EUTANASIA
Anda pernah mendengar istilah tersebut di atas? jika iya, benar namanya, yaitu Eutanasia. Bila dibaca seperti nama indah untuk wanita bila disebutkan seperti halnya, maaf, Nathasia, bukan? Atau bisa juga mengingatkan seperti nama satu negara, judul film animasi atau nama kosmetik.
Indah bila didengarkan, namun hal itu mengerikan bagi yang mengetahuinya. Menurut Wikipedia, Eutanasia yang dimaksud adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan.
Di beberapa negara masalah eutanasia, itu adalah hak setiap individu untuk mengakhiri hidupnya sendiri meskipun masih menjadikan polemik apakah termasuk legal atau ilegal dilihat dari kacamata hukum. Dalam perspektif agama, eutanasia adalah termasuk perbuatan dosa besar.
Commit Suicide, atau keinginan untuk bunuh diri sering terjadi di belahan negara manapun. Kasus ini bisa menimpa artis yang sudah tenar, pengusaha sukses, orang yang merasa gagal dalam meraih impiannya atau terjadi pada mereka yang mengalami depresi berat atas permasalahan hidupnya.
Beberapa negara di Eropa menganggap eutanasia adalah hal wajar saja. Juga termasuk Korea dan Jepang. Di kedua negara itu, angka bunuh diri pada pelajar termasuk tinggi hanya karena kasus sepele seperti perundungan di sekolah atau karena nilai ujiannya jelek. Bahkan ada satu hutan di Jepang yang terkenal sebagai tempat untuk melakukan bunuh diri. Anehnya, mereka tidak punya permasalahan yang berat dalam hidupnya, namun nekad untuk bunuh diri hanya karena bosan dengan kehidupan yang dianggapnya tidak menyenangkan menurut mereka.
Saat situasi kehidupan dunia masih normal dan semua aktifitas hidup penuh dengan persaingan untuk sukses serta berusaha untuk berkompetisi dalam mengaktualisasikan diri mereka, angka eutanasia atau dalam istilah dan teknik yang berbeda yaitu keinginan untuk mengakhiri hidup (commit suicide), (harakiri dalam istilah bahasa Jepang) mengalami kecenderungan naik dalam kasus per kasusnya.
Namun, di saat pandemi Corona yang melanda dunia saat ini, di mana semua orang menjadi tidak pasti dalam menapak masa depan baik di sektor ekonomi, pendidikan, pariwisata, karir dan turunnya angka kesempatan kerja belum ada kasus yang menonjol terkait berita eutanasia masal atau keinginan untuk melakukan bunuh diri.
Bila dicermati, perilaku individu warga dunia justru berusaha keras agar tidak terpapar virus Corona yang mematikan itu. Disadari atau tidak perilaku itu sudah mengarah pada sifat evolusi manusia di muka bumi untuk mencari solusi dalam mengatasi ancaman virus Corona secara global.
Bila direnungkan lebih dalam, mengapa harus bersusah payah untuk bunuh diri atau ber-eutanasia bila sewaktu-waktu setiap diri manusia bisa terpapar virus dan membuat mereka meninggal dalam kurun waktu yang singkat?
Disyukuri saja hidup ini dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat positif bagi diri sendiri dan orang lain. Perasaan ketakutan akan terpapar virus Corona hanya membuat imun tubuh kita menjadi melemah. Hiduplah bahagia. Hal itu yang saat ini dilupakan oleh kita semua termasuk saya pribadi.
Salam literasi dan jaga sehat selalu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
