Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Insinyur Kehidupan Diri
selfdesigned by Canva

Insinyur Kehidupan Diri

Ada satu hal yang menarik perhatian saya di saat mengantarkan anak saya yang pertama, Ryan untuk mengikuti seleksi pertukaran pelajar (student exchange program) ke luar negeri. Hal itu adalah adanya tes menulis komposisi sebuah karangan. Dalam kesempatan itu, saya juga sebagai salah satu panitia pelaksanaan seleksi dan bersifat Volunteer (tenaga sukarela).

Program pertukaran yang ditujukan untuk anak sekolah menengah atas itu diadakan oleh yayasan internasional seperti Program YES (Youth and Exchange study), AFS ( American Field Service) atau Kizuna untuk Program ke Jepang. Semua tes dapat dilakukan di salah satu chapter Bina Antarbudaya di setiap Provinsi di tanah air bagi siswa SMA kelas X.

Siswa yang dinyatakan lolos dan berangkat pasti lah mereka yang mampu menyelesaikan serangkaian tes mulai dari administrasi, tes tulis, wawancara dan tes dinamika kelompok untuk melihat kemampuan leadership, teamwork, inovasi, dan kematangan emosinya.

Satu soal yang menarik hati saya adalah adanya tes menulis dan menyusun komposisi karangan semacam penulisan proposal untuk melamar beasiswa lanjut atau mengajukan anggaran dana riset atau penelitian. Judul yang ditentukan saat tes tulis adalah "Seandainya saya seorang Insinyur Kehidupan diri".

Dari judul tersebut, setiap siswa calon pertukaran pelajar harus segera menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk karangan dengan aturan dan ejaan penulisan yang benar sesuai dengan kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia.

Ternyata banyak sekali kesalahan fatal pada hasil karangan para peserta tes. Mulai dari pemilihan kata yang tidak sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), penggunaan gaya bahasa dan huruf kapital yang salah, tidak memahami kapan harus berganti paragraf dan yang paling parah adalah kualitas isi tulisan yang telepas dari judul, tema atau outline bentuk seharusnya dari sebuah komposisi karangan.

Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan mengarang dan menggunakan daya imajinasi dari anak didik kita sangatlah lemah. Anak-anak tidak terbiasa menulis bahkan bagaimana membangun kehidupannya sendiri melalui komposisi karangan bebas untuk membangun masa depannya juga sangat memprihatinkan dan memerlukan arahan.

Insinyur kehidupan diri itu seperti halnya seorang insinyur bangunan yang membangun sebuah rumah. Pasti lah dalam hidupnya hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pondasi rumah. Itu artinya pondasi diri harus diperkuat. Apakah ilmu agama, ilmu dunia, fisik yang sehat, kemampuan bahasa, semangat yang kuat dan mental diri yang bagus.

Setelah itu baru membangun dinding rumah ini dengan apa selama menjalani kehidupan. Mau diperindah dengan hiasan atau ornamen apa untuk tampak luar dan dalam rumah dan bagaimana membuat penghuni rumahnya nyaman? Semua itu memerlukan perencanaan dan imajinasi yang menyeluruh.

Terakhir, ditutup dengan atap/ genteng apa agar tidak mudah terbawa angin topan, namun kerangka dan pondasi rumah harus kuat menahan beratnya beban dinding perjalanan kehidupannya. Jadi, bayangkan lah diri sendiri sebagai gedung atau bangunan sebuah rumah dan insinyurnya adalah diri kita sendiri. Kita ingin membangun rumah yang bagaimana, semua terserah pada si Insinyurnya sebagai pemilik kehidupan diri.

Kuncinya, sebuah bangunan rumah kehidupan diri itu harus lah elok dipandang dari luar, nyaman ditinggali di dalamnya, kuat menghadapi angin topan kehidupan yang menerjang, tahan gempa musibah dan seterusnya.

Sayangnya, saat ini kita baru mampu menyenangkan orang yang lewat dan melihat kemegahan teras rumah kehidupan diri kita saja dan mengabaikan elemen lainnya.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post