Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART  29  (Bertemu Keluarga)
dokpri.Lettu.Pnb.Novi"ornate"

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 29 (Bertemu Keluarga)

MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 29 (Bertemu Keluarga)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Perjalanan pesawat Hercules dan dua pesawat tempur F-16 kembali ke Pangkalan Udara Utama di Madiun berjalan dengan lancar setelah mendarat sebentar hanya untuk pengisian bahan bakar di Bandara Udara militer di Kupang. Rombongan di sambut oleh Komandan Pangkalan dan beberapa perwira yang menjabat serta bertugas di pengendali Komando Operasi Sikatan Jaya.

Setelah seremonial militer, Komandan Pangkalan Udara menyalami dan memberi selamat kepada ketiga pilot tempur F-16 yang berhasil menjalankan misi mereka di daerah perbatasan. Sesuai aturan militer, mereka semua menyerahkan daftar log rekaman penerbangan dan hasil dog fight selama penugasan untuk bahan evaluasi keberhasilan misi yang diembankan.

Mayor Pnb. Dedy dalam kesempatan itu juga melihat kehadiran Kapten Ckm.dr. Linda dan Letda Pnb. Purwo Rio yang bergabung menjemput mereka. Setelah upacara usai, dokter Linda yang sudah tidak sabar, segera menghambur dan memeluk Mayor Pnb Dedy, calon suaminya. Berat rasanya menahan air matanya agar tidak menetes turun. Dia berusaha menekan perasaannya, apalagi di situ masih ada Komandan Pangkalan Udara yang berbintang dua dan beberapa perwira menengah lainnya.

Saat Mayor Pnb Dedy dan Kapten Ckm. dr.Linda berpelukan, semua yang hadir di sekitarnya segera bertepuk tangan. Suasana menjadi riuh ramai dan sesekali terdegar siulan untuk menggoda mereka berdua. “Wow, Dunia serasa milik mereka berdua nih..!” teriak Letkol Pnb Yudha menggoda mereka sambil melihat kepada para pilot pesawat tempur dari skadron udara 14 yang dipimpinnya. “Kita semua bagaimana??..” tambah Letkol Yudha sambil menunggu jawaban para pilot.

“Kita semua adalah yang ikut numpang saja, komandan..!” salah satu pilot menyeletuk. Sontak, seluruh pilot dan ground crew tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan. Mayor Pnb Dedy dan Kapten Ckm.dr. Linda menjadi tersipu malu telah dikerjain oleh rekan mereka di Pangkalan. Lettu Pnb Novi yang tadinya juga ikut tertawa, untuk beberapa saat menjadi terdiam karena ingat akan Berliani, istrinya. Dia tidak yakin, apakah Berliani tahu bahwa dirinya hari ini sudah mendarat dengan selamat di Pangkalan setelah menjalankan tugas yang sangat berat.

“Berliani menunggu di rumah dinas, Mas Novi..! Dia masih ditemani Risma. Kelihatannya belum tahu jika Mas Novi sudah pulang hari ini. Saya juga belum mengabari Berliani. Ayo bersama kendaran kami. Saya antarkan ke rumah! Saya juga ingin memeriksa kandungan Berliani” kata Kapten Ckm. dr. Linda sambil menawari tumpangan.

Terimakasih, dokter..!. Saya dengan Letda Pnb. Rio saja. Saya nggak mau mengganggu Anda berdua yang lagi kangen-kangenan nih..!” Lettu Pnb Novi menolak tawaran dokter Linda sambil menggoda Mayor Pnb. Dedy. “Awas, kau..!. Tidak usah pulang saja sekalian! Biar aku yang memberitahu istrimu, ya!?” jawab Mayor Pnb Dedy sambil menggandeng tangan dokter Linda untuk segera pulang terlebih dahulu.

Sesuai maklumat Komandan Pangkalan. Semua Pilot tempur yang bertugas diberikan cuti selama sepekan bersama keluarga sebelum menerima hasil evaluasi pelaksanaan misi rahasia mereka. Lettu Pnb. Novi masih menunggu Letda Pnb Rio yang meminta izin kepada atasannya guna mengantarkan dirinya ke rumah dinasnya yang tidak jauh lokasinya dari Pangkalan Udara.

Kapten Ckm. dr. Linda ternyata sudah berangkat dan menuju ke rumah dinas Lettu Pnb Novi untuk memeriksa kandungan Berliani. Saat dirinya dan Mayor Dedy, turun dari mobil dinas TNI AU, Risma dan Berliani sudah berdiri di teras rumah dan melihat mereka. Belum juga Mayor Pnb. Dedy berkata apa-apa, Berliani dan Risma segera menangis tersedu-sedu.

Hati Berliani merasa sedih karena belum ada kabar tentang Lettu Pnb. Novi, suaminya. Dirinya mengira bahwa hanya Mayor Dedy, calon suami Kapten Ckm. dr. Linda yang bisa pulang dengan selamat. Mereka berdua membiarkan Berliani menangis. Setelah memeluk dokter Linda, Berliani juga memeluk Mayor Pnb Dedy dengan isak tangisnya yang semakin menjadi. Dia tidak menyadari sebuah mobil telah berhenti di depan rumah.

Lettu Pnb Novi segera turun untuk menemui istri yang selalu dirindukannya. Letda Pnb. Rio segera membantu sambil mengangkat tas ransel militer milik Lettu Pnb Novi dari mobil. Risma yang tadinya menangis, segera tersenyum melihat Novi yang berjalan menuju mereka tanpa disadari oleh Berliani. “Kok yang dipeluk Mayor Dedy! Suamimu tuh aku..!” suara Lettu Pnb Novi terdengar oleh Berliani dari belakangnya

Dia segera menoleh dan berlari memeluk suaminya yang dikira telah hilang dalam tugas. Masih sambil menangis, Berliani tetap memeluk erat suaminya sambil berkata “Semua jahat..jahat…aku dikerjain..!” Yang hadir di situ menjadi tertawa dan hal itu juga membuat Berliani tertawa meskipun air mata masih menetes turun karena bahagia.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post