Fenomena Aneh Para Penonton pada Setiap Jenis CaBor
Sesorean tadi, saya menyempatkan diri untuk bermain tenis di lapangan Pelti Kabupaten Pacitan. Kota yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur dan hanya ditempuh 2 jam dengan sepeda motor. Saya banyak kolega tenis di kota ini, jadi tidak sungkan lagi untuk bergabung bermain.
Saat saya bertanding melawan pasangan tenis Kabupaten Pacitan, ada fenomena yang menarik untuk diulas di artikel ini. Para supporter yang notabene juga bernaung di klub tenis Pacitan, lebih mendukung permainan saya dibanding memberikan dukungan pada rekan mereka sendiri dari satu klub-nya. Aneh, kan?
Saya jadi ingat bila ada lawatan tanding atau kompetisi di beberapa kota lainnya, para rekan klub saya, justru tidak memberikan dukungan pada team-nya sendiri. Ejekan dan makian dalam bentuk verbal sering ditujukan pada teman satu klub tenis sendiri. Jika kita terpengaruh dan kalah dalam pertandingan, mereka justru akan bersorak riuh ramai serta terlihat bahagia. Aneh juga, kan?
Karena saya sudah terlanjur pecinta tenis, olok-olok mereka sudah masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan. Mau pindah jenis olahraga lain juga tidak ada ketertarikan. Ada sih seperti cabor tenis meja, tapi gerak super cepat mata dan kepala ke kanan dan ke kiri saat melihat bola, sudah tidak mendukung lagi di usia senja ini. Takutnya, meski tidak bermain ping-pong, mata saya akan gerak ke kiri dan kanan terus.
Saya jadi merenung, bagaimana dengan para penonton di cabang olahraga lain? Mungkin Volleyball yang terlihat lebih seru kayaknya. Saya amati para penonton mendukung teamnya namun tidak fokus pada teknik permainan. Umumnya, mereka hanya berteriak keras dan serentak di kursi tribun penonton. Mana teriakan mereka yang lebih keras, itu yang paling penting. Hal itu juga sama pada event lomba cabang olahraga lain seperti basketball, bulutangkis dan sepakbola.
Para penonton yang diam membisu dan menikmati perlombaan, bisa jadi hanya pada lomba renang. Percuma mereka berteriak toh pemainnya juga tidak akan mendengarkan. Sedangkan pada pertandingan bola voli pantai dan senam lantai, para penonton juga cenderung diam saat menontonnya. Bahkan terkadang, mereka melotot dan menahan nafas. Apa yang mereka nikmati? Sebaiknya Anda bertanya sendiri secara langsung pada penonton itu saja ya. He.he.
Mau tahu cabang olahraga yang pemainnya tenang? namun penontonnya penuh emosi? Itu adalah permainan Catur atau Skak. Mereka tidak sabar bila para pecatur lamban dalam melangkahkan bidak atau pionnya di atas papan catur. Bahkan mereka sampai gemas sampai tidak tahan untuk mengomel dan uring-uringan sendiri dengan pdrmainan yang dimainkan orang lain.
Nah, yang terakhir, ada cabang olahraga yang stretching (perenggangan) atau pemanasan (warming up) dilakukan setelah aktivitas lomba dilakukan. Biasanya, semua cabang olahraga, pemanasan harus dikerjakan sebelum bertanding agar tidak salah urat, otot atau terkilir. Entah itu karate, silat, senam, renang, sepakbola dan lain-lain.
Jika Anda bisa menyebutkan cabang olahraga yang pemanasannya dikerjakan setelah bertanding, silakan dijawab. Orang pertama yang menjawab benar, artinya Anda jeli dan penuh rasa persahabatan
Salam Olahraga
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
