Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SURAT DARI SURGA
ilustrasidari.dokpri

SURAT DARI SURGA

SURAT DARI SURGA

Oleh : E.A.Wahyudiono

Dengan tangan bergetar, aku buka surat bergambar bunga flamboyan di tanganku. Aku melihat sisi jalan di komplek pemakaman umum yang dipenuhi pohon flamboyan berjajar yang sedang berbunga merah lebat.

Bunga yang mengingatkanku akan kenangan saat berjalan pulang sekolah bersama almarhumah Vina melewati jalan yang dipenuhi bunga flamboyan yang berguguran di kanan kiri jalan. Mataku yang masih berkabut saat mengamati kertas surat warna merah muda di tanganku.

Aku cermati tulisan tangan yang biasanya ditulis indah, namun kali ini seperti coretan tangan yang tidak karuan. Bagiku itu adalah tulisan terindah dari surat yang pernah aku terima dalam hidupku. Surat dari Surga yang tidak akan pernah bisa aku membalasnya.

Surabaya, 19 April 2008

Assalamualaikum wr.wb

Halo, Mas Adri.

Sayangku selalu menembus batas waktu.

Saat mas menerima surat ini, aku mohon maaf tidak bisa menemanimu lagi. Aku juga tidak menjemputmu di Bandara Juanda serta tidak menemuimu saat datang ke rumah Papa dan Mama karena aku sudah berada di Surga.

Aku mohon maaf sekali lagi tidak bercerita padamu bahwa aku menderita sakit. Itu semua karena aku tidak ingin penyakitku ini menjadi beban dan pengganggu belajarmu di Jepang. Biarkanlah sakit ini menjadi penebus dosaku di dunia ini. Aku ikhlas.

Sengaja aku meminta semua orang termasuk, papa, mama, teman kita semua, juga Yusli, temanmu yang sekarang satu kampus denganku untuk tidak bercerita juga padamu. Biarkanlah aku sendiri yang menanggungnya.

Yang sakit hanyalah ragaku, namun jiwa dan hatiku tetaplah selalu untukmu. Aku akan selalu mendoakan akan kebahagiaanmu dari Surga. Carilah pengganti diriku dan lanjutkan hidupmu, Mas.. Aku ikhlas dan turut bahagia.

Aku yakin, Allah SWT akan memberikan pengganti diriku yang lebih segalanya untukmu. Aku yakin kelak kamu dan keluargamu akan bahagia serta dikarunia anak anak yang tampan dan cantik serta pintar.

Maafkan aku, Mas. Doakan aku selalu. Tolong jaga papa dan mamaku, ya. Jangan melupakan salatmu ya, Mas!. Juga doakan aku bila usai salat. Aku akan selalu menunggumu di Surga.

Salam sayang untukmu selalu dalam hidup dan matiku

Wassalamualaikum wr.wb.

Vina Rochmayanti

Kulipat kertas surat itu, kucium aroma wanginya dan kutatap nisanmu dari kejauhan. Selamat jalan, Sayang. Semoga kamu beristirahat dengan tenang dan berada di Surga yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post