MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 24 (Penyelamatan Lettu Pnb. Novi)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 24 (Penyelamatan Lettu Pnb. Novi)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Kabar akan kembalinya Mayor Pnb. Dedy dengan selamat meskipun pesawatnya mengalami kerusakan mesin sampai juga di Markas Komando Operasi "Sikatan Jaya" di Pangkalan Udara Utama di Jawa. Semua berteriak, namun untuk sesaat semua kembali diam dan menahan diri dari luapan kegembiraan yang berlebihan karena menjaga hati Berliani, istri Lettu Pnb. Novi yang sampai saat ini belum ada kabarnya.
Kapten Ckm. dr. Linda, menundukkan kepala dan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Dia merasa bahagia, bangga, terharu karena calon suaminya, Mayor Pnb. Dedy dikabarkan selamat. Akan tetapi, dia tidak mau menunjukkan rasa suka citanya mengingat Berliani ada di sebelahnya yang masih dalam kondisi bersedih. Sedangkan Risma yang menemani sudah mulai bisa menguasai diri juga dalam mendampingi adik sepupunya itu.
Begitu fajar menyingsing, Lettu Pnb. Novi yang sempat keluar dengan parasutnya detik-detik menjelang pesawat tempur F-16nya terkena rudal, mulai membuka matanya. Dia hanya ingat terlempar dan payung terjunnya mengembang. Dia tidak tahu mendarat dimana. Begitu sadar, ternyata hantaman cabang dan ranting pohon di hutan belantara membuatnya pingsan. Parasutnya tersangkut di dahan pohon besar.
Saat melihat ketinggian, ternyata jarak dirinya dengan tanah tidak sampai dua meter tingginya. Dengan perhitungan yang matang, Lettu Pnb. Novi melepaskan diri dari parasutnya dan jatuh di tanah humus yang lunak. Segera diperiksanya kondisi dan perlengkapannya. Dia bersyukur bahwa hanya terdapat luka ringan karena ranting pohon. Peralatan pistol FN militer, kompas dan pisau serta Tilpun satelit militernya masih utuh.
Setelah mempelajari peta yang terselip di balik baju terbangnya, dikeluarkannya kompas untuk mencari arah di mana pasukan Bataliyon 500 Raiders dan Linud berada. Sesekali, dibuka juga saluran komunikasi satelitnya, namun kesulitan menemukan sinyal. Lettu Pnb. Novi memutuskan untuk mengikuti aliran sungai di tengah hutan belantara. Untuk berjaga-jaga, diminumnya pil anti malaria dan makan sepotong coklat yang ada di sakunya, setela itu mulai mencari ketinggian untuk mencari sinyal.
Lettu Pnb. Novi bersyukur bahwa dulu pernah dilatih untuk survival (bertahan hidup) saat masih pendidikan sebagai siswa penerbang. Beberapa kali dia berpapasan dengan hewan buas seperti ular piton dan hewan lainnya seperti babi hutan serta beruang. Prinsipnya selama tidak mengakagetkan dan mengganggunya, mereka pun juga akan menghindar.
Setelah setengah hari dari pagi sampai siang, akhirnya mampu juga mendapatkan sinyal untuk melakukan komunikasi dengan pangkalan udara yang ada di Ambon. Dari atas bukit yang terbuka, Lettu Pnb.Novi berteriak pada Tilpun satelit militernya “Kontak..!..kontak…! Ornate di sini…Roger!”. Berkali-kali dia berpindah tempat untuk mencari sinyal yang terkuat. Setelah berkali-kali, akhirnya ada respon dari radio penghubung di pangkalan udara.
“Dicopy..!..Dicopy…! Sikatan!? Sikatan! ...Sandi!?? Ulangi!! Sandi!..sandi!?” ada respon suara dari Tilpun satelitnya. Lettu Pnb Novi merasa gembira dan segera menjawab cepat “Jaya…!...Jaya..!! Roger!”. Pangkalan udara yang menerima segera mengkonfirmasi berita itu bahwa dari sandi yang dijawab positif itu adalah benar-benar Lettu Pnb Novi yang dianggap Missing in Action (MIA) atau hilang dalam tugas ternyata dalam kondisi selamat.
Letkol Pnb. Yudha dan Mayor Pnb Dedy yang telah selesai beristrahat segera bergabung dalam komunikasi. “Ornate..!, Ornate..! Di sini, Lion (Mayor Dedy) dan Wolf (Letkol Yudha). Laporkan statusmu..!” Lettu Pnb Novi merasa senang karena sekarang dia mengetahui bahwa semuanya selamat dan misi telah berhasil dilaksanakan. Dia melaporkan bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan hanya luka ringan saja pada punggung karena ranting pohon.
Pangkalan Udara setelah mengetahui lokasi dan koordinat Lettu Pnb Novi dari sinyal tilpun satelitnya, dia diperintahkan untuk pindah ke tiitik koordinat 1-3-2 penjemputan yang berjarak 3 kilometer dari posisi dia saat ini. Saat sedang saling berkomunikasi dan melihat petanya, tiba-tiba ada suara desingan peluru dari sebelah kiri Lettu Pnb Novi. Dia pun segera bergulingan dan berlindung. Setelah mengamati medan, dia tahu ada beberapa sisa gerombolan bersenjata M-16 terlihat di kejauhan sedang menuju ke arahnya.
“Saya sedang ditembaki dan dikejar para gerombolan yang bersenjata M-16. Segera jemput di titik penjemputan..! Roger and out..!!” Setelah berkata begitu, Lettu Pnb Novi mematikan tilpunnya dan segera berlari turun dari bukit menuju ke titik penjemputan. Dengan jatuh bangun karena beberapa kali hampir kena peluru tajam. Dia hanya berlari sekuat tenaga. “Saya harus kuat..saya harus kuat dan selamat..!” Lettu Pnb Novi menyemangati dirinya sendiri sambil teringat Berliani dan anak yang dikandungnya.
Letkol Pnb Yudha dan Mayor Pnb Dedy yang mendengar dan mengetahui situasi Lettu Pnb. Novi segera ikut bergabung dengan beberapa Paskhas yang menggunakan 3 buah Helikopter Puma. Dilengkapi dengan membawa senapan otomatis, ketiga Helikopter Puma segera melesat untuk melakukan penjemputan dan menyelamatkan Lettu Pnb Novi yang sedang dikejar para gerombolan bersenjata. Jika terlambat, Lettu Pnb Novi akan bisa ditangkap oleh para gerombolan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
