Hukum Coulomb pada Pikiran akan Ketertarikan Materi Pelajaran
Pernah dengar dengan istilah hukum yang dimaksud di atas? Pasti lah!, itu adalah mata pelajaran fisika untuk anak kelas 9. Seperti tebakan Anda sebelumnya bahwa materi pada pelajaran hukum coulomb itu berhubungan dengan kelistrikan. Hukum ini menyatakan apabila terdapat dua buah titik muatan listrik maka akan timbul gaya di antara keduanya. Bisa jadi tarik menarik atau tolak menolak.
Defenisi tepatnya adalah dua muatan listrik sejenis tolak menolak dan dua muatan listrik tak sejenis tarik-menarik. Ini berarti antara dua muatan listrik timbul gaya listrik (tolak-menolak atau tarik-menarik). Hubungan gaya tarik atau gaya tolak antara dua bola bermuatan dengan jarak antara kedua muatan diselidiki oleh seorang ahli fisika bangsa Prancis bernama Charles Coulomb pada tahun 1785.
Hukum Coulomb itu mengingatkan pada cara kerja pikiran kita akan ketertarikan pada seseorang atau sesuatu. Sebelum membahasnya, coba diingat masa kita berada di bangku sekolah dasar dulu. Sambil bercanda, kita ambil sebatang penggaris dan menggosokannya berulang kali di rambut pada kepala kita. Setelah, kita siapkan robekkan kertas kecil-kecil di atas meja. Saat penggaris kita dekatkan, kertas tadi menempel pada penggaris. Artinya telah terjadi gaya tarik menarik karena muatan energi listrik yang berbeda.
Anda mungkin pernah bertanya-tanya dalam hati, kenapa barang elektronik seperti televisi, tape recorder, kipas angin, kulkas di rumah selalu penuh dengan debu. Tentu saja, karena barang-barang itu mengandung energi listrik sehingga menarik banyak partikel debu di sekitarnya. Prinsipnya sama, jika muatannya listriknya sama, pasti akan tolak menolak dan sebaliknya bila muatan listriknya berbeda, akan terjadi saling tarik menarik.
Nah, selanjutnya, apa hubungannya dengan energi listrik di otak dalam tanda kutip ‘pikiran’ kita? Apakah hukum coulomb itu juga berlaku pada aspek kehidupan ini? Bisa jadi juga demikian meskipun tidak disadari secara langsung. Terkadang kita tidak menyukai seseorang tanpa alasan yang padahal orang tersebut baik, ramah, kaya dan berilmu. Jangan-jangan hukum coulomb juga ada di kelistrikkan otak kita, tuh?!
Saya juga memperhatikan hal lainnya lagi. Kenapa video, artikel ilmiah, materi pelajaran, rangkuman dan lainnya yang kita bagikan, tidak menarik minat anak didik kita untuk mengaksesnya.Tidak percaya? Hal itu mudah diketahui. Coba saja, materi pelajaran Anda masukkan ke link Youtube, kemudian bagikan pada anak didik kita. Apa yang terjadi? Katakanlah, punya murid 400 anak, pasti video Anda tidak akan dilihat lebih dari 75 anak (dari jumlah data viewers di bawah video). Apalagi mengharapkan mendapatkan ‘Like’ dari mereka.
Kita tahu bahwa materi dalam video yang kita unggah itu pasti lah bersifat positif dan mendidik anak untuk penguasaan materi pelajaran, namun mereka enggan menerima atau meng-klik-nya. Bisa jadi, materi itu bersifat energi positif dan pikiran anak positif juga, namun tertolak kan?
Coba bandingkan apabila materi video yang kita unggah bersifat negatif. Misalnya materi perselingkuhan, pemerkosaan, materi berbau video porno yang bersifat fetish, materi mistis tentang hantu dan lainnya. Tunggu saja, belum ada 1 jam, jumlah viewers pada video Anda akan ribuan. Aneh kan? Padahal mereka tidak mendapatkan pengetahuan melainkan hanya kepuasan dalam pikiran para viewers.
Materi yang bersifat negatif, tapi mampu menarik energi positif murni pada anak didik dan tertanam secara subconscious (bawah sadar) dalam otak mereka yang dalam hal ini ‘pikirannya’ sehingga menggerakkan jarinya menekan tombol akses untuk mengetahuinya. Ini sangat berbahaya bagi anak didik kita bila terjadi secara terus menerus dalam proses kehidupan mereka sehari-hari.
Menjaga energi positif murni otak anak didik kita agar tetap pada jalurnya dan selalu tertarik pada semua energi keilmuan positif lain yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Ketertarikan peningkatan ilmu mereka harus selalu diingatkan, diarahkan dan dijaga terus menerus demi masa depannya.
Sungguh tugas yang berat sekali menjadi sosok guru di era milenial ini untuk melawan kebalikan dari hukum coloumb pada muatan energi listrik positif di otak anak didik kita untuk selalu tertarik pada hal yang positif pula.
Bagaimana pendapat Anda?
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
