Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Atama ga ii ne!!
Selfdesigned by Canva

Atama ga ii ne!!

Itu lah kalimat pujian yang sering diucapkan oleh orang Jepang saat berinteraksi dengan lawan bicara dan mengetahui bahwa orang yang diajak bicara sangat cerdas. Ucapan itu paling banyak ditemukan di dalam proses pembelajaran di kelas di Jepang.

Arti dari idiom kalimat tersebut adalah “Kepalamu, bagus sekali”. Namun dalam terjemahan berbagai bahasa serta dipengaruhi oleh budaya bahasa lain, makna itu sebenarnya "Kamu cerdas banget, nih!" namun si penerima bisa bias arti bahwa yang dimaksud “Kepalamu bagus” adalah "Katachi" atau terjemahannya adalah“bentuk” dari kepala itu sendiri.dalam bahasa Jepangnya.

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa bentuk kepala seseorang itu indah? Padahal, hal itu sangat lah relatif. Mau berbentuk bulat, lonjong, kotak, segitiga atau kepala berbentuk “alien” mahluk hijau dari luar angkasa yang datang ke bumi dengan mata besarnya. Sebagai pemilik “bentuk kepala” masing-masing, kita hanya menerimanya saja dari lahir.

Seseorang dikatakan cerdas, sebenarnya juga tergantung pada usianya. Oleh karena itu, adanya psikotes dan tes inteligensia harus sering diberikan berkala pada anak didik terutama setiap memasuki dunia jenjang pendidikan, perusahaan atau instansi yang lebih tinggi. Dari tes itu juga akan diketahui tingkat kematangan emosinya.

Kecerdasan yang berkembang dari otak anak sejak kecil perlu diperhatikan secara terus-menerus dan berkala. Kita tahu, sejatinya otak manusia yang dominan ada 3 bagian, namun kita sering membahasnya hanya pada 2 otak, yaitu otak kiri (Kognitif) dan otak kanan (Psikomotorik). Ada 1 lagi, yaitu otak belakang (Afektif) untuk menyimpan data yang masuk pada otak untuk pengambilan keputusan bagi otak kiri atau otak kanan.

Persentase bagian mana dari otak anak didik yang dominan juga tergantung pada proses pembiasaan dalam mendapatkan “Data”. Jika sering belajar dan tekun dalam bidang akademik, artinya otak kiri (kognitif) sedang digiatkan terus menerus. Namun, bila sering beraktifitas dalam aktifitas fisik (motorik), artinya otak kanan sering diberi stimulus. Masih ingatkah Anda dengan teori belajar Ivan Pavlov? Ahli psikologi dari Rusia?

Semua latihan atau proses yang kita sering sebut “belajar”, akan diterima otak melalui semua “indera” dan disimpan di otak belakang. Berita yang sering dengar, kejadian yang kita lihat, semua rasa yang pernah kita cicipi, aroma apa pun yang pernah kita membauinya dan lainnya, semua itu akan tersimpan di otak belakang kita. Data bisa hilang jika otak belakang pernah terbentur keras (Amnesia)

Mana otak Anda yang dominan? Mau tahu? Coba saja amati Velg roda mobil yang sedang berjalan. Jika terlihat kilatan velg roda mobil itu berjalan ke depan, artinya otak kri (kognitif) Anda yang dominan, tetapi bila terlihat seolah-olah velg roda mobil itu berputar terbalik, artinya otak kanan Anda (motorik) yang dominan.

Itu sama seperti saat Anda sedang di dalam mobil sebagai penumpang, kemudian mobil berhenti di lalu lintas yang padat. Mobil di sebelah Anda mulai berjalan perlahan, namun otak Anda langsung merespon kaget bahwa mobil yang Anda tumpangi seperti sedang berjalan mundur yang padahal masih berhenti. Nah, kira-kira, otak mana yang dominan jika bertemu hal itu ?

Untuk mengetahui perkembangan kognitif anak, kita perlu refreshing sejenak dengan teori Piaget (Halodoc, 13/07/2021) yang fokus pada perkembangan 4 tahapan kecerdasan mulai dari usia dini sampai dengan masa remaja. Itu adalah Tahap Sensorimotor, Tahap Pra-operasional, Tahap Operasional Konkret dan Tahap Operasional formal.

Ini adalah artikel ringan untuk mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan “Kepala” atau tingkat kecerdasan seperti istilah orang Jepang tadi. Lucunya, istilah “kepala” dan “kelapa” sulit dibedakan oleh penutur atau orang asing. Pernah ada orang Belanda yang bercerita tentang kakeknya pada zaman penjajahan pada saya. Dengan terbata dia berkata, “Kakek saya dahulu di masa kolonial pernah bekerja di perkebunan kepala wasit di Sumantera!”.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post