Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART  27  (Pendaratan Darurat di Gunung)
dokpri.Lettu Cpn.Rohulpamelio

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 27 (Pendaratan Darurat di Gunung)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 27 (Pendaratan Darurat di Gunung)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Dalam perjalanan menuju Pangkalan Udara terdekat, ternyata kabut di sore hari menjadi suatu hambatan bagi 4 helikopter yang baru saja menjalankan misi penyelamatan Lettu Pnb. Novi dari sergapan gerombolan bersenjata. Apalagi dengan kondisi bahan bakar helikopter yang semakin menipis.

“Kita mendarat darurat di Pangkalan operasi di atas gunung untuk istirahat, pengechekan kondisi helikopter setelah kontak senjata dengan para gerombolan dan juga untuk memberikan perawatan medis pada Lettu Pnb. Novi..!!” teriak Letkol Pnb Yudha kepada semua pilot melalui radio komunikasi di helikopter karena suaranya yang bising.

Pendaratan yang dipandu oleh beberapa pasukan Bataliyon 500 Raiders yang menjaga pangkalan udara darurat di atas gunung untuk pengiriman logistik dan amunisi. Satu persatu semua helikopter mendarat dengan lancar. Lettu Cpn. Rohullah Pamelio dari Penerbad (Penerbang Angkatan Darat) yang datang membantu misi penyelamatan, mendarat paling akhir sambil menjaga situasi.

Lettu Pnb Novi segera dibawa ke Tenda darurat di atas gunung untuk mendapat perawatan dari tim medis. Setelah diberi suntikan anti malaria dan menikmati ransum berprotein tinggi. Lettu Pnb Novi beristirahat di tempat tidur lipat militer di dalam tenda. Sungguh, dia merasa kurang istirahat selama dalam meloloskan diri dari pengejaran para gerombolan saat berada di hutan.

Lettu Cpn. Rohulllah begitu selesai memberi hormat dan melapor pada komandannya, menyempatkan diri untuk bertemu dengan Letkol Pb. Yudha dan Mayor Pnb Dedy yang juga sedang berisitirahat di dekat Lettu Pnb. Novi. Percakapan ringan terjadi untuk meredakan ketegangan syaraf dan otot mereka setelah menjalankan misi militer yang sangat berat dengan taruhan jiwa dan raga demi keutuhan NKRI.

“Lho, Lettu Novi, alumni SMA 1 Magetan juga ya? Juga asli Magetan nih?. Saya juga lho..Lulusan 2010, setelah itu saya masuk IDP (Ikatan Dinas Pendek) dengan penempatan menjadi pilot tempur Helikopter di TNI AD” tanya Lettu Cpn. Rohul saat mengetahui bahwa Lettu Pnb Novi adalah seniornya. “Waah, Terimakasih atas pertolongannya ya!. Anda datang tepat waktu saat penyelamatan tadi. Saya tidak bisa membayangkan jika tanpa bantuan dari Anda..!” balas Lettu Novi dengan wajah bersyukur.

“Oh, iya, saya Alumni SMA 1 Magetan tahun 2006, setelah itu, saya masuk Akademi Angkatan Udara (AAU)..! Senang bertemu dengan rekan satu kota dan satu sekolah juga nih!” tambah Lettu Pnb Novi yang menyempatkan berdiri dan memeluk Lettu Cpn. Rohullah yang telah menolongnya. Semua yang ada di tenda ikut bertepuk tangan dan menepuk pundak Lettu Cpn. Rohullah sebagai tanda terima kasih.

Malam itu mereka menginap di pangkalan udara darurat karena kabut yang sangat tebal. Semua beristirahat, terutama Lettu Pnb Novi. Beberapa Paskhas dan pasukan 500 Raiders, berjaga bergantian dengan senjata serbu lengkap jenis SS-V1 pada gelapnya malam untuk mengantisipasi bila ada sisa gerombolan yang meloloskan diri dari sergapan Linud dan pasukan 500 Raiders yang masih memburu para gerombolan di dalam hutan belantara.

Menjelang pagi, Letkol Pnb. Yudha masih belum bisa melakukan kontak secara resmi dengan Pangkalan Udara di Ambon. Dia akan melaporkan status dan kondisinya apabila tiba dengan selamat dan lengkap di Pangkalan Udara Utama. Setelah makan pagi dan pengisisan bahan bakar, Penerbangan ketiga helikopter sudah siap berangkat. “Sudah dicheck kondisi helikopter?” tanya Letkol Pnb.Yudha memastikan lagi pada ke tiga pilot.

“Siap, sudah komandan. Kondisi layak terbang, meskipun bebersapa badan helikopter terlihat ada lobang di sana sini bekas peluru tajam dari senjata AK-47 dan M-16 para gerombolan" jawab salah satu pilot helikpter Puma TNI AU. Lettu Cpn. Rohul izin tidak bisa menemani dan memberikan pengawalan ke Ambon karena harus membantu pengiriman logistik pada pasukan Linud dan 500 Raiders yang masih bertempur untuk menekan gerombolan bersenjata di beberapa titik di dalam hutan.

Semua saling bersalaman dan berpelukan serta diakhiri dengan saling menghormat. Lettu Pnb Novi dan Lettu Cpn Rohullah, saling berpelukan. “Salam hormat saya untuk istri Anda ya!” kata Rohullah, yang dirinya juga baru saja menikah namun harus segera bertugas. Semua segera bergerak karena udara sudah mulai cerah. Letkol Pnb Yudha dengan Mayor Dedy segera terbang menuju Pangkalan Udara Ambon. Penerbangan masih tetap berbahaya karena harus rendah dan melewati ngarai yang penuh dengan tebing di kanan kiri.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post