Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dosa Kucing Persia dan Angora

Dosa Kucing Persia dan Angora

Kita sering mendengar kalimat ‘Apalah arti sebuah nama?’ Apabila menemukan ada nama-nama yang terdengar indah namun perilaku pemilik nama tersebut tidak mencerminkan makna keindahan dari nama yang dimilikinya.

Kita tidak perlu menyalahkan siapapun baik si pemberi nama atau melebih-lebihkan serta menghubungkan nama yang terdengar indah dengan makna yang luar biasa.

Sesungguhnya, nama yang diberikan itu adalah harapan dan sebagai ‘tetenger’ (Bahasa Jawa) yang artinya tanda agar si pemilik nama berbeda dari tanda atau nama dari orang lainnya. Bila demikian, pastilah keunikan nama bagi pemiliknya merupakan suatu anugerah yang patut disyukuri dan menjaga maknanya dengan perbuatan baik.

Pada pengalaman saat pertama kali mengajar pada tahun 1989, rasanya saya mudah mengingat nama murid-murid karena sedehana dan bisa jadi hanya satu atau dua kata. Sekarang, saya hanya menghafalkan nama panggilan mereka dikarenakan begitu panjang dan rumitnya nama-nama murid saya untuk dilafalkan. Seolah-olah nama dari 4 anak yang berbeda dimiliki atau ada dalam nama satu murid saja.

Beberapa saat yang lalu, saya menawarkan 2 ekor kucing saya untuk dipelihara oleh murid-murid yang benar-benar ‘cat lovers’. Kucing yang baru berusia 4 bulan dan sedang lucu-lucunya. Satu kucing berwarna putih bersih dan satunya hitam kelam. Si putih adalah Persia sedangkan si Angora adalah yang berwarna hitam.

Begitu selesai saya tawarkan di group kelas, Android di tangan tidak berhenti akan adanya dering ratusan pesan masuk, dan bahkan ada yang beberapa kali mencoba menilpun langsung. Mereka semua bersedia untuk menerima kucing Persia dan Angora milik saya serta berjanji akan merawatnya dengan sepenuh hati.

Namun, saat sudah datang ke rumah untuk mengambil kucing yang dikehendaki, puluhan siswa saya secara bergantian langsung membatalkan niat mereka. Mereka kaget saat melihat kucing yang saya tunjukan merupakan jenis kucing kampung biasa yang kecil dan kurus. “Lho, katanya kucing Persia dan Angora, pak?’ tanyanya.

Setelah itu saya jelaskan bahwa meskipun kucing kampung, yang berwana putih itu saya beri nama Persia, sedangkan kucing kampung yang berbulu hitam diberi nama Angora. Walaupun sudah saya jelaskan, mereka hanya meminta maaf dan membatalkan untuk memeliharanya di rumah. Setelah itu mereka bergegas pamit pulang.

Saya hanya bisa merenung dan mengamati kedua kucing si Persia dan Angora yang wajahnya memelas itu. Apa salahmu sebagai kucing kampung yang mempunyai nama keren dan asing? Apakah kamu tidak berhak mendapatkannya? “Sungguh malang nasibmu, Cing..!”, gumanku dalam hati sambil merenung, masihkah perlu memberikan nama yang indah pada seseorang atau sesuatu meski berbeda dengan makna jati dirinya?

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post