MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 30 - TAMAT (Nasib Para Pilot Pasca Misi)
MEMBAKAR LANGIT BIRU-PART 30 - TAMAT (Nasib Para Pilot Pasca Misi)
Oleh : E.A.Wahyudiono
Cuti selama sepekan yang diberikan setelah mengemban misi rahasia dimanfaatkan oleh Mayor Pnb Dedy dan Kapten Ckm. dr. Linda. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Dokter Linda semakin menunjukkan rasa sayangnya pada Mayor Dedy, calon suaminya. Dia merasa takut apabila ditinggal penugasan lagi. Sesekali, mereka berdua menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan segala sesuatu untuk pernikahan mereka berdua yang tanggalnya sudah dekat.
Sementara, Lettu Pnb. Novi lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dan menemani Berliani yang sedang mengandung buah cinta kasih mereka. “Mas, kata dokter,..dari hasil USG (Ultrasonografi), calon anak kita nanti cewek!” kata Berliani. “Alhamdulillah, cowok atau cewek, disyukuri saja, yang penting sehat, cerdas dan cantik seperti ibunya!” jawab Lettu Novi dengan tertawa kecil. Berliani merasa bahagia melihat suaminya yang tampan dan selalu menyayangi dirinya.
Tidak terasa, liburan sepekan terasa cepat bagi mereka yang sedang menikmati kebahagiaan karena bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. Senin pagi, setelah melakukan apel rutin di Paangkalan Udara. Mayor Pnb Dedy dan Lettu Pnb Novi sudah ditunggu oleh komandan skadron udara mereka, Letkol Pnb Yudha untuk mengikuti sidang evaluasi penugasan dalam misi rahasia mereka di ruang khusus yang dibuat seperti ruang sidang.
Setelah prosesi pembukaan militer selesai, semua mendengarkan paparan dari perwira pelaksana operasi dan menampilkan slide show data penerbangan serta posisi pesawat tempur mereka saat dog fight melawan Sukhoi Su27 milik negara tetangga. Rekaman pembicaraan selama komunikasi juga diputar di dalam ruang persidangan untuk evaluasi.
“Dari hasil data dan rekaman serta posisi, Lettu Pnb Novi dinyatakan melaksanakan tugas secara professional. Posisi pesawatnya sering mengunci pesawat Sukhoi Su-27 lawan, namun tidak menembaknya karena masih ada di perbatasan. Apa yang dilakukannya adalah untuk kesuksesan misi dari Letkol Pnb Yudha yang bertugas meledakkan Arsenal. Dengan ini Lettu Pnb Novi dinyatakan Pilot pesawat tempur yang mempunyai kemampuan tinggi dan profesional” kesimpulan yang dibacakan salah satu perwira operasi.
“Sedangkan Mayor Pnb Dedy, dibenarkan untuk menembak salah satu pesawat Sukhoi-Su 27 lawan karena mengancam pesawat F-16 Letkol Pnb Yudha. Kejadian tersebut terjadi di wilayah NKRI. Dengan ini, Mayor Pnb. Dedy dinyatakan sebagai pilot tempur yang professional dan handal di masa depan” jelas perwira operasi militer di depan sidang evaluasi.
“Untuk, Letkol Pnb Yudha, selaku leader misi rahasia ini, semakin jelas menunjukkan kualitasnya sebagai seorang periwra penerbang tempur yang mengutamakan keberhasilan tugas dan keselamatan anak buahnya selama operasi. Hasil sidang memutuskan bahwa ketiga pilot pesawat tempur ini direkomendasikan untuk mendapatkan penghargaan. Demikian hasil evalusi pasca jalannya misi rahasia”. Perwira operasi militer segera mengakhiri pembacaan hasil evaluasinya.
Semua yang hadir serentak berdiri dan memberi ucapan selamat kepada ketiga pilot F-16 yang terlihat lega bahwa mereka sudah sukses menjalankan misi secara professional. Saat seseorang dengan pangkat bintang dua di pundaknya mendekat, serentak ketiga pilot itu berdiri tegap dan memberi hormat kepada komandan Pangkalan udara.
“Saya bangga pada prestasi kalian bertiga. Baru saja saya mendapat kabar dari Mabes TNI AU di Jakarta bahwa pasukan TNI AD dari Bataliyon 500 Raiders dan Linud yang bertugas di darat, telah berhasil menangkap banyak gerombolan bersenjata. Ini semua berkat keberhasilanmu dalam mengemban tugas. Sukses selalu untuk Anda bertiga!” kata Komandan LANUD sambil menepuk pundak ketiga pilot tempurnya itu.
Waktu berjalan dengan cepat, tidak terasa, pernikahan Mayor Pnb Dedy dengan Kapten Ckm. dr. Linda sudah berlangsung dan dihadiri oleh banyak tamu undangan. Prosesi pernikahan perwira militer dengan tradisi pedang pora berlangsung meriah dan lancar. Lettu Pnb Novi dan Letda Pnb. Purwo Rio ikut mengambill bagian dalam prosesi tersebut.
Setelah beberapa bulan, Mayor Pnb Dedy dikirim melanjutkan pendidikan militernya di Brazil, Amerika Latin. Sedangkan Lettu Pnb Novi, mendapatkan promosi untuk melanjutkan pendidikannya di Air Force Academy of Korea. Mereka berdua mempunyai kemampuan penguasaan bahasa Inggris yang sangat tinggi dan juga bahasa asing lainnya.
Sedangkan Letkol Pnb. Yudha dipromosikan pada jabatan yang lebih tinggi di MABES TNI-AU di Jakarta. Semua menerima penugasan itu dengan senang hati. Letda Pnb Rio, akhirnya juga bisa mewujudkan cita-citanya menjadi pilot pesawat tempur Hawk di skadron udara impiannya.
TAMAT



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
