Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 4  (Berita Duka untuk Risma)
dok.pri

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 4 (Berita Duka untuk Risma)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 4 (Berita Duka untuk Risma)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Semua sudah terlambat, pesawat F-16 Lettu Rendy’Viper’ oleh semua tim terlihat meluncur jatuh dan menghujam keras di atas laut Jawa sebelah Utara. “Vipppperrr…!!" teriak Lettu Novi “Ornate’ yang histeris mengetahui teman seangkatan dalam sekolah penerbang telah gugur. Semua tim F-16 dan Sukhoi Su-35 segera membentuk formasi untuk memberikan tindakan nyata dan tegas pada pesawat musuh.

Mayor Dedy “Lion’ juga sangat geram, karena salah satu wingman terbaiknya, Lettu Rendy ‘Viper’ telah gugur. Dia segera melakukan kontak dan melaporkan ke Home Base Pangkalan koordinat lokasi jatuhnya pesawat F-16 Lettu Rendy “Viper’. Semua pesawat sudah saling melakukan dog fight. Mayor Ryan’Maverick” dengan tim Sukhoi Su-35 nya sedang berjibaku melawan 3 F-18 Hornet.

Demikian juga dengan F-16 Lettu Novi ‘Ornate’ melawan F-16 pesawat negara asing yang melaggar wilayah udara NKRI. Detik-detik saat dia akan menekan tombol rudal sidewindernya karena perasaan marahnya yang meluap, tiba-tiba ada perintah dari CGI-Pangkalan Pusat yang masuk kepada masing-masing leader F-16, Mayor Dedy “Lion’ dan Sukhoi Su-35, Mayor Ryan “Maverick” “Abort the mission..!..abort the mission..! And return to base..!”.

Perintah mendadak untuk membatalkan misi penyergapan karena sudah ada clearance status dari MABES TNI-AU untuk 7 pesawat asing dan membiarkan mereka terbang keluar menuju wilayah selatan Indonesia. Mereka semua diminta untuk segera kembali ke pangkalannya masing-masing dan membiarkan pesawat Hercules dan 6 pesawat negara asing itu melewati wilayah udara Indonesia.

Lettu Novi “Ornate” merasa kesal, namun tak berdaya. Sebagai prajurit dia harus tunduk pada perintah. Novi hanya menyesalkan insiden yang menewaskan sahabat karibnya, Lettu Rendy “Viper”. Selama ini mereka semua sudah sering berlatih BFM (Basic Fighter Maneuver) untuk pertempuran udara (Dog Fight). Akan tetapi saat detik yang menentukan, Novi harus menembakkan rudalnya, ternyata ada perintah dari GCI ( Ground Controller Interceptor) untuk membatalkan misi penyergapan.

Selama perjalanan kembali ke pangkalan utama, Lettu Novi “Ornate’ hanya bisa menahan kesedihan. Dia sudah menyadari bahwa saat mendaftarkan diri sebagai anggota militer, hidupnya akan sepenuhnya mengabdi pada ibu pertiwi dan sewaktu-waktu gugur dalam tugas adalah suatu kehormatan. Lettu Novi tidak tahu harus begaimana untuk meyampaikan kabar duka ini pada Risma, kekasih Lettu Rendy,”Viper’. Dia merasa tidak tega.

Novi, Rendy dan Risma adalah teman satu SMA di Magetan. Kota kecil di lereng Gunung Lawu dan dekat dengan pangkalan udara terbesar di negeri ini. Karena sering melihat pesawat tempur yang menderu, Novi dan Rendy membulatkan tekad mereka untuk menjadi penerbang tempur. Sedangkan Risma adalah adik kelas mereka dan saat ini sudah bekerja di salah Bank BUMN di Kota Madiun. Sedangkan Mayor Dedy “Lion”, Senior mereka baik selama satu SMA maupun di Akademi Angkatan Udara.

Setelah mendarat di Pangkalan, dan melapor pada Mayor Dedy, Novi kembali ke Hangarnya untuk mengevaluasi jalannya penyergapan di udara dari hasil rekaman penerbangan. Letda Tek Purwo Rio, ahli persenjataan dan perwira pemeliharaan di Skadron Udara menemuinya di kantor. Purwo Rio, adalah adik kelasnya jauh meskipun sama-sama berasal dari SMA 1 Magetan termasuk juga tahun lulus Akademi Angkatan Udara. “Mohon izin untuk ikut menyampaikan duka cita..!” kata Letda Rio sambil memberikan hormat pada seniornya. Mereka saling berpelukan sebagai sahabat sejati.

Kondisi hangar di skadron udara di pangkalan masih sangat ramai karena pengiriman Helikopter untuk misi SAR-Search and Rescue. Mereka akan mencari puing F-16 dan menemukan jasad korban Lettu Pnb Rendy “Viper” yang gugur dalam bertugas. Setelah menguatkan dirinya, Lettu Novi meminta bantuan Letda Tek Purwo Rio untuk menyampaikan berita duka ini pada Risma, kekasih Almarhum Lettu Rendy Tamtama.

“Siap, nanti akan saya sampaikan secara langsung. Saya kenal baik dengan Kak Risma” jawab Rio dengan gaya militernya. “ Terimakasih, ya!. Setelah semua urusan selesai, nanti diajak menghadiri pemakaman Almarhum Rendy” perintah Lettu Novi pada Letda Rio dengan nada tergetar menahan sedih. Tanpa menunggu lama, Letda Rio dengan kendaraan dinas TNI-AU segera berangkat ke Madiun untuk menemui Risma.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post