Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 18  (Tertangkap Radar)
dokpri.ornate

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 18 (Tertangkap Radar)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 18 (Tertangkap Radar)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Tiga Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon buatan General Dynamics melesat tinggi di udara dengan kecepatan 2 march yang melebihi kecepatan suara di kegelapan malam. Ketiga pilot F-16 berusaha menghemat bahan bakar, karena saat manuver terbang rendah dalam misi ini akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak agar bisa kembali ke Pangkalan.Udara.

Pendaratan di kegelapan malam di Bandara Udara di Kupang sebagai transit pertama untuk mengisi bahan bakar hampir membawa petaka. Kondisi sedang hujan gerimis serta landasan pacunya tidak begitu panjang. Mayor Pnb.Dedy “Lion”yang mendarat paling terakhir hampir menabrak pesawat F-16 Lettu Pnb. Novi “Ornate”. Kesalahan yang disebabkan oleh jarak pandang yang terbatas dan juga kondisi landasan yang licin karena genangan air hujan .

“Lion..!, Awas..! tekan pedal rem. Ada Ornate di depanmu..!” teriak Letkol Pnb. Yudha “Wolf’ berkali-kali. Mayor Pnb. Dedy ‘Lion’ yang terkejut mengetahui hal itu segera menekan pedal rem dan mengeluarkan parasut di pesawat tempur F-16nya yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan untuk membantu pengereman sehingga kecelakaan bisa dihindari.

“Maaf, Komandan!..Tingkat visibility (penglihatan) saya sangat terbatas karena hujan!” Mayor Dedy segera melapor kepada Letkol Pnb Yudha sebagai leader dalam misi rahasia ini. “Fokus dalam misi!! Buang hal-hal lainnya dalam pikiran!” jawab Letkol Pnb Yudha sambil tetap memotivasi wingmen pilotnya. Lettu Pnb. Novi segera mendekat sambil tersenyum serta menepuk bahu Mayor Pnb. Dedy, seniornya. “Semangat!”

Karena waktu sangat berharga, ketiga pesawat F-16 segera meluncur ke Pangkalan Udara di Ambon. Kali ini, perjalanan dan pendaratan berjalan lancar karena udara tidak berawan seerta cerah. Setelah melapor dan mengisi bahan bakar pesawat tempurnya. Letkol Pnb.Yudha meminta para pilot pendampingnya untuk mengaktifkan semua persenjataan, alat komunikasi dan radar dalam kokpitnya.

“Ingat!, kita akan masuk dari garis pertahanan radar para gerombolan bersenjata yang membahayakan NKRI, serta menghancurkan instalasi radar dan gudang persenjataannya, namun hanya 10 menit kita akan menerobos wilayah udara Negara kita. Kecepatan harus menjadi 1 atau 2 march. Kita tetap terbang rendah di bawah radar mereka semua!” Letkol Pnb. Yudha memberikan instruksi selepas dari bandara di Ambon sebagai pengingat misi mereka melalui radio komunikasi di helmnya saat pesawat F-16 ketiga pilot itu sudah mendekati koordinat lokasi sasaran.

Mayor Dedy dan Lettu Novi dari dalam kokpit mereka masing-masing segera merespon cepat. “Siap, Wolf..!!. Roger!”. Dalam hitungan menit, mereka terbang rendah di kegelapan malam untuk mengitari gunung yang melewati wilayah perbatasan Negara tetangga. Tiba-tiba, Radar di dalam pesawat Letkol Pnb Yudha berbunyi “Beep..Beep!”. Begitu dilihat, ternyata mereka sudah dikunci rudal darat ke udara dari Mobile Radar di lereng pegunungan negara tetangga.

“ Attention!, you already fly in restricted area. Identify yourself or we shoot you down!” (Perhatian!, Anda telah terbang di wilayah terlarang. Sebutkan identitas Anda semua atau kami akan menembak pesawat Anda!) Suara peringatan terdengar di kokpit pesawat ketiga penerbang F-16 yang sedang mengemban misi rahasia. Ternyata pasukan anti udara negara tetangga telah menangkap kehadiran ketiga pesawat F-16 yang melintas tanpa izin..

Letkol Pnb Yudha “ Wolf” segera melakukan kontak dengan markas anti udara negara tetangga. “Don’t shoot!, repeat..!, Don’t shoot! We are just flying pass..Ask permission to pass!” (Jangan tembak, ulangi, jangan tembak!. Kami hanya terbang lewat. Minta izin untuk lewat!). Ternyata, permintaan Letkol Pnb. Yudha tidak direspon bersahabat.

“Beep..Beep!,” radar di kokpit pesawat Mayor Dedy dan Lettu Pnb. Novi juga berbunyi. Itu artinya, mereka sedang dikunci dari rudal anti pesawat dari darat. Dalam hitungan detik, ada 3 rudal anti pesawat melesat menuju pesawat mereka masing-masing. Mengethaui hal itu, Letkol Pnb. Yudha segera berteriak keras memeberi perintah. “Lion..!, Ornate..!! Berpencar dan menghindar!”.

Ketiga pesawat segera melesat dengan menambah kecepatannya guna menghindari rudal yang diluncurkan dari Negara tetangga yang tidak terima ada 3 pesawat melintas tanpa izin di wilayahnya. Lettu Pnb. Novi segera bermanuver terbang membuat gerakan berputar melawah gravitasi (G-force) sambil mengeluarkan Flares (suar) dari pesawatnya untuk mengecoh rudal lawan dan berhasil. Rudal meledak di udara saat menghantam suar atau flares itu.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post