Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
LOLOS LEWAT JALUR KHUSUS SAAT PPKM
Selfdesigned by Canva

LOLOS LEWAT JALUR KHUSUS SAAT PPKM

Mencermati banyaknya penyekatan jalan dan pemeriksaan di beberapa titik jalan di berbagai kota, sungguh membuat suasana kota di berbagai propinsi menjadi sedikit lengang, namun di beberapa sudut jalan masih terlihat padat karena antri satu persatu untuk bisa lewat pada pos pemeriksaan oleh beberapa petugas.

Akhir-akhir ini, kita sering mendapatkan beberapa informasi dari media masa tentang adanya ketegangan dan bahkan sampai diikuti dengan saling debat dan sedihnya juga ada umpatan pada petugas yang sedang melaksanakan agenda pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Perilaku seperti itu harusnya bisa dihindari.

PPKM dilakukan demi mencegahnya menyebarnya pandemi Covid-19 di masyarakat di tanah air saat ini. Kesadaran semua pihak untuk mematuhi kebijakan itu sangat lah diperlukan. Kita semua menyadari, semua lapisan masyarakat termasuk petugas yang manusia biasa, bisa merasa tertekan, lelah, dan stress dengan situasi yang tidak menentu ini. Apalagi dengan tekanan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin menipis, mau tidak mau, mereka semua harus keluar rumah.

Hari ini adalah jadwal saya harus work from office (WFO). Seperti sudah dalam ketentuan dan tugas, dalam satu minggu semua ASN (Aparatur Sipil Negara), harus masuk dan kehadiran mereka di kantor sudah diatur, dan minimal 1 minggu satu kali mengingat situasi pandemi yang belum pasti kapan berakhirnya. Sedangkan sisa hari yang lain menggunakan presensi online dan dianggap bekerja dari rumah, work from home (WFH).

Perjalanan menuju kantor dengan sepeda motor, adalah keputusan bijak saat ini. Sambil berhemat bahan bakar, rasanya lebih lincah jika beraktifitas ke sana kemari. Saya juga harus ke kantor Telkom, guna membayar tagihan internet, indihome, PDAM, PLN, dan rekening semuanya. Untuk menuju ke sana, saya terpaksa juga harus melewati jalur penyekatan.

Tepat memasuki area perkotaan, beberapa sepeda motor harus antri untuk diperiksa termasuk saya. Saya amati beberapa sepeda motor diharuskan belok ke kiri dan tidak boleh masuk jalur ke kota. Sedangkan mereka yang berjumlah sedikit, diperbolehkan untuk terus. Hal itu membuat saya jadi penasaran kenapa pilah-pilih begitu. Akhirnya, saat giliran tiba, saya menyapa dan bertanya pada petugas di dekat saya dengan sopan akan hal itu.

“Oh, mereka itu!?, yang disuruh belok kiri, tidak boleh melewati jalur ini dan meneruskan perjalanannya. Yang boleh lewat jalur khusus ini hanya mereka yang masuk dalam klasifikasi orang sangat tampan atau ganteng untuk cowok dan super cantik untuk cewek!” Jelasnya dengan bahasa yang tidak kalah sopan dan ramahnya sambil tersenyum.

Petugas yang sangat simpatik itu menanyakan tujuan saya, dan juga meminta bukti bahwa saya sudah divaksin Astra Zeneca, bukti adanya surat tugas untuk masuk kantor dan pernah tes swab antigen jika ada. Semua bisa saya buktikan melalui layar android saya karena semua sudah saya foto untuk berjaga-jaga bila ada pemeriksaan.

Nah, jadi bermanfaat saat seperti ini. Alhamdulillah, saya akhirnya diperbolehkan lewat juga. Itu artinya saya juga...aah, jadi malu nih. Salam sehat selalu, ya!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post