MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 26 (Lettu Pnb Novi terselamatkan)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 26 (Lettu Pnb Novi terselamatkan)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Lettu Novi segera bertiarap, sedangkan helikopter pertama mendapatkan serangan mendadak dengan banyak tembakan pada badan logam dan rotornya. Suara gemerincing peluru logam bertemu dengan logam lainnya membuat kepanikan pilot helikopter. Mayor Pnb. Dedy yang ada di helikopter kedua segera melindungi Lettu Novi dengan membalas tembakan pada para gerombolan yang berlindung di bawah kelebatan pohon hutan belantara.
Asap warna kuning di titik penjemputan menjadi tabir pelindung bagi Lettu Novi yang masih bertiarap dan sesekali membalas tembakan sporadis ke arah sumber letusan senapan para gerombolan berasal. Helikopter ketiga dari pasukan Paskhas segera melakukan tembakan acak ke arah pepohonan demi melindungi helikopter pertama yang akan menjemput Lettu Novi
Kontak senjata dan lemparn bom tangan selama beberapa menit dan raungan suara baling-baling helikopter membuat suasana sepinya hutan menjadi riuh. Helikopter pertama, kembali menjulurkan tali agar Lettu Novi bisa mengaitkan badannya pada ujung tali. Tiba-tiba, salah satu Gunner (penembak senapan mesin di helikopter jenis Puma) melihat seseorang yang memanggul RPG (Roket Peluncur Granat) ke arah helikopter yang terbang statis.
“RPG..!! In Coming,,!!” (Ada roket peluncur granat!) teriaknya sambil memberondongkan senjata SMS (Senapan Mesin Sedang) yang terpasang di sisi kanan kiri helikopter. Pilot yang mendengarnya segera merespon dan bermanuver miring ke kiri saat melihat sebuag granat yang meluncur ke arah helikopternya. Untungnya, serangan roket itu bisa dihindari. Helikopter segera terbang menjauh. Lettu Novi yang sudah mendekati tali menjadi kecewa karena gagal tertolong.
Dia paham akan beratnya medan para helikopter tim yang menjemputnya. “Bahan bakar menipis..!” salah satu pilot helikopter memberikan informasi kepada Letkol Pnb. Yudha yang ada di helikopter pertama. “Jika tidak bisa menyelamatkan Lettu Novi, helikopter tidak akan bisa kembali ke Pangkalan Udara Utama!” tambah pilot di helikopter kedua juga melaporkan statusnya.
Letkol Pnb. Yudha yang mendengar laporan itu hanya diam. Pikirannya menjadi kalut. Bila meninggalkan Lettu Novi seperti ini, dipastikan dia akan ditangkap oleh para gerombolan. Namun jika terus berusaha dan hanya terbang berputar tanpa bisa menarik Lettu Novi, artinya bahan bakar helikopter akan habis. Pilihan akan menyelamatkan nyawa satu orang dengan banyak pasukan ada di tangan Letkol Pnb Yudha saat ini.
Saat sedang berputus asa dan akan meninggalkan Lettu Novi sendirian menghadapi para gerombolan bersenjata, Letkol Yudha dikejutkan dengan dentuman rudal yang berterbangan di rimbunnya pepohonan tempat para gerombolan menyerang. Ternyata sebuah helikopter dari TNI AD datang dengan persenjataan lengkap.
“Di sini, Pilot Lettu Cpn. (Corps Penerbang) Rohul Pamelio datang membantu..!” terdengar suara dari radio para pilot helikopter TNI AU. Setelah itu Lettu Cpn. Rohul dari Penerbad (Penerbang Angkatan Darat) meminta helikopter pertama untuk segera menggunakan kesempatan menarik Lettu Novi. Dia akan melindungi dengan menembakan semua rudal dan peluru besar dari senapan mesinnya yang bisa mematahkan pohon ukuran sedang.
Letkol Pnb Yudha mererasa bersyukur dan segera memerintahkan untuk menurunkan tali sekali lagi. Kali ini tali sudah bisa tersematkan di badan Lettu Novi, tinggal menarik ke atas saja. Saat proses itu, sesekali masih terdengar tembakan sporadis dari para gerombolan bersenjata, namun Helikopter warna hijau milik TNI AD tanpa ampun menghabisinya. Helikopter kedua di mana Mayor Dedy berada juga membantu dan mengawasi situasi.
Akhirnya, Lettu Pnb. Novi bisa ditarik masuk ke dalam helikopter pertama yang dipimpin oleh Letkol Pnb. Yudha. Helikopter segera diperintahkan untuk menjauh dari lokasi. Ketiga helikopter terbang berurutan dan dikawal oleh helikopter TNI AD menuju Pangkalan terdekat untuk pertolongan akan kondisi Lettu Pnb Novi serta mengisi bahan bakar sebelum menuju ke Pangkalan Udara di Ambon.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
