Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JIMAT KEPANDAIAN
self-designed by Canva

JIMAT KEPANDAIAN

JIMAT KEPANDAIAN

Di saat melakukan ziarah ke makam leluhur menjelang awal bulan ramadhan dengan mengajak anak dan istri, mata saya sempat memperhatikan sekelompok remaja putra dan putri yang sedang ke sana kemari seperti mencari bunga kamboja (plumeria/ Adenium )yang berjatuhan di areal pemakaman umum di desa kelahiran saya, namun hal itu tak begitu saya hiraukan.

Setelah membersihkan makam almarhum kedua orang tua dan berkirim doa, kembali mata saya terpaku pada kegiatan para remaja yang masih asyik mengumpulkan bunga kamboja yang berguguran dan berserakan di dekat saya.

Ketika akan meninggalkan lokasi makam itu, anak-anak remaja tadi tidak menyadari jika mendekati pohon kamboja yang tumbuh di dekat makam ayah saya. Karena penasaran, saya pun akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan kenapa mereka seperti belum menemukan bunga kamboja yang dicarinya. Mereka pun berhenti, dan salah satu dari mereka bercerita bahwa mereka sedang mencari bunga kamboja dengan 3 kelopak bunga daun yang jatuh.

Aneh juga, setahu saya bunga kamboja putih itu selalu mempunyai 4 atau 5 daun kelopak bunga. Tidak ada yang berkelopak atau berdaun bunga 3. Rasa penasaran membuat saya bertanya lagi tentang manfaat bunga kamboja putih yang memiliki 3 kelopak daun bunga.

Dari cerita mereka, saya sedikit terkejut bahwa sudah banyak makam yang mereka datangi untuk mendapatkan 3 kelopak daun kamboja. Bunga dengan tiga tangkai daun itu untuk jimat ujian masuk perguruan tinggi negeri. Bila bisa mendapatkannya, semua keinginan mereka akan dikabulkan karena itu adalah JIMAT KEPANDAIAN ( barang yang diasumsikan mempunyai kekuatan magis untuk melancarkan keinginan/ meminta kepandaian).

Mereka mendapat perintah dari dukun (orang yang dianggap pintar dan ilmu mistis) dalam memuluskan usaha masuk PTN favorit serta bisa menjadi pandai tanpa melalui proses belajar dengan syarat bisa mendapatkan bunga kamboja bertangkai tiga tadi. Ternyata mereka adalah anak- anak yang baru lulus dari SMA dan SMK sederajat yang akan mengikuti saringan ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalui ujian tulis (UTBK).

Setelah mereka berpamitan untuk pindah ke makam umum di desa lain dalam usaha mencari bunga kamboja, saya sempat tercenung lama dan merasa heran bahwa di hari seperti ini, masih ada sekelompok pelajar yang berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan kepandaian agar bisa menembus masuk PTN favorit dengan menggunakan jimat seperti cerita di atas.

Saya mengagumi semangat dan kerja keras mereka dalam mencari daun kamboja dengan 3 kelopak daun, namun di mana ada ceritanya bisa menjadi pandai tanpa proses belajar? Kenapa usaha mereka pergi ke sana kemari tidak dipakai untuk membuka buku, membaca, belajar siang dan malam, mendiskusikan materi dengan guru dan teman serta berlatih dengan soal yang akan diujikan?

Sebetulnya, sebelum mereka meninggalkan makam dan pindah ke makam umum lainnya untuk mencari jimat tadi, saya sempat ingin memberi nasehat, bahwa jika ingin pandai, mending buku pelajaran sekolah itu dibakar di atas piring, begitu menjadi arang, segera haluskan dan campur dengan bubuk kopi ke dalam gelas. Setelah itu diaduk, tuangkan air panas dan tambah gula, kemudian segera diminum.

Dengan cara itu, dijamin semua materi pelajaran sudah ada di dalam tubuh kita. Sayangnya bukan di otak kita. Aahh, ada-ada saja !

Salam cerdas.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post