekapan imanku
Agar asa tetap bergayut di dalam dada
Melangkah dengan keyakinan menuju keabadian.
Salam Literasi Puisi
Surabaya 19042018
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
