MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 20 (Hilang Dalam Tugas)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 20 (Hilang Dalam Tugas)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Setelah ketiga pesawat F-16 yang terbang rendah berhasil menghancurkan Mobile Radar yang sering mendeteksi dan menjatuhkan kehadiran pesawat militer TNI AU dan sipil yang bertugas di daerah perbatasan timur, Letkol Pnb. Yudha sebagai komandan misi segera memerintahkan pesawat F-16 Mayor Pnb. Dedy dan Lettu Pnb. Novi untuk menghancurkan 2 unit Mobile Misile Launcher (Peluncur Rudal anti pesawat dari darat ke udara yang bisa berpindah tempat).
Semua segera berpencar (Scrambled) untuk menuju lokasi dikoordinat yang sudah diterima. Dengan kecepatan 1 march, Pesawat tempur yang dipiloti oleh Mayor Dedy menemukan I unit Mobile Misile Launcher. Tanpa membuang waktu Rudal udara ke darat dari pesawat meluluh lantakkan peluncur rudal. “Wolf..!...Mission Accomplished..! (Wolf - panggilan untuk Letkol Yudha. Misi selesai dan berhasil tuntas!” lapor Mayor Dedy pada pada komandannya.
“Well done..! Lion.!” (Hebat..! Lion!-Nama panggilan di udara untuk Mayor Pnb. Dedy) puji Letkol Pnb. Yudha pada salah satu wingmannya. Sedangkan Lettu Pb. Novi yang sudah meluncur dan mendekat di titik sasaran menjadi terkejut saat melihat percikan ignition fire (listrik api pemicu rudal ke udara). Itu artinya, gerombolan bersenjata telah mengetahui kehadiran ke tiga pesawat F-16 yang akan menghancurkan persenjataannya.
Suara deru mesin pesawat F-16 dan ledakan pada mobile radar mengakibatkan langit menjadi terang. Seperti ada kebakaran hutan di sana sini di tempat yang berjauhan. Bisa jadi hal itu meninmbulkan kepanikan dan kewaspadaan pada para gerombolan bersenjata yang membuat markas di tengah hutan belantara yang berbukit. Tanpa membuang waktu, sebelum terlambat, pesawat F-16 Lettu Pnb. Novi sudah menjatuhkan rudal dan belum sempat satu pun rudal dari darat ke udara meluncur menuju pesawatnya.
Ledakan yang keras dan disusul bunga api membumbung tinggi ke udara seperti membentuk jamur api. “Wolf..!, Lapor..!..Misi berhasil, 1 Unit Peluncur Rudal di darat sudah hancur..!, Roger!” . Letkol Pnb. Yudha merespon bangga. ” Bravo, Ornate..! (Luar biasa, Ornate-Nama paggilan udara LettuPnb. Novi saat bertempur). Segera bergabung untuk misi terkahir, Menghancurkan Arsenal (gudang senjata) para gerombolan bersenjata!” maklumat dari Letkol Pnb Yudha diterima Lettu Pnb. Novi dan segera melesat di kegelapan malam. Sebagai wingman pilot, dia harus mengawal komandan agar misi berhasil.
Di saat ketiga pesawat sudah bergabung menuju sasaran terakhir, .dari arah belakang atas, muncul dua buah pesawat tempur negara tetangga yang mengejar ketiga pesawat F-16. Dari spesifikasi pesawatnya, Mayor Pnb. Dedy langsung mengetahui, bahwa pesawat itu jenis Sukhoi Su-27. Jenis yang masih tertinggal dibanding milik TNI AU dengan seri Su-35 yang lebih canggih.
Mereka semua sudah berlatih pertempuran udara (Dog Fight) di malam hari. Tanpa membuang waktu, semua sudah siapa berduel udara. “We are not enemies..Don’t shoot!” (Kita bukan musuh, jangan tembak) kontak Letkol Pnb. Yudha membuka komunikasi dengan 2 pesawat negera tetangga. Lertkol Yudha menyadari, selama menjalankan misi di daerah perbatasan ini, ke tiga pesawat F-16 harus bermanuver keluar masuk perbatasan berkali kali-kali.
Tanpa menjawab, satu pesawat Sukhoi Su-27 sudah bermanuver dan berada di belakang F-16 Letkol Pnb Yudha. Alarm radar di kokpitnya berbunyi “Beep..! Beep!’, itu artinya pesawat F-16 Letkol Yudha sedang dikunci rudal sidewinder (rudal udara ke udara) pesawat Sukhoi Su-27. Sesekali, terdengar rentetan tembakan senjata dengan kaliber peluru besar pada pesawat F-16 Letkol Pnb Yudha yang mati-matian bermanuver ke kiri dan ke kanan serta naik ke udara untuk menghindari bidikan senjata pesawat Sukhoi Su-27 di belakangnya.
Lettu Pnb. Novi yang bertugas sebagai wingman segera mengejar dan berusaha melindungi komandannya. Dia pun segera bermanuver di belakang pesawat Sukhoi Su-27 yang mengejar F-16 Letkol Yudha. “Wolf…wolf…naik..naik..vertikal!!” teriak Lettu Novi pada komandannya. Saat Letkol Yudha melakukan hal itu, dia sekarang lepas dari bidikan Sukhoi Su-27 milik negara tetangga.
Lettu Pnb. Novi sudah membidik Sukhoi Su-27 di depannya “Locked on..!” (Terkunci rudal) instrument dihelmnya memberitahunya untuk menekan picu rudalnya, namun Lettu Pnb. Novi tidak melakukannya karena masih di atas wilayah negara tetangga. Dia hanya berusaha menakut-nakuti. Letkol Pnb. Yudha segera menggunakan kesempatan itu dan masuk ke wilayah perbatasan udara Indonesia. Target terlihat saat dia terbang rendah. Dilepaskan rudal pertama yang menghantam pintu gua.
Dia bermanuver ke atas lagi untuk meluncurkan rudal kedua agar masuk ke gua yang diduga sebagai gudang senjata para gerombolan. Saat dia melakukan itu, ada pesawat Sukhoi Su-27 yang lepas dari kawalan Mayor Pnb. Dedy dan sudah berada di belakang pesawat F-16 Lettu Pnb. Novi. “Ornate..!..Ornate!..pesawat musuh. Posisi pukul 5 sore.! (Posisi Terbang dibawah F-16). Segera menghindar..!” teriak Letkol Pnb Yudha pada Lettu Pnb. Novi.
Akan tetapi semua terlambat, sebuah rudal udara ke udara melesat menuju pesawat F-16 Lettu Pnb Novi yang masih sibuk mencari keberadaan pesawat lawan. Dia pun segera bermanuver ke sana kemari. Sayangnya, suar (flares) di pesawatnya sudah habis. Rudal semakin dekat dan sulit dihindari. “Ornate..!!,..Eject..!..Eject!!” (Ornate!-Nama panggilan Lettu Pb Novi di udara.. Loncat…! Loncatt!!!) teriak Letkol Pnb Yudha selaku komandan misi saat melihat detik-detik rudal menghantam pesawat F-16 Lettu Pnb. Novi dan membuatnya meledak di udara.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
