Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BISA KAH, BLENDED LEARNING DITERAPKAN PADA AJARAN BARU 2021?
seldesigned by canva

BISA KAH, BLENDED LEARNING DITERAPKAN PADA AJARAN BARU 2021?

 

Rasanya, waktu berjalan cepat. Baru beberapa minggu yang lalu raport kenaikan kelas sudah dibagikan dan bapak ibu guru yang sekarang tidak libur lagi meskipun disebut liburan semester. Liburan hanya untuk muridnya, sedangkan para guru tetap masuk bekerja dengan sistem absesnsi online untuk jenis work from home (WFH) atau work from office (WFO),

Jangan salah duga dulu. Saya tidak sedang membahas polemik libur guru karena hanya akan membuat bapak ibu guru yang ASN (Aparatur Sipil Negara) bertambah stress saja dan akan membuat kekebalan tubuh menurun karena mendapatkan ketidak jelasan informasi lengkap. Saat ini yang tepat hanya istilah 1 M, yaitu Manuto (dalam bahasa Jawa), yang artinya ‘Sudah lah, Patuhi saja!’

Ajaran baru diperkirakan dimulai pada tanggal 12 Juli 2021 untuk semua sekolah di tanah air. Akan tetapi, dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena situasi darurat wabah pandemi Covid-19, rasanya pesImis bila ajaran baru nanti akan dimulai dengan pembelajaran tatap muka penuh dalam kegiatan belajar mengajar di semua sekolah.

Solusinya tinggal dua pilihan. Pertama menggunakan model Blended Learning. Kedua, semua sekolah akan menggunakan model Totally Virtual Learning.  Semua model yang akan diterapkan di sekolah, harus lah memperhatikan tingkat penyebaran pandemi Covid-19 di daerahnya masing-masing. Juga, harus menunggu adanya rekomendasi dari satgas Covid-19 untuk boleh tidaknya saat sekolah ingin menggunakan model Blended Learning.

Apa sih Pembelajaran Model Blended Learning?

Sebetulnya sudah banyak yang mendefinisikan arti dari Blended Learning itu sendiri. Saya hanya ingin menjelaskan dalam bahasa sederhanya bahwa Blended Learning adalah pembelajaran yang menggabungkan pengajaran tatap muka dan semi dalam jaringan (semi virtual daring) selama kurun waktu yang ditentukan misalnya dalam 1 semeter atau 1 tahun.

Ada banyak keuntungan maupun kerugiannya. Bila kita sebagai guru mempunyai murid yang rajin, punya motivasi belajar yang tinggi, disiplin dalam mengumpulkan tugas, aktif dan sifat positif lainnya, semua itu akan membuat pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi sangat significan (berarti) dalam penggunaannya.

Kerugiannya, akan lebih banyak lagi bila mendapatkan murid yang belum mampu mengenali potensi diri dan tahu akan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Ketidak pedulian mereka akan penyerapan materi dalam jaringan dengan belajar menggunakan modul justru akan menjadi beban psikologis yang membuatnya anak didik menjadi apatis dan semakin malas saja.

Sedangkan model Totally Virual Learning, otomatis semua kegiatan pembelajaran dalam penyampaian materi dan evaluasinya dilaksanakan secara online penuh tanpa ada kesempatan guru berinteraksi dengan anak didiknya. Bila model ini diterapkan dalam jangka pendek, permasalahan yang muncul dari anak didik maupun dari sisi guru  masih akan bisa diatasi.

Namun akan membahayakan bila pandemi Covid-19 ini tidak segera bisa diatasi. Mau tidak mau, model pembelajaran Totally Virtual Learning yang semua materi pembelajaran, modul dan jenis evaluasinya dikirim dalam LMS (Learning Management System) di setiap sekolah. Sebagai guru, akan menjadi aneh bila selama satu semester, Anda tidak pernah bertatap muka dengan anak didik.

Ini yang tidak bisa saya bayangkan. Apalagi mengenali karakter, sifat, kemampuan non-akademisnya serta nama dan wajahnya yang tahu-tahu Anda beri nilai bagus di atas KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimum) pada raportnya dan belum sempat mengenal lebih dalam lagi, mereka sudah naik kelas, bahkan lulus sekolah.

Saya hanya bisa berandai-andai memilih mana model yang terbaik dari Blended learning atau Totally Virtual Learning untuk diterapkan di kelas saya. Rasanya lebih mudah membedakan dan memilih mana yang istri tua dan  mana yang istri muda, ups!, Maaf!

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post