Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JOB MAKERS VS JOB SEEKERS
selfdesigned by canva

JOB MAKERS VS JOB SEEKERS

Maaf, meskipun judul artikel di atas dalam bahasa Inggris, ulasannya tetap lah dalam bahasa Indonesia. Karena saya bangga dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita.

Pernah dengar istilah Job Makers, kan? Pasti lah! Itu istilah untuk mereka yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan apa saja bagi semua lulusan strata pendidikan. Apa lagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini di mana hampir semua lapangan pekerjaan menjadi stagnan dan tidak pasti keberlangsungannya untuk jangka panjang.

Kita sering mendengar para pemimpin kita, guru atau bahkan orang tua tua yang menghimbau kita semua untuk selalu kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan, membuka bisnis atau dunia usaha.

Namun hal itu tidak semudah ucapan lisan atau seperti membalik telapak tangan kita saja. Para generasi muda perlu suri tauladan dan dukungan moral atau pun kemudahan untuk mewujudkannya baik dalam permodalan, perizinan dan pendampingan dalam pengembangan dunia usaha mereka. Bila perlu, program Apprentice atau magang bagi anak sekolah kejuruan dalam dunia usaha haruslah semakin digiatkan dan dievaluasi yang sungguh-sungguh oleh semua pihak.

Pada dan dari siapa? Tentu saja dari kedua orang tua, masyarakat, pelaksana dunia usaha dan pemerintah. Jika Anda sering menikmati drama Korea, pasti akan menemukan kisah dalam alur drama tentang kesuksesan para generasi muda di Korea dalam membuka dunia usaha sampai menjadi tokoh pebisnis kaya dan mendunia. Salah satu drama Korea yang populer dan menginspirasi dalam dunia bisnis anak muda, berjudul Start Up. Silakan tonton ya!

Istilah berikutnya adalah Job Seekers. Itu diperuntukan bagi mereka yang melamar pekerjaan baik pada instansi pemerintah atau swasta. Juga untuk mereka yang pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Mereka semua orang cerdas, rajin, berketerampilan dan punya motivasi kuat untuk bekerja keras.

Bila diberikan kesempatan bagi mereka para pencari kerja ini untuk membuat atau membuka dunia usaha, saya yakin sebetulnya mereka juga mampu. Hanya faktor keberanian, kemudahan permodalan dan kesempatan untuk memulai dunia usaha pada mereka perlu didukung penuh oleh pemerintah.

Faktor terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah job market. Pangsa pasar dari penawaran dan permintaan untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat baik barang maupun jasa. Saat ini, kita telah menyadari, gara-gara Covid-19, telah menjungkirbalikan profesi pekerjaan yang dianggap mempunyai prestise atau bergengsi dan kita telah menjadi lebih rasional. Tidak lagi menjaga gengsi atau malu dengan profesi biasa meski punya prestasi tinggi dalam status pekerjaan apa pun sebelumnya .

Yang terpenting penghasilan tersebut halal dan mencukupi karena didapatkan secara sah dari kacamata hukum, norma dan agama. Situasi ini banyak membuat pangsa pasar begerak pada permintaan dan disambut adanya penawaran oleh para mereka yang bergerak di bisnis online shop. Kerja dari rumah, namun penghasilannya luar biasa. Hebat, kan?

Kesulitan pada dunia usaha hanyalah pada saat memulai saja, setelah itu akan mengalir dan membuat mereka akan jatuh bangun belajar dari kesalahan dan pengalaman yang diperolehnya. Semua itu akan membuat para generasi muda mempunyai intuisi tajam dalam dunia bisnis atau usaha mereka.

Selamat memulai bergabung menjadi pengusaha muda!

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post