Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
FENOMENA BUANG ANGIN

FENOMENA BUANG ANGIN

Fenomena Buang Angin

Mohon maaf, sepertinya membahas fenomena buang angin di budaya timur tabu untuk diulas, namun tidak ada salahnya juga sekedar menjadikan bahan perenungan pengisi waktu luang.

Buang angin, atau istilah bahasa Jawanya kentut sungguh menjengkelkan bagi siapa saja. Itu berlaku bagi orang yang membuangnya, meskipun tidak berniat atau bagi orang di sekitarnya sebagai penerima aroma khas gas buangan.

Perasaan malu, lucu, bahagia, tertawa, kaget, marah, geram, mengumpat bisa terekspresikan pada mereka semua. Apalagi apabila peristiwa buang angin menimbulkan bunyi yang merdu di situasi atau tempat yang tidak diharapkan. Katakanlah saat rapat, di ruang tertutup atau di kelas sekalipun. Betapa hebohnya kejadian itu.

Bila Anda ingat, betapa Anda akan berusaha menahan buang angin saat masih pacaran dengan kekasih agar terlihat sempurna di matanya yang padahal mereka akan membuang angin dengan sengaja bahkan berusaha agar menimbulkan bunyi yang cukup keras setelah menjadi suami istri.

Fenomena proses pencernaan dari makanan berserat yang menimbulkan gas buang dari usus sungguh berpengaruh pada semua perilaki strata sosial masyarakat. Sesekali ambil sajalah sisi positifnya.

Bagaimana bisa?

Justru gas di usus akan menjadi berbahaya bila tidak dilepaskan bagi pemiliknya dan saat terlepaskan, hal itu tidak mengenal waktu dan tempat. Jika Anda melihat, ada orang sedang salat kemudian keluar dan berwudhu lagi, artinya dia adalah orang yang jujur dan bisa ditebak bahwa wudhu sebelumnya batal karena terlanjur buang angin. Karakter diri dalam hal kejujuran yang perlu dipertahankan.

Jika Anda sedang ada di dalam lift gedung bertingkat, tiba- tiba ada yang buang angin dengan aroma yang tidak sedap, janganlah keburu marah terlebih dulu. Ambil saja sisi positifnya. Jika hidung Anda masih mampu mencium aroma kentut tersebut, artinya Anda sedang sehat dan tidak terpapar virus Corona.

Semangat berbahagia bila demikian. Ikhlas melepas dan ikhlas menerima sajalah.

Salam literasi !

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post