Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Alif, Killing Me Quickly not Softly

Pernah dengar lagu ‘Killing Me Softly” yang dibawakan secara apik oleh Roberta Flack? Lagu lawas keluaran tahun 1973 dan liriknya ditulis oleh Norman Gimbel di Amerika. Begitu apiknya lagu ini sampai masih dinyanyikan oleh hampir semua penyanyi seluruh dunia sampai sekarang. Killing Me Softly, bisa diartikan ‘Membunuhku perlahan-lahan”. Membunuh apa itu? Jelas membunuh emosi dan pikiran para pendengar menjadi semakin tidak karu-karuan rasanya.

Oh, ya, sebaiknya Anda membaca artikel ini sambil mendengarkan lagu di bawah ini. Coba scroll ke bagian bawah dan dengarkan alunan musik fingerstyle dari Alip Ba Ta yang saat ini sedang ‘membunuh dengan cepat’ semua penggemar baik dalam lagu ini dan juga permainan gitar Alip Ba Ta yang memukau musik dunia. Kalimat itu disampaikan oleh salah satu penggemarnya dari Amerika Serikat, lho! Hebat, kan?

Saya juga bisa bermain gitar fingerstyle, namun jika melihat kemampuan permainan gitar mas Alip Ba Ta, saya merasa bangga, senang, sedih, gusar, jengkel sekaligus gregeten serta merasa iri. Bagaimana tidak? Jangankan saya, semua pemain gitar atau pakar gitar dunia sekalipun dibuat pusing tujuh keliling dengan teknik permainan yang belum bisa ditiru oleh siapa pun. Saya heran, makanannya apa sih sampai begitu cerdas dengan multi talentanya mas Alip ini.

Dalam cover lagu ‘Killing me softly’ versi fingerstyle-nya mas Alip ini, Anda akan menemukan nuansa yang berbeda. Jika tidak percaya, Anda putar dulu versi lagu aslinya, kemudian baru mendengarkan petikan gitar mas Alip. Semua nada begitu jernih seolah-olah petikan nada senar gitarnya mempunyai "nyawa" yang membuat pendengarnya menjadi terlibat larut dalam semua jenis emosi.

Bahkan, salah satu video reactor di youtube channel yang melihat permainannya, menyebutkan bahwa seharusnya lagu ‘Killing Me Softly’ ya seperti lagu yang dimainkan oleh Alip Ba Ta itu. Coba Anda lihat reaksi orang seluruh dunia saat membandingkan dan mengulas lagu ini. Orang setingkat Professor dan dosen musik di Amerika sampai rela meluangkan waktunya untuk mempelajari teknik fingerstyle mas Alip Ba Ta. Beliau berkata jujur, akan menjadikan materi permainan gitar mas Alip Ba Ta ini sebagai bahan mata kuliahnya.

Saya sebagai orang Indonesia menjadi bangga dan merinding mendengar hal itu. Untuk membuktikan, saya langsung mendengarkan permainan gitarnya pada lagu tersebut di atas bahwa dalam petikkannya, yang versi aslinya, adalah pop, namun telah diubah menjadi aliran musik balad, blues, flamenco (musik gaya Spanyol), sedikit ada aliran Arabic-nya dan masih bernuansa pop juga. Keren, kan? Mau ikut membuktikan? Silakan aja!

Hanya satu kata untuk mas Alip Ba Ta, ‘Masyaallah!”. Orang yang selalu sederhana meskipun diberi anugerah luar biasa dan menjadikan bangsa serta orang Indonesia disegani di seluruh dunia melalui musik. Semoga ada bermunculan mas Alip Ba Ta lainnya di negeri ini. Selamat berkarya, Mas Alip!

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post