Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 19  (Firasat Buruk Letda. Pnb.Purwo Rio)
dokpri.ornate

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 19 (Firasat Buruk Letda. Pnb.Purwo Rio)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 19 (Firasat Buruk Letda. Pnb.Purwo Rio)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Letda Pnb. Purwo Rio yang sedang liburan dari Sekolah Penerbang militer segera pulang ke Madiun. Mengetahui dari Kapten Ckm. dr. Linda, bahwa calon kakak iparnya, Mayor Pnb. Dedy yang akan melangsungkan pernikahan mereka di bulan depan, dan Lettu Pnb. Novi sedang mengemban tugas. “Nggak tahu, kemarin Mas, Dedy, pamitnya hanya latihan” kata dokter Linda.

Insting Rio sebagai seorang militer langsung menduga, itu pasti bukan latihan akan tetapi sedang mengemban misi. Untuk menjaga agar kakaknya tidak terlalu memikirkan Mayor Dedy, Rio menyarankan untuk berkunjung ke rumah dinas Berliani yang sedang hamil muda. “Ide, bagus, ..Kakak rencana juga mau ke sana. Kamu antar ya!” sahut dokter Linda akan usul Rio.

Risma yang membukakan pintu begitu gembira begitu melihat tamu yang datang di rumah sodara sepupunya, Berliani yang sedang ditinggal tugas oleh suaminya, Lettu Pnb. Novi yang juga teman satu sekolah di SMA 1 Magetan bersama Almarhum Lettu Pnb. Rendy yang gugur saat bertugas dalam menyergap pesawat asing di atas laut Jawa.

“Ayo masuk!. Ini pas acara masak-masak nih. Kebetulan sekali. Ayo makan malam bersama!” kata Risma sambil memanggil Berliani. Semua gembira dan berangkulan. Sungguh bahagia hati Risma melihat keceriaan dan kebersamaan di rumah dinas Lettu Pnb. Novi. Dokter Linda segera memegang perut Berliani, “Alhamdulillah, sehat nih bayinya. Hmm, kayaknya cewek nih!” Semua tertawa mendengar tebakan dokter Linda.

Saat sedang santap malam sambil bercerita kesana kemari, Berliani berusaha menjangkau teko gelas air mineral di atas meja makan. Dokter Linda yang lebih dekat segera berusaha membantu dan menuangkan segelas air mineral untuk Berliani. Entah karena apa, saat gelas sedang diserahkan ke tangan Berliani, tiba-tiba jatuh di tas meja makan. Air menjadi tumpah kemana-mana. Semua segera berdiri dan menghindar. Gelas terguling dan hampir jatuh, namun Rio dengan sigap berhasil menangkapnya.

Semua bergegas mengambil kain pel dan membersihkan meja. Semua masih terlihat tertawa karena merasa lucu saja. Namun, Rio melihat dan merasakan firasat yang aneh dengan kejadian itu. Pikirannya langsung teringat akan Mayor Dedy dan Lettu Novi yang sedang bertugas. “Semoga, semuanya selamat!” Rio berdoa dengan sungguh-sungguh dalam hatinya. Dia bersikap biasa saja dan tidak ingin semua yang hadir merasakan apa yang dia rasakan.

Sementara itu, Mayor Pnb, Dedy masih berjuang dan juga melakukan hal yang sama seperti Lettu Pnb. Novi. Namun suar (flares) yang dilepaskan tidak berhasil. Rudal darat ke udara masih tetap mengejar pesawat tempurnya. Dengan perhitungan dan latihan yang dilakukan sebelumnya. Mayor Pnb Dedy segera bermanuver dan menyusuri dinding lembah dan terbang lurus menuju tebing di depannya.

Dalam hitungan sepersekian detik, dia segera menarik tuas pesawat untuk naik lurus vertikal ke udara sambil melepaskan suarnya untuk mengecoh rudal. Cara jitu yang dilakukannya berhasil membuat rudal menghantam dinding tebing dan meledak.

Dua ledakan di udara membuat langit menjadi merah menyala seperti terbakar. Sinar api yang bergemerlapan menerangi gelapnya malam di atas hutan belantara. Tinggal Letkol Pnb Yudha "Wolf" yang masih berjuang mati-matian menghindari rudal yang menguntitnya. Tiba-tiba terdengar suara Lettu Pnb. Novi sebagai pilot pendampingnya memerintahkannya. “Wolf, Dalam hitungan ke tiga, segera belok kanan dan naik ke udara..!”

Saat, hitungan ketiga, Letkol Pnb Yudha segera melakukan apa yang diperintahkan anak buahnya. Saat itu, pesawat F-16 Lettu Novi yang sudah berada di belakang untuk membantu segera memberondongkan peluru dari senjata M-61 Vulcan dari pesawat F-16nya. “Bingo..!”( Kena..!!) teriak Lettu Pnb. Novi saat melihat rudal yang mengejar komandannya meledak di udara. “Thank, Ornate!” Letkol Pnb. Yudha berterimakasih karena Lettu Pnb. Novi sudah menyelamatkan dirinya.

Belum juga mereka bernafas lega, di Radar pesawat mereka, muncul adanya 2 titik pesawat milik negara tetangga yang datang dan memburunya. Mereka semua sudah mengantisipasi dan berlatih akan hal itu. Ketiga pesawat F-16 yang sedang mengemban misi rahasia, segera melesat masuk ke dalam wilayah NKRI. Semua sudah tahu tugasnya masing-masing sesuai arahan. Sekali lagi mereka segera berpencar menuju koordinat untuk menghancurkan target atau sasaran.

Rudal udara ke darat dari pesawat F-16 Lettu Pnb. Novi “Ornate” yang terbang rendah segera menghujam pada mobile Radar milik gerombolan bersenjata. Mereka tidak menyadari karena tidak ada sirene akan kedatangan pesawat tempur. Mayor Pnb Dedy “Lion” dan Letkol Pnb. Yudha “Wolf” juga berhasil menghancurkan instalasi Mobile Radar di tempat yang saling terpisah berjauhan.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post