Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
RISMA- Surat Dari Yang Tercinta (Epilog Membakar Langit Biru)
dokpri.risma

RISMA- Surat Dari Yang Tercinta (Epilog Membakar Langit Biru)

RISMA- Surat Dari Yang Tercinta (Epilog Membakar Langit Biru)

Oleh : E.A.Wahyudiono

Mengetahui Berliani dan Lettu Pnb Novi hidup bahagia membuat Risma terharu. Apalagi keluarga mereka berdua semakin lengkap dengan dianugerahi seorang anak perempuan yang cantik seperti ibunya. Juga, kehidupan Mayor Pnb Dedy dan istrinya, Kapten Ckm.dr. Linda. Sungguh mereka pasangan yang sangat serasi.

Risma teringat akan mantan kekasihnya, Lettu Pnb. Rendy yang gugur dalam misi penyergapan. Untuk mengenangnya, Risma mencoba untuk memberanikan diri membuka album dan buku milik almarhum Rendy. Saat membuka beberapa halaman buku tentang penerbangan, netranya menangkap sebuah surat yang dari seorang wanita yang juga mengisahkan kepergian suaminya saat mengemban misi latihan udara.

Surat dari Yang Tercinta

“Cinta murni sampai mati

Kupersembahkan tanpa ragu kepada negaraku

Tak ada yang lebih mulia

Daripada hidup penuh budi & bakti

Engkau titik kecil bagi dunia

Tetapi Engkau dunia raya bagiku”

Mas, Budihardjo Surono tercinta, bangsa Indonesia pasti masih merekam saat engkau gugur dalam tugas pada tanggal 30 Oktober 1980. Setiap detik, setiap saat, akupun masih mengingatmu sebagai sosok prajurit sapta marga yang mempunyai komitmen kuat terhadap tugas dan pengabdian pada nusa dan bangsa. Bagimu, rasa cinta pada nusa, bangsa dan negara adalah segala-galanya, jauh melebihi rasa cinta kepada istri dan anakmu sekalipun.

Mas, semua komitmenmu ini selalu engkau sampaikan kepadaku, calon pendamping hidupmu-menjelang pernikahan kita. Aku maupun keluarga besarmu sangat memahami dan menghormati akan prinsip hidupmu. Engkau ingin agar dapat dikenang dan diteladani oleh anak cucumu kelak.

Mas, kini Ardhya Santika telah menjadi gadis yang pintar sepertimu. Ia pun sering bertanya dan mengungkapkan kerinduan akan pelukan dan gendonganmu. Namun aku selalu menguatkan bahwa putri pejuang haruslah terlalu kuat untuk sebuah raksasa gelombang kehidupan yang sempat menenggelamkanku dalam haru biru.

Hidup Berarti, sudah itu mati sayangku. Selamat jalan dan aku masih tetap merindukanmu.

Istrimu Tercinta

Ny. Ir. Tadani Ratnaningrum Budihardjo Surono.

Bandar Lampung, 19 Februari 2002.

Air mata Risma menetes perlahan karena rasa haru yang mendalam sehabis membaca surat yang ditulis begitu indah. Apalagi dalam penjelasan dituliskan bahwa Ardhya Santika, putri dari Almarhum Mayor Pnb. Budihardjo Surono, setelah lulus Sarjana S1 dari Universitas Indonesia mampu meneruskan studi S2 di Perancis dengan beasiswa penuh untuk program Masternya.

Sekarang Risma merasa tentram, bahwa dirinya tidak lah sendirian. Semua sudah merupakan takdirnya. Dia hanya selalu mendoakan almarhum kekasihnya, Lettu Pnb. Rendy. Sesekali, Lettu Pnb Rendy mendatanginya di dalam mimpi agar dia meneruskan hidupnya. “You must be strong and Life must go on..!” Itu adalah pesan darinya untuk Risma.

Risma segera bangkit dan menutup buku “The Golden Moment of Tiger-25 Tahun Mengawal Bangsa” Karya Djoko Suyanto (Mantan Panglima TNI 2006-2007) serta mendekap buku itu ke dadanya.

Salam Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post