Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KEPUTUSASAAN MELAHIRKAN TOKOH SUPER HERO
self-designed by canva

KEPUTUSASAAN MELAHIRKAN TOKOH SUPER HERO

KEPUTUSASAAN MELAHIRKAN TOKOH SUPER HERO

Apakah Anda penggemar cerita kepahlawanan dari beberapa tokoh Super hero? Sebut saja karya Marvel Inc seperti Superman, Spiderman, Wonder woman, Satria Baja Hitam, Power Rangers dan masih banyak lainnya yang bisa Anda tambahkan sesuai karakter dari tokoh Super hero yang sesuai dengan karakter Anda sebagai penikmat cerita dari komik atau filmya.

Semenjak kecil, saya sering mencuri-curi untuk membaca komik tentang tokoh Super hero dan merasa takut ketahuan kedua orangtua saya. Bila kedapatan membacanya, pastilah akan diomeli seharian karena menurut pemikiran mereka, membaca komik akan membuat saya menjadi bodoh dan malas belajar.

Sejujurnya, membaca komik dan menonton film tentang Super hero justru membuat imajinasi kita menjadi terbentuk dan berkembang untuk meneladani dari karakter yang dimiliki oleh pahlawan super itu. Perbuatan menolong yang lemah, mencegah bencana alam dan melindungi mereka yang teraniaya dari pihak yang mempunyai kekuatan jahat.

Bila dicernati para tokoh super itu sehari harinya berada di tengah masyarakat dengan menyembunyikan kekuatan aslinya dengan berbagai alasan. Coba, amati tokoh Clark Kent, sebagai Superman, Peter Parker, si Spiderman, bagaimana kehidupannya dalam masyarakat? Selalu tampak lemah, kan? Saat banyak dari kita baik secara individu maupun kelompok menjadi tertindas oleh penguasa atau terjebak dalam bencana kelaparan, gempa bumi, banjir, perang yang tak berkesudahan bisa membuat perasaan manusia menjadi putus asa.

Mereka tidak mempunyai daya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya, sehingga memunculkan imajinasi untuk mengharapkan bantuan dalam bentuk tokoh khayalan dan imajinasi, yaitu manusia super, yang bisa menyelamatkan dan membantu mereka terlepas dari penderitaan hidup. Para manusia super itu hadir untuk memberikan harapan pada manusia lemah bahwa masih ada kekuatan baik dibalik keputusasaan.

Tokoh manusia super ciptaan imajinasi kita, mereka mempunyai kekuatan yang melebihi batas kewajaran manusia pada umumnya, dan lucunya, Anda juga terbawa serta mengaguminya. Saya masih ingat, saat kecil dan menikmati Bioskop Misbar (Gerimis Bubar), yaitu bioskop layar tancap di lapangan desa, begitu tokoh Super hero muncul untuk menghajar para penjahat, semua penonton terbawa secara emosional bergemuruh bertepuk tangan merasa senang karena tokoh super heronya hadir untuk membantu.

Sebenarnya, jika boleh jujur, semua dari kita ini adalah Super hero. Kita juga mempunyai kekuatan super yang luar biasa untuk melakukan perubahan di dunia ini. Hal itu bisa dimulai dari merubah diri kita sendiri terlebih dahulu untuk menjadi tokoh yang baik. Kekuatan yang kita miliki itu tersembunyi di dalam diri kita dan akan keluar saat situasi yang luar biasa di bawah alam sadar.

Amati saja, banyak tokoh sakti di masyarakat kita. Mereka mampu makan pecahan kaca tanpa terluka dimulut dan perutnya, kebal sabetan senjata tajam, bisa menghancurkan plat logam atau beton dengan sekali pukul serta kemampuan tenaga dalam baik mistis atau bersifat metafisika.

Ada teman guru yang pernah tanya pada saya saat membahas tokoh manusia super. Jika memang Indonesia banyak orang sakti, kenapa dulu tidak menggunakan ilmu santetnya untuk melawan para penjajah Belanda atau Jepang?

Saya jawab dengan santai saja dengan setengah bercanda bahwa hal itu tidak bisa dilakukan karena orang sakti itu tidak tahu weton lahir (pahing, pon, kliwon, pahing, legi) orang belanda itu beserta weton kedua orang tuanya. Padahal itu syarat utama dalam penyantetan. Oleh karena itu, dampaknya kesaktian ilmu santet mereka itu hanya dipakai untuk menganiaya sesama orang dari bangsa kita sendiri.

Kekuatan super atau keberanian yang kita miliki akan muncul saat kita merasa takut, tertindas atau marah. Coba diingat-ingat, Anda merasa kesulitan dan takut naik pohon, namun saat dikejar Anjing atau babi hutan, dengan mudahnya pohon sebesar apapun anda panjat, kan? Bisa jadi lari Anda menjadi lebih cepat dari para pelari professional dalam lomba lari juga.

Apalagi jika kita mempunyai kekuatan super lainnya berupa jabatan, kekuasaan, tenaga, dana, harta dan ilmu. Kenapa kita tidak menjadi manusia super dan kita gunakan untuk membantu pada mereka yang membutuhkan dengan tidak menunjukkan jati diri kita yang sesungguhnya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, kita semua membutuhkan harapan untuk keberlangsungan kehidupan umat manusia di seluruh dunia.

Namun sayang sekali, justru yang sering terjadi di masyarakat kita, pertolongan yang diberikan karena mempunyai pamrih atau niat lain untuk kepentingan pribadi dibaliknya.

Salam super.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post