MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 14 (Misi Sandi Sikatan Jaya)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 14 (Misi Sandi Sikatan Jaya)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Selama 2 minggu, Letkol Pnb. Yudha “Wolf”, Mayor Pnb. Dedy “Lion” dan Lettu Pnb., Novi “Ornate” berlatih terbang malam, bahkan terbang subuh. Sesuai jadwal latihan mereka berlatih dog fight pada malam hari. 3 pesawat tempur jenis F-16 Fighting Falcon versus 3 pesawat Sukhoi Su-35 yang canggih.
Sesuai dengan misi yang diemban dan juga kesesuain medan dan kebutuhan, akan diputuskan bahwa 3 pesawat tempur F-16 yang akan berangkat. Itu pun juga berdasarkan hasil Air Combat Maneuver (ACM), ternyata ketiga pilot F-16 sangat unggul meskipun dalam hal kecepatan pesawat dan persenjataan lebih unggul pada pesawat Sukhoi Su-35. Manuver F-16 lebih lincah dalam menghindar dan membuat gerakan roll atau berputar melawan gaya gravitasi
Agenda latihan terbang rendah dengan kecepatan hampir 3 March (kecepatan pesawat tempur yang melebihi kecepatan suara) di bawah deteksi RADAR ( Radio Detection and Ranging) di Pangkalan Udara di kegelapan malam mampu diselesaikan oleh ketiga pilot tempur F-16 dengan sukses. Agenda latihan berat berikutnya adalah menjatuhkan rudal udara ke darat pada sasaran pada kecepatan tinggi dengan terbang rendah.
Ketiga agenda latihan malam juga terbang dini hari saat subuh yang bersifat rahasia itu dapat diselesaikan dengan sempurna. Bahkan pendaratan dalam kondisi hujan semua bisa diselesaikan. Saat ini, Letkol Pnb. Yudha, Mayor Pnb. Dedy dan Lettu Pnb Novi selalu siap siaga untuk memenuhi panggilan tugas untuk mengemban misi rahasia yang sampai jadwal latihan terbang malam selesai, belum juga turun perintahnya.
Selama masa istirahat dari latihan penerbangan malam, Lettu Novi yang masih menikmati suasana temanten baru, selalu mengajak istrinya, Berliani shopping melepas rutinitas. Setiap pagi atau sore diajaknya jogging atau refreshing untuk menjaga stamina. Apalagi mereka berdua segera menginginkan diberikan momongan.
“Wow, Mas, tumben mesra banget nih. Sering mengajak Berliani Shopping dan berolahraga nih!” kata Berliani dengan manja. “Iya, Dik!, Aku ingin kamu berbhagia dan hatimu senang, biar selalu fit dan sehat ya” jawab Novi. Dia tidak akan dan ingin menceritakan perihat penugasan rahasia yang akan diembannya pada istrinya. Dia tidak mau istrinya yang baru dinikahinya sebulan lalu menjadi cemas dan kawatir akan dirinya.
Mayor Dedy juga berusaha mengajak calon istrinya, Kapten Ckm, dr. Linda menyiapkan dan berbelanja semua keperluan untuk pernikahan mereka berdua yang akan dilangsungkan dua bulan lagi. Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka berdua. Saat selesai berbelanja, Di dalam mobil dalam perjalanan pulang, Dedy menggoda calon istrinya, dr. Linda. “Waah, Kita berdua kalah dengan Lettu Novi ya!. Kita yang jadian dulu, eh, malah mereka yang menikah dulu”
Dokter Linda mendengar itu tertawa, “Lha gimana juga Mas, khan hitungan kalender Jawa kita ditentukan oleh kedua orangtua kita. Saya inginnya menikah besuk saja atau sekarang? Gimana? Mau, nggak” goda balik dokter Linda pada calon suaminya. Mereka berdua tertawa dan saling memandang dengan penuh mesra. Mayor Dedy rasanya sudah tidak sabar agar dua bulan itu segera datang. Semua persiapan pernikahan termasuk kartu undangan sudah disiapkan, tinggal dikirimkan saja.
Beberapa hari kemudian, Letkol Pnb.Yudha, komandan skadron udara mereka di Pangkalan udara menghubungi Mayor Dedy dan Lettu Novi untuk datang ke ruang rapat guna mendapatkan briefing. Letkol Yudha adalah pilot terbaik dan pilot pertama yang mendapatkan 2000 jam terbang. Beliau adalah lulusan SMA Taruna Nusantara di Magelang dan juga lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta dan berhak menerima Throphy Adhi Makayasa (Lulusan terbaik).
Mayor Dedy dan Lettu Novi merasa mendapat kehormatan untuk menjalankan misi di bawah leader mereka, Letkol Yudha yang pernah mengenyam pendidikan pilot di Amerika dan mendapat predikat Top Gun (The best fighter pilot). Setelah berada di dalam ruang rapat yang dijaga oleh Paskhas AU dengan senjata lengkap, mereka bertiga diterima oleh Komandan Pangkalan Udara dan beberapa perwira tinggi lainnya serta beberapa analis militer.
Selesai memberi hormat dan laporan, mereka bertiga tetap berdiri tegak dan siap mendapatkan perintah rahasia dan gambaran akan misi mereka di Indonesia bagian timur.”Pada Anda bertiga, pilot terbaik yang kita miliki, Negara menugaskan Anda bertiga untuk melaksanakan misi ini. Hanya ada dua pilihan. Misi harus berhasil atau gugur dalam tugas!” Sambutan Komandan Lanud mengawali rapat terbatas dan rahasia itu. Mayor Dedy dan Lettu Novi saling melirik satu sama lain tanpa berkata sepatahpun.
“Jika Anda bertiga ragu dalam menjalankan misi ini, silakan mundur dua langkah ke belakang!” Kata komandan Lanud dengan tegas. Letkol Yudha, Mayor Dedy dan Lettu Novi sama sekali tidak beringsut dari berdiri mereka. “Jika tidak ada yang mundur, artinya Anda bertiga siap jiwa dan raga!” tambahnya lagi. Serempak ketiga pilot itu menjawab serempak tanpa ragu, “Siap, menjalankan tugas, Komandan!”.
“Terimakasih, Silakan duduk untuk mendapatkan gambaran akan operasi khusus dengan sandi “SIKATAN JAYA” dari para analisi militer dari Mabes TNI AU ini” Perintah Komandan Lanud pada mereka bertiga. Dari paparan yang disampaikan, ternyata tugas misi rahasia mereka adalah di perbatasan Indonesia bagian timur dan harus dilakukan dengan cepat, tidak terdeteksi dan di kegelapan malam hari.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
