Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 17  (Ritual Untuk Misi Rahasia)
dok.pri.ornate

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 17 (Ritual Untuk Misi Rahasia)

MEMBAKAR LANGIT BIRU - PART 17 (Ritual Untuk Misi Rahasia)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Semenjak siang, Lettu Pnb. Novi sudah berada di pangkalan untuk persiapan berangkat menjalankan misi rahasia. Sambil menunggu kedatangan, Komandan Skadron Udara, Lekol Pnb. Yudha dan Mayor Pnb. Dedy, Novi memeriksa semua instrumen pesawat tempur F-16 yang menjadi tunggangannya. Di sisi kanan kiri pesawatnya, ada tulisan Lettu Novi “Ornate”. Ornate adalah callsign-nya pilot saat bertempur di udara. Namanya akan merubah menjadi Ornate tanpa menyebut nama dan pangkat selama bertugas bertempur.

Sedangkan, Wolf adalah callsign dari leader-nya Letkol Pnb. Yudha. Mayor Pnb. Dedy, dikenal dengan “Lion”. Novi dan Dedy akan bertugas sebagi wingmen untuk melindungi leadernya dalam keberhasilan tugas utama meledakkan Arsenal atau gudang peluru milik gerombolan bersenjata yang tersembunyi di dalam gua peninggalan Jepang waktu perang dunia kedua.

Udara yang begitu panas menyengat di hangar, membuat Novi kepanasan meskipun berada di hangar pesawat yang terbuka di Pangkalan udara militer. Sambil beristirahat di bawah pesawat, Novi memperhatikan kesibukkan para paskhas yang bersenjata lengkap dengan didampingi beberapa anjing jenis herder dalam menjaga 3 pesawat tempur yang siap bertugas.

Sebelum berangkat, Novi sudah menghubungi Risma, kakak sepupu Berliani agar tidur di rumah dinas selama dia menjalankan tugas. Novi hanya bercerita akan mengikuti latihan rutin di pangkalan. Sesungguhnya hati Novi masih terasa berat mengingat istrinya, Berliani sedang hamil muda.”Selamat bertugas, Mas. Doaku selalu menyertaimu. Juga ditunggu oleh si kecil di dalam perut ini lho” Novi sangat ingat dengan kalimat istrinya saat berpamitan untuk bertugas..

Novi hanya tersenyum dan menatap wajah istrinya yang cantik kemudian memeluknya. Entah tidak sadar atau bagaimana, Dia memeluk istrinya sangat lama dan terlalu kuat sehingga membuat Berliani mengaduh manja. Lamunan Novi, buyar saat melihat, Letkol Pnb.Yudha dan Mayor Pnb. Dedy datang dengan kendaraan dinas TNI AU mereka.

Pengecekkan terakhir sudah dilakukan, dan mesin pesawat sudah dinyalakan untuk dipanaskan. Letkol Pnb. Yudha masih terlihat berkomunikasi melalui radio yang berada di ruang operasi militer. Kesempatan itu dipergunakan oleh Mayor Dedy untuk mendekati Lettu Novi. “Bagaimana kabar istri? Sehat semua?. Tadi sudah pamit,kan?” sapanya untuk sedikit melepas ketegangan. “Siap, sudah!, Mayor!. Risma juga saya suruh menemani Berliani dan menginap di rumah dinas selama kita bertugas. Bagaimana kabar dokter Linda?. Sudah pamit juga kan?!” kata Lettu Novi ganti bertanya balik.

“Sudah! Tapi ada yang aneh, dokter Linda sepertinya tahu misi kita ini sangat berbahaya. Entah dia tahu darimana. Tapi itu tebakanku sendiri. Dia tidak megatakan apa-apa. Hanya memelukku erat sambil menangis dan berpesan agar pulang dalam keadaan selamat!” jawab Mayor Dedy sambil melihat Lettu Novi. Mendengar hal itu,Novi sontak terkejut dan belum juga bertanya lagi Mayor Dedy sudah menambahi lagi, “Kata dokter Linda, Kita berdua diperintahkan untuk pulang dalam keadaan selamat!”

“Aamiin” jawab Lettu Novi. “Aamiin”, Mayor Dedy juga mengamini kalimat Lettu Novi. Letkol Pnb.Yudha, terlihat sudah selesai menerima maklumat dari komandan Pangkalan dan selanjutnya memberi briefing singkat kepada Mayor Dedy dan Lettu Novi yang akan bertugas sebagia wingmennya. “Saya kira sudah jelas, sekarang kumpulkan surat terakhir yang sudah ditulis untuk diberikan pada keluarga kita apabila kita bertiga gugur dalam menjalankan tugas ini!”

Serentak, ketiga Pilot pesawat tempur F-16 itu segera mengeluarkan surat dan diberikan kepada petugas dari ground crew yang mendampingi di sebelah pesawat. Surat itu akan diterimakan kepada keluarga masing-masing apabila terjadi hal yang buruk pada mereka. Setelah menempelkan keningnya di moncong pesawat F-16, Lettu Pnb Novi segera berdoa. Ritual itu sering dilakukan oleh para pilot di seluruh dunia. “Bismillah, Lindungi Aku dan keluargaku, Ya Allah. Berilah kami kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan tugas ini. Aamiin YRA!” ucap Novi lirih.

Senja sudah mulai terlihat dan matahari perlahan menghilang ketika ketiga pesawat F-16 itu menderu keras melesat ke udara untuk menuju ke Pangkalan di Kupang dan selanjutnya menuju pangkalan di Ambon. “Check Radio!, Ornate!, Lion! Roger!” Suara Letkol Yudha terdengar di helm khusus milik Mayor Dedy dan Lettu Novi. Mereka segera merespon cepat,“Siap, dicopy, Wolf! Roger..!”.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post