Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 10  (Ditembak di ChatuChak, Bangkok)
dok.pri.ornate

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 10 (Ditembak di ChatuChak, Bangkok)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 10 (Ditembak di ChatuChak, Bangkok)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Setelah perjalanan yang melelahkan dari Pangkalan Udara di Jawa Timur dan sempat mendarat di Pangkalan Udara di Halim Perdanakusuma, Medan di Sumatera untuk berisitirahat dan pengisisian bahan bakar, rombongan pesawat tempur yang dipipmpin oleh Komandan Skadron Udara, Letkol Pnb. Yudha “Wolf” langsung bergerak menuju Korat AFB, Bangkok, Thailand.

Setelah mendarat, mereka semua disambut di Korat AFB Thailand dengan jamuan makan siang menu masakan “Tom Yam” . Mayor Pnb. Dedy dan Lettu Pnb. Novi segera melahap masakan yang terkenal pedas itu sambl beramah tamah dengan beberapa perwira penerbang Kerajaan Thailand.

Sambil menunggu pesawat angkut Hercules yang membawa rombongan ground crew, perwira pemeliharaan persenjataan dan para teknisi pesawat serta tim kesehatan juga dua regu Paskhas, Mayor Dedy memeriksa pesawat F-16 nya lagi karena dia mendapat informasi bahwa pesawat angkut Hercules TNI AU akan mendarat setengah jam lagi.

Saat beristirahat di bawah badan pesawat tempurnya karena masih termasuk panas udara di Bangkok, Mayor Dedy tersenyum sendiri saat ingat ditinggal pergi oleh dokter Linda yang memeriksanya. Dia tahu, pipi Kapten Linda yang cantik itu berubah menjadi kemerahan, namun dia diam saja takut semua yang ada di ruangan akan tahu akan hal itu. Baru juga tiba di Korat AFB-Thailand, rasanya sudah rindu dengan dokter Linda, Kakak Tek. Purwo Rio.

Rombongan pesawat tempur berangkat dini hari dan tiba di Bangkok setelah terbang estafet dan berhenti di dua pangkalan Udara di tanah air. Semua perlengkapan tas dan baju seragam lainnya ada di pesawat Hercules. Rencananya, setelah ini semua akan menuju Hotel di Bangkok untuk menginap selama 5 hari dalam rangka berlatih tempur dan patroli bersama pilot Kerajaan Thailand.

Terlihat, pesawat Hercules TNI AU baru tiba dan segera mendarat dengan mulus. di landasan Korat AFB, Bangkok. Pesawat besar itu segera mengambil tempat parkir di apron yang sudah disediakan. Letkol Pnb. Yudha, memerintahkan Mayor Pnb. Dedy dan para pilot anak buahnya untuk membantu menurunkan barang dan juga baju ganti. Saat pintu palka pesawat Hercules bagian ekor terbuka, satu-persatu semua penumpang turun. Letda Tek. Purwo Rio, segera memberi hormat pada Mayor Dedy dan Lettu Novi yang menunggunya di luar pesawat.

Semua mengenakan kacamata Rayben hitam karena matahari yang bersinar silau meskipun waktu menunjukkan pukul 15.00. Belum juga Mayor Dedy memasuki kabin pesawat Hercules, seorang perwira dengan mengenakan seragam WARA dan berkacama hitam juga, keluar dari pesawat. Semua mata tertuju pada sosok WARA itu. Semua pilot tahu, dia adalah Kapten CKM, dr. Linda yang bertugas dan bertanggung jawab pada kesehatan semua pilot dan pasukan yang bertugas di Thailand. Semua pilot bertepuk tangan pada dr. Linda.

Mayor Dedy seakan tidak percaya dengan pandangan matanya. “Jadi, dr. Linda juga bertugas nih?! Kok aku tidak tahu?” bisiknya pada Lettu Novi di sebelahnya. “Maaf, Mayor, saya sendiri juga tidak tahu!” jawab Lettu Novi dengan wajah serius. “Saya juga tidak tahu, Mayor..!. Tadi saya baru tahu saat berada di dalam pesawat” Letda Rio juga menjawab, padahal tidak ditanya.

