Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mencongkel Pintu Surga
self-designed by Canva

Mencongkel Pintu Surga

Mencongkel Pintu Surga

Oleh : E.A.Wahyudiono

10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan baru saja kita masuki. Sungguh waktu berjalan sangat cepat dan tidak terasa sudah meninggalkan 10 hari pertama dan 10 hari kedua. Limpahan Rahmat dari 10 hari pertama serta Maghfirah (ampunan) pada 10 hari kedua selalu dimohonkan oleh semua umat muslim di muka bumi ini.

Apalagi yang 10 hari terakhir,yaitu adanya Lailatul qadar. Yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bagi mereka yang mendapatkannya akan dibebaskan dari api neraka. Bila seperti itu, pasti lah kita semua berlomba-lomba untuk mendapatkannya dengan melakukan banyak ibadah, amalan dan berbuat kebajikan serta kebaikan. Keinginan kita sebagai umat muslim sama, yaitu ingin masuk surga.

Hanya saja, pintu surga yang mana yang akan terbuka untuk masing-masing dari kita sebagai hamba Allah SWT. Bila mengetahui jenis-jenis pintu Surga yang kelak terbuka lebar dan kita boleh bebas melewatinya rasanya kita tidak menyadari menjadi sedikit sombong untuk berkata pada diri sendiri dan juga pada orang lain, “Ini lho pintu Surgaku kelak! Dan mana pintu Surgamu!?

Kenapa demikian? Coba saja dicermati syarat kita bisa masuk melewati pintu-pintu Surga tersebut. Jangan-jangan kelak tertutup sehingga kita harus mencongkelnya karena merasa yakin mempunya hak telah memenuhi persyaratan untuk memasukinya.

Delapan pintu Surga yang dijelaskan dalam muslim.co.id, dari HR.Muslim no.28, maka kita wajib mengimani dan membenarkan kabar dari Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wassalam bahwa Surga memiliki delapan pintu.

Dari berbagai rujukan hadits beserta penjelasannya, ada berbagai perbedaan pendapat dari para ulama dan sepakat membaginya 4 pintu yang utama, yaitu 1. Babus shalah (pintu shalat) bagi orang yang mendirikan shalat. 2. Babul Jihad (pintu jihad) yang dimasuki oleh mereka yang berjuang di jalan Allah, 3. Babus shadaqah (pintu sedekah), bagi mereka yang gemar mensedekahkan harta atau pun ilmu, 4. Babur rayyan (pintu ar rayyan) atau sering disebut Babus shiyam (pintu puasa), bagi mereka yang menjalankan puasa.

Sedangkan 4 pintu Surga lainnya dari perbedaan pendapat dari para ulama, ada di antara pintu berikut ini, yaitu 1. Babul kazhiminal ghaizha (pintu menahan marah) 2. Babul ayman (Pintu kanan), bagi orang yang sempurna tawakalnya, 3. Babur radhiin (pintu ridha ), bagi orang yang ridha kepada takdir Allah, 4. Babut taubah (pintu taubat) bagi mereka yang sudah bertaubat nasuha, yaitu penyesalan tertinggi, 5. Babul walid (pintu berbakti pada kedua orang tua), 6. Babul hajji (pintu haji), bagi mereka yang sudah menyempurnakan hajinya, 7. Babudz driki (pintu dzikir), bagi mereka yang banyak berdzikir, 8 Babul ilmi (Pintu ilmu), bagi mereka yang memiliki ilmu dan bermanfaat bagi orang lain.

Setelah membaca, memahami dan merenungkan perihal jenis pintu Surga yang disebutkan di atas, Anda bisa mencari dan meyakini pintu Surga yang mana yang kelak akan dimasuki. Diakui atau tidak, dalam hati, pasti akan mengatakan bahwa rasanya banyak pintu surga yang akan terbuka untuk Anda karena merasa sudah paling rajin shalat, juga sudah menunaikan ibadah haji. Ditambah lagi sering gemar bersedekah dan suka berdzikir. Gemar berpuasa senin kamis serta wajib di bulan ramadhan. Belum lagi merasa sudah paling berbhakti pada kedua orang tua kita masing-masing.

Rasanya merasa senang bahwa banyak pintu Surga yang kita bebas memilihnya sampai kelak tidak menyadari bahwa meskipun semua amalan shalat, dzikir, kebajikan, sedekah puasa itu dilakukan dengan niatan bukan ikhlas, merasa sombong, merasa paling beriman, paling dermawan dan paling berilmu serta mencari pujian diri dan lainnya, meskipun hanya sebutir zarrah, untuk mencari ridha Allah Subhanahu wa ta’ala semata, maka pintu semua pintu Surga itu pun akan tertutup.

Pastilah kita kelak akan menyesal dan harus mencongkel pintu Surga agar bisa memaksa masuk ke dalamnya.

Salam Literasi Muslim

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post