Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART  21  (Mayor Pnb. Dedy Tertembak)
dokpri.ornate

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 21 (Mayor Pnb. Dedy Tertembak)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 21 (Mayor Pnb. Dedy Tertembak)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Mayor Pnb. Dedy masih sempat melihat kursi pelontar F-16 melesat ke udara sebelum rudal menghantam pesawat tempur Lettu Pnb. Novi. Setelah itu sebuah parasut mengembang dan turun terbawa angin menuju kegelapan hutan belantara. Demi menyelamatkan Lettu Pnb. Novi yang sedang berjuang mendaratkan parasutnya, Mayor Pb. Dedy segera bermanuver mengejar Sukhoi Su-27 milik Negara tetangga yang telah menembak jatuh pesawat tempur Lettu Pnb. Novi ‘Ornate”.

Mayor Pnb. Dedy dengan callsign Lion sudah berada di belakan pesawat Sukhoi Su-27, namun dia ingat bahwa perintah dari Pangkalan, jangan sekali-kali menembak pesawat tempur negara tetangga apabila di wilayahnya. Kejar-kejaran dan duel pesawat F-16 versus Sukhoi Su-27 terjadi di udara (Dog fight). Mayor Pnb Dedy sengaja mengunci pesawat lawan di depannya.

“Tracking..tracking.!” dan “Locked on!’ alarm di kokpitnya selalu berbunyi. Itu artinya pesawat lawan sudah tinggal menembak saja. Dia tidak melakukannya mengingat masih masuk diperbatasan tetangga. Pesawatnya segera bermanuver masuk wilayah Indonesia. Pilot Sukhoi Su-27 negara tetangga ikut terpancing dan mengikuti. Hanya Dengan sekali gerakan Roll up melawan G-force berputar ke atas dan akhirnya dia bisa kembali di belakang pesawat Sukhoi Su-27 lawan.

Wolf..!..wolf!..selesaikan misi Anda. Kedua pesawat ini aku atasi!” teriak Mayor Pnb Dedy pada Letkol Pnb Yudha “Wolf” yang sedang terbang rendah untuk menyelesaikan misinya, yaitu menembakkan rudal udara ke daratan dan masuk lurus ke dalam gua tempat penyimpanan senjata para gerombolan yang mengganggu kedaulatan NKRI. “Good luck, Lion..!” (Semoga berhasil, Lion-nama callsign Mayor Pnb. Dedy).

Setelah merespon perintah Mayor Pnb. Dedy, Letkol Pnb. Yudha segera melesat dengan terbang rendah di atas pepohonon mengarah pada mulut gua di bukit terjal. Dengan sekali tekan, Rudal melesat masuk ke dalam Arsenal (gudang senjata) para gerombolan. Terjadilah ledakan yang maha dahsyat. Begitu kerasnya ledakan sehingga membuat Langit gelap malam berubah menjadi merah menyala.

Mengetahui ledakan itu, pasukan bataliyon 500 Raiders dan Linud yang sudah bersiap dan berada di dalam hutan segera bergerak menuju sasaran untuk menumpas sisa-sisa pasukan dari gerombolan bersenjata. Terjadilah rentetan perang di hutan menjelang dini hari. Letkol Pnb. Dedy “Wolf” segera melapor ke Komando operasi di Pangkalan pusat. “Base..base…Mission Accomplished.!. Ornate, ! Mising in action. Lion..! stiil in Dog Fight!” (Markas..!..markas..!, Misi selesai dan berhasil. Ornate-Callsign Lettu Pnb Novi, Hilang dalam tugas. Lion,-callsign Mayor Pnb Dedy, masih bertempur di udara)

“Return to base..Return to base..ASAP-(as soon as possible!)” (kembali ke pangkalan secepat mungkin). Itu adalah perintah yang di dengar oleh Letkol Yudha. Setelah mendengar instruksi dari komando operasi, dia pun segera meluncur untuk membantu Mayor Pnb. Dedy yang sedang membidik salah satu pesawat Sukhoi Su-27 di depannya. “Locked on!” alarm di helmnya berbunyi. Itu artinya, dia harus menekan rudal. Kali ini Mayor Pnb. Dedy yakin bahwa dia sudah di wilayah NKRI.

Bersamaan waktunya dia menekan picu rudalnya, ternyata ada pesawat Sukhoi Su-27 lainnya yang juga menguntitnya. Rudal yang dia tekan, melesat menghantam keras pada pesawat Sukhoi Su-27 di depannya. “Bingo!’ teriak Mayor Pnb Dedy dari dalam kokpitnya. Terlihat, pilot pesawat Sukhoi Su-27 tidak sempat menekan kursi pelontarnya. Dapat dipastikan pilot negara lain itu gugur saat itu juga.

Mengetahui, satu pesawat Sukhoi-Su-27 temannya hancur, Pilot Sukhoi Su-27 yang berada di pesawat F-16 Mayor Pnb. Dedy segera mengejar dan memberondong pesawatnya. Beberapa puluru tajam dari senjata Canon kaliber 35 dengan ukuran besar yang dibawa pesawat Sukhoi-Su-27 berhasil menembus body pesawat F-16 Mayor Pnb. Dedy yang masih berjuang mati-matian menghindari rentetan senjata pesawat Sukhoi Su-27 di udara.

Letkol Pnb. Yudha yang datang tepat waktu langsung mengambil posisi di belakang Sukhoi-Su-27 yang mengejar F-16 Mayor Dedy. Beberapa peluru lainnya dari Sukhoi Su-27 berhasil menembus kaca canopi pesawat Mayor Pnb Dedy. “Lion!,..turun..!..turun, ..cepat..!!!” Letkol Pnb. Yudha berteriak. Mayor Pnb Dedy segera melesat turun drastis mengikuti gravitasi bumi. Dampaknya berbahaya. Pilot yang tidak terlatih akan bisa pingsan dalan hitungan detik.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post