MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 11 (Nasib Letda Tek Purwo Rio dan Lettu Pnb. Novi)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 11 (Nasib Letda Tek Rio dan Lettu Pnb. Novi)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Hari-hari selama ada di Bangkok untuk latihan Patroli dan tempur bersama antara Pilot terbaik TNI AU dan pilot AFB Thailand berjalan dengan sukses dan lancar. Namun, waktu terasa cepat bagi Mayor Pnb. Dedy dan Kapten CKM dr. Linda yang selalu menyempatkan untuk lebih mengenal satu sama lain. Semua pilot dan ground crew tahu hubungan mereka, namun mereka tidak ada yang berani menggodanya. Hanya Lettu Pnb. Novi dan Letda Tek. Rio yang sering suka usil.
Selama latihan, seperti diprediksi sebelumnya oleh semua perwira, Mayor Pnb. Dedy adalah Top Gun pesawat tempur dari Skadron Udara tanah air karena selalu menjadi juara dengan zero victim record pada pesawatnya. Sekalipun belum pernah tertembak selama latihan bertempur di udara di Thailand. Hampir semua pesawat yang bertempur di udara dengannya selalu tertembak jatuh selama latihan simulasi pertempuran udara.
Tak heran, saat upacara pelepasan dan penutupan latihan bersama di Korat AFB-Thailand, Mayor Pnb. Dedy menerima Throphy sebagai “Top Gun” dan hal itu dirayakan saat acara makan bersama sebelum penerbangan kembali pulang ke Pangkalan Udara di tanah air. Dokter Linda, sangat bangga dan kagum pada prestasi kekasihnya yang baru jadian di Bangkok. 'Throphy ini kupersembahkan untukmu" bisik Mayor Dedy padanya dan membuat dr. Linda semakin menyayanginya dan membuatnya hari-harinya semakin bahagia.
Acara yang juga diisi dengan beberapa pentas tari dan menyanyi berlangsung meriah. Mayor Dedy dan Kapten CKM, dr. Linda segera didaulat untuk naik ke panggung untuk menyanyikan sebuah lagu. Dengan sedikit malu, mereka berdua tampil ke panggung untuk menyanyikan lagu. Mayor Dedy berbisik pada dokter Linda yang terlihat menganggukkan kepalanya dan setelah itu berbisik pada pemain piano.
“Endless Love”, Lagu Diana Ross diduetkan merdu oleh mereka berdua dan membuat suasana menjadi romantis. Saat turun dari panggung, suara siulan dan tepukan tangan masih menggema di ruang lobi Hotel di Bangkok. Sungguh, momen yang sangat indah bagi Mayor Dedy dan Kapten dr. Linda. Saat mendekat kembali ke meja, tiba–tiba ada kata godaan “Bull Eye” (Istilah tembakan tepat sasaran saat pertempuran udara) dari Lettu Pnb. Novi sambil menunjuk Kapten Linda, sedang Letda Tek. Rio menunjukkan jarinya pada Mayor Pnb. Dedy sambil menggoda mereka berdua. Mayor Dedy hanya tersenyum saja kali ini pada mereka.
Minggu telah berganti bulan setelah kegiatan latihan Elang Thainesia usai, semua kembali ke rutinitas. Mayor Dedy sering berkunjung jika tidak sibuk jadwal terbang ke rumah dokter Linda atau sesekali mengunjunginya ke Rumah sakit Pangkalan Udara untuk makan siang bersama di kantin. Semua prajurit yang melihat keharmonisan mereka berdua selalu memuji sebagai pasangan yang serasi dan juga ikut merasakan bahagia.
