MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 15 (Impossible Secret Mission)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 15 (Impossible Secret Mission)
Oleh : E.A.Wahyudiono
“Sodara semua, saat ini gerakan pengacau keamanan bersenjata sedang mengganggu keutuhan NKRI. Banyak proyek vital pembangunan infrastruktur yang disabotase oleh mereka yang ingin merusak jalannya demokrasi di Negara kita. Masyarakat juga diintimidasi dengan serangkaian pembunuhan dan penculikan” Jelas salah satu analis militer mengawali pemaparan operasi dalam misi rahasia di dalam briefing di ruang rapat Pangkalan Udara.
“Banyak pesawat angkut sipil dan militer dan bahkan helicopter yang jatuh karena terkena misil atau rudal dari darat ke udara. Berdasarkan info dari intelijen yang masuk, ternyata mereka mendapatkan persenjataan dari pasar gelap di daerah perbatasan” Kata analis militer dengan memaparkan slideshow berupa lokasi para gerombolan separatis yang tersebar disekitar perbatasan di tengah rimba belantara.
Mayor Dedy dan Lettu Novi mendengarkan dengan seksama pengarahan akan misi rahasianya yang belum diterimakan kepada mereka. “Kita sekarang tahu dan ini sudah positif bahwa ternyata ada 3 Mobile RADAR dan 2 Mobile land to air misile Units ( 3 Unit Radar yang bergerak dan 2 unit mobil rudal dari darat ke udara) yang bisa dipindahkan berkala di titik koordinat di dalam hutan belantara”. kata analis militer dengan data akurat.
Semua yang hadir di dalam ruangan rapat segera memahami. Itulah kenapa mereka bisa mendeteksi kedatangan dan menembak pesawat atau helikopter para pasukan yang dikirim untuk menumpas para pengacau keamanan. “Masih ada satu lagi, misi yang utama. Ada satu gua besar peninggalan tentara Jepang di perang dunia kedua yang digunakan sebagai ARSENAL (Gudang peluru dan persenjataan) para gerombolan tersebut. Tugas satu pilot, harus menghancurkan gua tersebut rata dengan tanah” Ujar salah satu analis militer wanita lainnya yang terlihat cerdas dan berwajah dingin
“Interupsi!” tiba-tiba Mayor Dedy mengangkat tangan kirinya untuk bertanya. Hal itu biasa dalam dunia militer dan dianggap sopan saja. Setelah disilakan Mayor Dedy menanyakan teknik meledakan gua yang berfungsi sebagai gudang peluru dan amunisi dari pesawat mengingat menembakkan dari udara dengan rudal pastilah tidak akan efektif dan berhasil dengan sekali tembak.
“Tepat sekali!” kali ini, seorang perwira menengah ahli persenjataan yang juga hadir di dalam rapat segera merespon. “Oleh karena itu, Langkah pertama, satu pesawat tempur F-16, harus terbang sangat rendah di atas pepohonan lurus dan sejajar dengan mulut gua yang dipakai sebagai Arsenal para gerombolan. Langkah kedua, menggunakan meriam Canon 36-39 milimeter untuk menghancurkan pintu gua”
Semua yang berada di dalam ruangan menjadi sangat tercekam karena misi itu sungguh misi yang mustahil. Lettu Novi hanya membayangkan strategi penerbangannya di dalam pikirannya dan sungguh satu kesempatan dibanding seribu untuk berhasil. “Langkah terakhir, lepaskan satu AIM-9 rudal udara ke darat dan tembakkan lurus masuk ke dalam gua sehingga akan terjadi ledakan dari dalam gua sebagai gudang Arsenal para gerombolan pengacau keamanan” kata perwira ahli senjata itu menutup strateginya.
“Setelah memastikan gudang senjata itu sudah meledak, Anda bertiga segera bermanuver terbang rendah dibawah RADAR mereka dan segera kembali ke Pangkalan Udara di Kupang.” Komandan Pangkalan Udara memberi perintah ke Leader misi rahasia ini, Letkol Pnb. Yudha. “Siap, Komandan!” jawabnya tanpa ragu.
Akhirnya, pembagian tugas dan strategi terbang serta tempur diamanatkan. Masing-masing pilot, menembak 1 unit Mobile RADAR, agar tidak bisa mendeteksi kedatangan pesawat yang terbang rendah. Masing-masing pilot harus terbang sendiri pada koordinat yang sudah didapat dari intelijen. Setelah itu bermanuver menuju target kedua, Letkol Pnb. Yudha “Wolf” bertugas menembakkan rudal masuk ke dalam gua yang dipakai sebagai Arsenal (Gudang senjata dan amunisi)
Mayor Pnb. Dedy, “Lion”, bertugas menembakkan rudal udara ke darat pada 1 unit Mobile misile (Rudal di atas mobil yang bisa dipindahkan). Demikian juga Lettu Pnb. Novi, menghabisi 1 Unit Mobile misile di lokasi pada koordinat lainya. “Setelah itu, Anda bertiga bertemu di satu koordinat yang sudah ditentukan untuk kembali ke Pangkalan Udara utama di Jawa” perintah Komandan Pangkalan dengan pangkat Bintang dua di pundaknya.
Serempak ketiga pilot itu berdiri dengan sigap dan menjawab dalam sikap militer sempurna, “Siap, melaksanakan tugas, Komandan!”. Setelah itu semua menyalami ketiga pilot pesawat tempur itu dan meninggalkan ruang rapat sambil berpesan bahwa mereka bertiga harus tetap menjaga rahasia dan sewaktu-waktu siap berangkat dalam waktu satu minggu ini.
Saat makan malam, Lettu Novi mengamati wajah istrinya, Berliani yang terlihat semakin cantik di matanya. “Ada apa, Mas, Kok makan malam sambil nglihatin aku terus? Ada yang aneh ya?" Tegur Berliani membuyarkan lamunannya dan pura-pura segera melanjutkan makan malam masakan istrinya yang terasa sangat lezat baginya. “Ah, enggak, ini lho, masakanmu lezat sekali!" Istrinya sangat senang mendapat pujian dari suai yang sangat disayanginya.
Novi hanya bisa berbicara dengan dirinya sendiri karena tidak tega akan bertugas untuk misi rahasia di daerah perbatasan negara lain di Indonesia bagian timur. Dia tidak boleh bercerita pada siapapaun termasuk juga pada istrinya. Setelah makan malam, Novi mengamati istrinya lagi saat sudah bersiap untuk tidur. “Mas, kamu selalu melihat aku itu, apa tahu ada yang berubah pada diriku?” tanya istrinya.
“Iya, tahu lah, khan sekarang kamu tambah gemuk sedikit dan tambah cantik” puji Novi sambil tersenyum sambil berbaring untuk memejamkan mata. Belum juga dilakukan, tiba-tiba Berliani berbisik, “Mas, aku sudah telat. Tadi siang ke dokter Linda dan…..Aku hamil, Mas”. Novi seketika terbangun dari tempat tidurnya dan memandang wajah istrinya, “Bener nih? Nggak bohong!’"teriak Novi dengan wajah gembira sambil memeluk sayang istrinya karena akan segera diberi momongan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
