Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 9  (Istri Mayor Pnb. Dedy)
dokpri.ornate

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 9 (Istri Mayor Pnb. Dedy)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 9 (Istri Mayor Pnb. Dedy)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Keesokan harinya, setelah mengikuti kegiatan apel pagi di Skadron Udara di Pangkalan TNI AU, Para pilot yang sudah ditugaskan untuk berangkat ke Thailand selama 4 hari dalam rangka latihan tempur bersama segera melakukan pengecekan terakhir terhadap kesiapan beberapa pesawat tempur yang akan berangkat.

Mayor Pnb Dedy “Lion’ dan Lettu Pnb. Novi “Ornate’ juga melakukan hal yang sama. Beberapa jenis pesawat tempur seperti Hercules, F-16 Fighting Falcon, Hawks dan Sukhoi Su-35 sudah stand by dan dijaga oleh Paskhas bersenjata lengkap yang didampingi oleh beberapa anjing penjaga jenis herder. Pesawat angkut besar jenis Hercules juga akan membawa para teknisi dan perwira pemeliharaan, Paskhas dan tim kesehatan termasuk Letda Tek. Purwo Rio, ahli perwira persenjataan.

Setelah checking perlengkapan dan kesiapan sudah dinyatakan prima, Mayor Dedy segera menarik Lettu Novi dan Letda Rio. “Kamu berdua, ikut saya sebentar. Ada yang mau saya bicarakan” Perintah Mayor Dedy pada juniornya. Lettu Novi dan Letda Rio segera berjalan sambil berbisik satu sama lain dan sesekali tertawa. “Kamu berdua, tertawa-tawa..!, Ada yang lucu?!” mimik wajah Mayor Dedy menjadi serius. “Sudah, kamu berdua push-up 20 kali..!”

“Siap, laksanakan..!” serempak Lettu Novi dan Letda Rio melakukan perintah seniornya dengan senang hati. “Terimakasih, Komandan!’" teriak mereka berdua setelah melaksanakan push up dan kembali ke posisi siap. Mereka berdua tahu bahwa itu bukanlah hukuman namun sebagai rasa hormat. Jadi setiap diberi hukuman oleh seniornya dalam dunia kemiliteran, semua selalu berkata “Terimakasih”.

Setelah di dalam hangar, Mayor Dedy bercerita jika tadi malam, dirinya diperintahkan Paman Rio, Marsekal Madya TNI AU untuk mengantarkan Kapten CKM. dr. Linda, kakak Rio pulang dari Tahlilan. Anehnya, dr. Linda mengira bahwa dirinya sudah menikah. Bahkan menitipkan salam untuk istrinya. Lettu Novi dan Letda Rio tidak dapat menahan tertawanya. “Kamu berdua tertawa lagi..!, Mau push up 100 kali nih?! Saya serius ini..!!" kata Mayor Dedy dengan wajah yang dibuat serius. “Siap, Tidak,..Mayor!" jawab Novi dan Rio serempak dengan tetap menahan tawa.

Akhirnya, mereka duduk santai sambil beristirahat sambil menunggu jadwal panggilan ke Rumah Sakit Pangkalan pagi ini untuk check up kesehatan sebelum berangkat ke Bangkok. “Maaf, Saya yang salah, Mayor!” kata Letda Rio sambil melihat pada Mayor Dedy. “Saya ditanya kakak saya, dr. Linda yang kita semua bertemu di rumah makan di depan Pangkalan selepas dari Taman Makam Pahlawan minggu lalu itu” tambah Rio lagi.

Mayor Dedy langsung bereaksi dengan mendekatkan wajahnya pada Rio, “Memang kakakmu tanya apa?” sambil melirik ke Lettu Novi yang masih menahan senyum. “Kakak tanya, apakah Mayor Dedy sudah menikah? Terus saya jawab “Sudah’, .begitu senior!" jawab Letda Rio dengan nada santai. “Kamu ini, kurang ajar banget..!” Mayor Dedy menjawab dengan kaget sambil berdiri dan berkacak pinggang. “Kapan saya menikah dan dengan siapa saya menikah? Kamu tuh ngawur saja..!”

“Maaf, Mayor, saya menjawab jika Mayor Dedy sudah menikah sejak menjadi pilot pesawat tempur dan istrinya, ya, pesawat F-16 Fighting Falcon itu..’"jelas Rio. Lettu Novi kali ini tidak bisa menahan tawanya tapi masih berusaha ditahan sambil pergi mengambil minuman mineral di kulkas dekat dinding hangar pesawat. Dia takut seniornya akan menghukumnya lagi jika mendengar tertawanya. Mayor Dedy yang mendengar cerita Letda Rio itu segera duduk kembali sambil menahan senyum kecutnya karena merasa dikerjain oleh kedua anak buahnya

Saat berada di rumah sakit Pangkalan TNI AU untuk chek up kesehatan, Mayor Dedy merasa lega karena ternyata dr. Linda menggoda dirinya agar menyampaikan salam pada istrinya, yaitu pesawat tempur F-16 nya. “Okay, nanti aku mencari dokter Linda untuk berpamitan setelah pemeriksaan kesehatan sebelum flight ke Bangkok” kata Mayor Dedy dalam hatinya sambil tersenyum.

Begitu memasuki ruang besar untuk tes kesehatan pilot, Mayor Dedy kaget karena tidak mengira karena ada kehadiran Kapten CKM. dr. Linda di situ. Jantungnya berdegup cepat. Entah itu adalah perasaan senang, takut atau bahagia. Semua pilot diperiksa oleh para dokter yang terdiri dari dokter PNS sipil TNI AU dan Perwiranya. Mayor Dedy memperhatikan kesibukkan dr. Linda yang memerintahkan para dokter untuk mulai bekerja.

Kapten CKM dr. Linda sepertinya cuek dengan Mayor Dedy atau memang dia tidak tahu kehadirannya. Saat seorang dokter PNS ABRI memanggil Mayor Dedy untuk diperiksa, tiba-tiba dokter Linda meminta filenya dan dia sendiri yang akan melakukan pemeriksaan. Mayor Dedy merasa kaget tapi senang sekaligus. Saat alat pengukur tensi diletakkan ditangannya semua normal. Hanya detak jantung Mayor Dedy menjadi berdegup kencang saat Stetoskop yang diletakkan di dada oleh dr. Linda.

Dokter Linda mengamati wajah Mayor Dedy yang tampan sambil tersenyum. Penerbang yang dia kagumi dan sering mendengar kiprahnya sebagai pilot dari adiknya Letda Tek Purwo Rio. “Kondisi saya prima untuk terbang, kan, Dok!?” kata Mayor Dedy yang membuyarkan lamunan dokter Linda. “Alhamdulillah, Prima!’ kata dr. Linda sambil memalingkan wajahnya yang merona kemerahan karena menahan malu.

“Dapat salam dari istri saya, dok !. Dia bilang terimakasih karena selalu dirawat!” goda Mayor Dedy. Dokter Linda kaget sebentar tapi segera menguasai diri. “Ingat, istri dijaga selama di Bangkok ya!” Hati Mayor Dedy plong rasanya mendengar hal itu dari dokter Linda yang cantik itu. “Selamat bertugas dan jaga keselamatan selalu. Insyaallah semua lancar!. Saya selalu mendoakanmu….hemm, maksud saya semua para pilot yang bertugas ke sana’" kata dr. Linda lagi sambil berlalu dan pergi dari hadapan Mayor Dedy.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post