DREAM LAND
Sering kah Anda mendengar istilah “Dream land” seperti judul artikel di atas? Saya jamin, itu pasti sering, namun berbeda dalam kata memahami masksud dari istilah “LAND” nya saja. Kalau kata "DREAM", semua pasti paham lah dan banyak orang menerjemahkannya dengan “Impian”. Dalam terjemahan lainnya bisa berarti “Cita-cita”, “Keinginan”, atau “Harapan”.
Setiap dari kita akan fokus pada kata “Land”, yaitu yang berarti “Tanah”, “Tempat”, “Negara, seperti dalam istilah Motherland” atau juga “satu tempat akhir yang dituju”. Okay, semua bebas mengartikannya. Coba, banyak orang ingin mengatakan bahwa Amerika adalah Dream land bagi warga negara ketiga yang perekonomiannya tidak bagus.
Sekian abad yang lalu, orang dari Benua Eropa, terutama dari para kaum bangsawan, semua hijrah ke Amerika untuk kehidupan baru dengan tawaran tanah gratis berhektar-hektar dengan luas sejauh mata memandang dalam mendapatkan hak tanahnya. Oleh karena itu, mereka, begitu datang di Amerika, langsung membangun rumah di atas dataran tinggi dan mengkalim tanah miliknya sejauh pandangannya.
Perjalanan menuju daratan Amerika yang disebut sebagai Dream Land oleh orang Eropa, sampai berserah nyawa dalam perjalanan menuju ke sana melewati ganasnya Samudera Pasifik. Ingat kasus tenggelamnya kapal Titanic, yang korbannya adalah para bangsawan Inggris yang sedang hijrah ke Amerika.
Sedangkan mereka dari kaum miskin, kaum buruh dan para kriminal, Dream Land mereka adalah Australia. Mereka dipaksa untuk hijrah dalam keadaan terpaksa semenjak krisis Eropa melanda akibat revolusi Industri. Australia menjadi “Tanah Impian” semenjak diketemukannya tambang emas (Gold Rush Era), sehingga orang dari seluruh dunuia menjadi imigran ke Benua besar di sebelah selatan kutub bumi itu termasuk orang China dan Jepang.
Inti dari tulisan ini sebenarnya, masing-masing kita mempunyai “Dream Land” sendiri-sendiri. Bisa jadi, jika kita sebagai murid SMA, Kuliah di kampus terkenal adalah “Dream land " juga. Kasus orang pindah pada jenis pekerjaan atau profesi lain, bekerja di negeri orang, kuliah di Negara lain, atau juga pindah rumah bisa masuk kategori Dreaam land, yaitu sesuatu hal yang baru dan indah yang diinginkan.
Saat saya melihat negara lain, kota lain, rumah orang lain atau apapun selain yang ada pada diri saya, membuat saya ingin mengetahuinya secara langsung. Itu semua adalah Dream land dalam pikiran saya. Begitu ada kesempatan saya bisa berada di situ, akhirnya saya menyadari bahwa ternyata semuanya sama dengan tempat saya sebelumnya.
Bentuk rumah, taman, sifat orang, pekerjaan apapun, makanan atau lainnya, semuanya sama. Saat kita punya cita-cita dan bisa diwujudkan dalam satu bentuk profesi pekerjaan, ternyata, ujung-ujungnya sama, yaitu earning money, atau mencari uang. Hal yang membedakan hanyalah pada tingkat kepuasan dan kebanggaannya saja.
Apakah punya istri atau menikah lagi termasuk kategori dream land? Ah, saya tidak berani membahasnya. Itu terserah pasangan Anda untuk mengizinkan atau tidak. Sebaiknya, kita tidak usah aneh-aneh di masa pandemi Covid-19 ini.
Saat ini, seluruh warga dunia berhenti berburu 'Tanah Impian" di mana-mana dan yang pasti, hanya ada satu Dream Land yang kita pasti pergi ke sana dan kita tidak tahu kapan mengunjungi, yaitu "rumah masa depan", tempat di mana kita akan dikuburkan kelak. Itu lah dream land kita yang sejati, meskipun orang sering enggan membahasnya.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