Perasaan senang dan kaget terlihat jelas pada wajah Mayor Dedy. Apalagi, saat dr. Linda mendekat dan menuju arahnya sambil menarik kopornya. “Selamat sore, Bagaimana perjalanannya? Lancar kan? “ sapa dokter Linda. “Alhamdulillah, lancar meski waktu berangkat tadi sempat ada hujan” jawab Mayor Dedy sambil menatap dokter Linda. Mereka tidak bisa memperhatikan ekepresi bola mata masing-masing karena tersembunyi di balik kaca mata rayben gelap yang mereka kenakan.

Malam harinya, diadakan jamuan makan malam dan pesta penyambutan para pilot dan staff dari Indonesia oleh AFB-Thailand. Semua berpakaian seragam militer resmi dan saling berkenalan satu sama lain sebelum latihan terbang bersama dilakukan. “Dokter, Jika besuk tidak ada acara, bolehkan saya mengajak Anda untuk jalan-jalan di Chatuchak, pusat perbelanjaan terbesar dan terkenal di Bangkok?” bisik Mayor Dedy pada Kapten dr. Linda yang sedang menikmati hidangan di sebelahnya.

Karena para pilot yang berlatih tiba di AFB-Thailand pada hari Sabtu, semua diberi waktu berisitirahat 1 hari, yaitu pada hari Minggunya. Latihan akan dimulai pada hari Senin. Kesempatan itu digunakan Mayor Dedy untuk mengajak dokter Linda jalan-jalan di Chatuchak, pusat perbelanjaan souvenir terbesar di Bangkok. Semua acara weekend berjalan lancar. Sebetulnya, dokter Linda juga menyukai karakter Mayor Dedy, namun sebagai wanita, dia harus bisa menahan diri. Biar Dedy dulu sebagai pilot tempur yang “menyergapnya’.

“Sawadee kap, Lod Noi Dai Mai Ka?” tanya Mayor Dedy pada seorang penjual di Pasar ChatuChak, Bangkok. Dia membeli sebuah souvenir kecil untuk dokter Linda yang berada di sebelahnya. Dokter Linda, kagum sekali dengan kemampuan Mayor Dedy yang bisa berbahasa Thailand. “Itu tadi, artinya,.. Halo, apakah Anda dapat menurunkan harganya?’ jelas Mayor Dedy pada dr. Linda sambil tersenyum.

Sambil makan es kelapa muda dan kue di taman yang berada di dalam pasar, Mayor Dedy memberikan souvenir itu kepada dr. Linda “Maaf, hanya tempat cincin atau perhiasan dengan motif hati warna merah yang bisa saya berikan untuk bu dokter. Jadi bisa untuk menyimpan perhiasan bila di rumah agar tidak tercecer”. Dokter Linda menerimanya dan memperhatikan wajah Mayor Dedy, “Terus,, Hemm untuk pengisi cincinnya bagaimana?’ kata dokter Linda lirih.

Mayor Dedy sebagai pilot tempur harus menggunakan kesempatan itu untuk “menembaknya”, “Izinkan saya untuk menjadi laki-laki yang mengisi sepasang cincin di dalamnya” Mayor Dedy sudah siap jika tembakkannya meleset atu ditolak. “Tentu saja, dengan senang hati, ..asal istri Mayor yang sedang parkir di landasan tidak cemburu padaku” jawab dokter Linda sambil menunduk.

Mayor Dedy segera memegang tangan dokter Linda dan meremasnya. Ternyata latihan tempur belum dimulai, dia sudah melakukan”tembakan” terlebih dulu. Mereka berdua terlihat bahagia. “Haduuh, Mayor Dedy dan Kakak? Kenapa berdua duduk di sini?” tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara Letda Rio yang didampingi Lettu Novi. Ternyata mereka berdua juga sedang week end di ChatuChak.

Tanpa dikomando, Mayor Dedy dan dokter Linda segera melepaskan pegangan tangannya sambil tersenyum malu. Lettu Novi dan Letda Rio yang mengetahui suasana itu, segera meminta izin untuk melanjutkan shoppingnya. Jika tidak pergi, mereka berdua bisa dipastikan, besuk pagi akan dihukum push-up 100 kali oleh Mayor Dedy karena berani mengganggu suasana manuvernya di ChatuChak.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post