Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART  25  (Helikopter Penyelamat dalam Bahaya)
dokpri.ornate&rohulpamelio

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 25 (Helikopter Penyelamat dalam Bahaya)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 25 (Helikopter Penyelamat dalam Bahaya)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Lettu Pnb. Novi terus berlari menuju arah koordinat 1-3-2 yang ditentukan sebagai titik penjemputannya, namun disi lain, dia juga dikejar gerombolan bersenjata yang beberapa kali menembakinya dengan senapan serbu M-16 dari kejauhan. Mau tidak mau, saat melewati rawa-rawa, dia harus merendam tubuhnya ke dalam lumpur. Setelah beberapa orang bersenjata melewatinya, dia segera keluar untuk membersihkan tubuhnya dari beberapa lintah yang menghisap darah dan menempel di kulitnya.

Pengejaran pada diri Lettu Pnb. Novi masih berlanjut. Pada saat tiba di tepi sungai yang dalam, rasanya semua jalan dan usaha sudah habis, apalagi di belakangnya masih ada orang gerombolan bersenjata mengikuti jejaknya. Lettu Pnb. Novi segera mengambil pistol FN, Tilpun satelitnya dan barang barang lainnya untuk dikumpulkan di kantong plastik yang ada disakunya. Dia tidak ingin, barang-barang penting itu rusak karena air. Yang dia pegang hanyalah sangkur (pisau) militer miliknya untuk menjaga diri.

Segera diambil dan dipotongnya satu ruas bamboo kecil untuk lubang pernafasan saat berendam ke sungai. Setelah dirasakan orang-orang bersenjata sudah mendekat, Lettu Pnb. Novi dengan perlahan masuk ke dalam sungai dan berada di tepi yang genangan airnya agak dalam. Ruas bamboo kecil sudah ada di mulutnya untuk bernafas. Hanya kepalanya saja yang masih terlihat untuk memastikan semua aman.

Tiba-tiba, ujung mata Novi melihat sesuatu yang bergerak di air sungai dari kejauhan, dan dia tahu itu adalah buaya sedang menuju ke arahnya. Saat dia ingin segera keluar dari sungai beberapa gerombolan senjata ternyata sudah berdiri di tebing sungai di atasnya. Sungguh simalakama, antara tetap meyelam atau keluar dari sungai dengan resiko tertangkap dan pasti akan disiksa.

Lettu Pnb. Novi hanya bisa pasrah dan berdoa. Para gerombolan bersenjata yang berdiri di tepi sungai tidak menemukan Novi karena dia merendamkan diri dengan bantuan ruas bamboo melalui mulutnya. “Tidak ada tanda-tanda pilot yang jatuh itu lari ke arah sungai sini..!” kata salah satu pria yang bersenjata AK-47. “Kau lihat dari dekatlah, siapa tahu di dalam sungai!?” perintah pria lainnya dengan membawa senjata laras panjang M-16.

“Kau lihat sendiri saja,..jika masuk ke sini, pasti dimakan buaya!. Lihat itu ada buaya di sana!?" Sahut orang laki-laki yang dekat dengan tempat Novi bersembunyi sambil menunjuk dengan jarinya. Setelah orang itu sedikit menjauh dari tepi sungai, Novi segera mengeluarkan kepalanya untuk melihat posisi buaya yang dia lihat tadi ada di mana. Ternyata, masih berjarak sekitar 7 meter darinya. Novi hanya pasrah dengan situasi itu.

Tanpa diduga oleh siapapun, salah satu pria yang membawa senjata AK-47 memberondongkan senjata otomatis buatan Uni Soviet itu ke sungai. Ternyata, beberapa peluru bersarang di badan buaya yang menuju Lettu Pnb. Novi. “Hentikan tembakanmu..! Apa yang kau tembaki pula..! Pilot itu mungkin sudah mati dimakan buaya bila sembunyi di sini. Buang-buang peluru saja kau ! Ayo kita cari ditempat lain..!” ajak salah satu pria yang membawa M-16.

Para gerombolan segera meninggalakan tepian sungai. Kesempatan itu dipergunakan oleh Lettu Pnb Novi untuk keluar dari air. Sambil mengeluarkan pistol, tilpun satelit dam barang lainnya, Novi melihat buaya yang hampir mendekatinya sudah tak bernyawa dengan posisi badannya terbalik terbawa arus sungai. Dia bersyukur pada Allah SWT. yang telah melindunginya dari banyak bahaya yang mengancam dirinya. Novi menjadi bergidik saat membayangkan jika diterkam buaya dan diseret masuk ke dalam sungai oleh buaya.

Setelah mendekati titik penjemputan, Lettu Pnb. Novi mencari tempat yang terlindung dan mengamati apabila muncul para gerombolan bersenjata yang mengejarnya. Dibukanya kontak radio via tilpun satelit militernya, namun sinyal sulit di dapat. Matanya berputar melihat sekeliling untuk mencari tempat ketinggian. Akhirnya terlihat sebuah batu besar yang menjulang. Sambil menggigit coklat yang ada di kantongnya untuk menjaga staminanya, Novi berjalan naik ke batu.

“Kontak..! Kontak.. Ornate di sini..! Roger!” teriak Novi. Respon langsung di dapat dari radio di Helikopter yang menuju ke arahnya. “Dicopi, ..dicopi…3 puma menuju koordinat. ETA (Estimated Time Arrival) 20 menit lagi..! Roger and Out” jawab Letkol Pnb. Yudha dari salah satu helikopter memberikan konfirmasi. Lettu Pnb Novi merasa senang sekali karena tim penyelamat sudah mendekat. 20 menit adalah waktu yang sangat lama baginya saat ini.

Sekali lagi, karena Letuu Pnb Novi duduk di ketinggian, posisinya menjadi sangat jelas terlihat musuh. Desingan peluru kembali mendarat di kanan kirinya. Lettu Novi yang hanya melihat ada 2 orang gerombolan, dia pun segera membalas dengan menembakkan pistol FN nya ke arah mereka. Setelah itu, dia lari sekuat tenaga sambil melindungi dirinya menuju koordinat titik penjemputan agar tidak terlambat.

Masih berlarian dan menghindar dari rentetan peluru, Lettu Novi akhirnya sampai juga di lokasi terbuka untuk dijemput dengan helikopter. “Kontak..!..kontak..!, saya sudah di lokasi penjemputan koordinat 1-3-2, Roger!” Novi berusaha memberitahukan statusnya. “Dicopi…kami sudah dekat..! Lemparkan granat asap kuning untuk tanda!” jawab Mayor Dedy dari helikopter yang kedua. Dia sering melihat ke bawah dan tangannya memegang senapan otomatis untuk berjaga diri.

Lettu Pnb Novi, segera membuka pin granat asap kuningnya untuk tanda saat mendengar suara bising dari mesin helikopter penjemputnya. Helikopter pertama yang melihat keberadaan Lettu Pb Novi di bawahnya segera menurunkan tali untuk menarik tubuh Lettu Novi. Sedangkan helikopter kedua dan ketiga terbang statis menjaga dan mengawasi bila ada gerakan gerombolan bersenjata di sekitarnya.

Baru saja Lettu Novi memegang tali yang dijulurkan kepadanya, tanpa diketahuinya beberapa gerombolan bersenjata yang mengejarnya memberondong dirinya dan juga helikopter yang menjemputnya. Dia pun refleks segera bergulingan dan bertiarap untuk menyelamatkan dirinya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post