Letda Tek. Purwo Rio, setelah beberapa pekan mengikuti tes calon pilot, sudah dinyatakan lolos untuk menjadi siswa calon penerbang. Selanjutnya, Letda Tek. Purwo Rio harus mengikuti pendidikan di Sekolah Penerbang selama beberapa bulan. Rio sangat senang karena cita-citanya menjadi pilot tempur menjadi terkabul. Semua itu berkat doanya, juga bimbingan dari seniornya yang juga calon kakak iparnya, Mayor Pnb. Dedy. Sebentar lagi, nama Letda Tek (Teknisi) Purwo Rio akan berubah menjadi Letda Pnb (Penerbang). Purwo Rio. Sesuai kecabangan yang dipilihnya dalam dunia militer.
Sedangkan, kakaknya, Kapten CKM (Corps Kesehatan Militer) dr. Linda, sangat mendukungnya. Pendidikan calon pilot berlangsung ketat di Yogyakarta. Siswa penerbang juga dituntut mempunyai kesehatan yang prima secara fisik, agresif dan juga mampu untuk bertahan hidup (survival) bila mendapat musibah pada pesawatnya. Rio ingin sekali menjadi wingman (pilot pendamping) seperti halnya Lettu Pnb. Novi.
Fahira, kekasih Rio yang sudah menyelesaikan skripsinya di Universitas Gajah Mada merasa berat saat Rio memilih menjadi pilot. Dia masih trauma dengan apa yang menimpa almarhum Lettu Pnb.Rendy yang pesawatnya jatuh dan membuatnya gugur saat bertugas dalam misi penyergapan pesawat asing di atas Laut Jawa. Akan tetapi, dia menyadari saat mau menerima cinta Rio dan dia harus menerima konsekuensi dari tugas negara sebagai anggota militer.
Letda Rio juga sudah mulai ujian terbang solo untuk jenis pesawat baling-baling ringan, kemudian Tucano dan selanjutnya bersiap untuk jenis Hawk sebelum kursus konversi pilot ke jenis F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-35. Tidak terasa, pendidikan di Sekolah Penerbangannya sudah hampir selesai.
Sementara itu, Lettu Pnb. Novi tetap giat berlatih. Dia selalu menghabiskan waktunya di Skadron Udara untuk mempelajari dan mengevaluasi semua hasil pelatihannya. Dari catatan di buku log penerbangannya, Lettu Novi termasuk penerbang tempur yang handal dan kemampuannya hampir menyamai Mayor Pnb.Dedy. Mereka berdua sangat teliti, agresif dan responsif selama laihan pertempuran udara.
Jika waktu luang, Lettu Novi menyempatkan untuk mengunjungi Risma, kekasih alamarhum sahabatnya yang gugur dalam tugas, Lettu Pnb. Rendy. Mereka bertiga yaotu Novi, Rendy dan Risma teman satu angkatan selama masa SMA di Magetan. Novi sengaja datang teratur ke rumah Risma untuk menguatkan hatinya bila tidak bertugas. Orang tua Risma bercerita jika selama hidupnya, hanya Lettu Rendy yang ada di hati Risma. Dia memilih untuk tidak menikah.
Orang tua Risma menghubungi Lettu Novi dan meminta tolong padanya untuk bersedia membujuk Risma agar bisa melupakan Almarhum Lettu Rendy. Namun, Cinta di hati Risma sudah terkubur rapat bersama gugurnya Kapten Anumerta Rendy. Dia memilih fokus dan menghabiskan banyak waktunya pada pekerjaan di Bank BUMN di Kota Madiun.
Suatu hari, saat Lettu Novi berkunjung ke rumah orang tua Risma yang sudah dianggap seperti ayah dan ibunya sendiri, tiba-tiba dikejutkan oleh sosok cantik yang menyambutnya di pintu. “Maaf, Risma ada? “ sapa Lettu Novi ragu sambil berfikir siapa gadis yang ada di rumah Risma ini. “Maaf,.. Kak Risma, Pak dhe dan Bu dhe, semuanya bepergian ke Magetan!. Maaf,.. Kakak, ini siapa ya?” jawab gadis berhijab yang cantik itu dengan nada menyelidik.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
