Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
M. Rifky, Anak Magetan yang Memecahkan rekor Asia S12 di Jerman
selfdesigned by Canva, Sourcepic.dokpri

M. Rifky, Anak Magetan yang Memecahkan rekor Asia S12 di Jerman

Sebagai orang Magetan, Kota kecil yang terletak di lereng gunung Lawu sebelah ujung barat Provinsi Jawa Timur dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, rasanya bergetar hati ini saat mengetahui bahwa ada putra terbaik yang memecahkan rekor Asia S12 di Berlin, Jerman.

Iya, nama lengkapnya adalah Maulana Rifky Yavinda, ada di kelas Renang S12 . Rifky, nama panggilannya, anak kelahiran Magetan, Oktober 2002, berhasil memecahkan rekor Asia di cabang olahraga renang dunia yang diadakan di bulan Juni pada tanggal 16-21, 2021. Ajang dunia yang bertajuk Deutsche Meisterchaften Im Para Schwimmen, Berlin, Germany 2021. Kejuaraan itu diikuti oleh atlit renang dari 48 negara di seluruh dunia dengan total 340 atlit.

Medali emas dan perak pada beberapa gaya renang pada event itu juga disabet dalam event ini. Sedangkan pada nomor 50 meter renang gaya bebas, catatan waktunya adalah 24,76 detik. Sementara rekor Asia S12 yang dipecahkannya ada pada 25,63 detik. Otomatis, rekor terbaru dari Rifky yang menyabet 4 perak akan tercatat di Asia atas nama dan negaranya, yaitu Indonesia sebagai perenang tercepat sampai ada atlit renang lain yang mampu memecahkan rekor baru itu. di event mendatang.

Ajang ini sebetulnya bisa disebut ajang revanche, atau balas dendam dari tahun 2020 lalu pada event yang sama di Italia. Para atlit yang dikirim termasuk Rifky, belum mampu menorehkan prestasi dan hal itu justru menjadikan cambuk untuk berlatih lebih giat lagi dalam mengalahkan atlit renang dari negara yang menjadi lawannya. Akhirnya, itu terbukti di tahun 2021 ini.

Jiwa nasionalisme saya menjadi bangga dan terharu. Bagimana tidak, di saat pandemi Covid-19 yang melnada dunia ini, ternyata ada generasi muda yang mampu mengharumkan nama Negara Indonesia di ajang Internasional. Apalagi, diketahui bahwa Rifky berasal dari Kota Magetan, kota di mana saya bertempat tinggal. Hal ini juga membanggakan masyarakat Magetan secara keseluruhan.

Melihat event lombanya, Para Swimming, kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya ajang Internasional ini diperuntukkan untuk mereka yang mempunyai kekurangan. Sebut saja, Rifky yang berbintang Libra juga mempunyai kekurangan pada minus tebal di netranya, namun dia mampu mengenali potensi dirinya pada kecerdasan kinestetiknya, yaitu renang dan juga bakat musikalnya

Masih ada satu lagi atlit dari Indonesia atas nama Indriani Syuci kelas S14, penderita tuna grahita, yang juga mampu menyabet 3 emas dan 1 perak di event yang sama di Jerman sehingga membuat bendera merah putih berkibar tinggi dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan berjejer tidak kalah dengan bendera Negara lain di Jerman. Sungguh, anak asuh besutan tangan dingin dari Bhima Kautsar ini patut diapresiasi oleh pemerintah dan kita semua.

Rifky dan Syuci, dua atlit renang itu menghabiskan masa mudanya di Pelatnas Indonesia dan harus belajar melalui Home Schooling agar tidak tertinggal pelajaran akademisnya. Sungguh pengorbanan dan perjuangan mereka, para atlit dalam mengatasi keterbatasannya menjadikan suatu perenungan dan semangat lebih bagi semua anak muda pada khususnya untuk bisa mengikuti jejak prestasi Rifky dan Syuci.

Kita tahu, setiap manusia dianugerahi banyak kecerdasan (Howard Gardner). Mulai dari Kecerdasan Kognitif akademis, Matematis, Musikal, Kinestetik, Interpersonal, Intrapersonal, Visual, Linguistik, Naturalis, atau Moral Agama. Setiap anak pasti mempunyai dua atau tiga kecerdasan sekaligus.

Janganlah kita selalu mengatakan bahwa hanya mereka yang mempunyai kecerdasan kognitif atau matematis yang kelak akan sukses dalam hidupnya. Tidak ada jaminan akan hal itu. Para orangtua harus mampu mengenali kecerdasan dan potensi apa yang dimiliki oleh putra-putrinya dan itu yang harus semakin dikembangkan untuk life skill mereka kelak.

Oh ya, Rifky, merupakan putra nomor 2 pasangan dari BapakYagus dan Ibu Pipit, ini sangat luar biasa. Selain menghabiskan waktunya di pelatnas untuk cabang renang, di Tim Para Swimming NPC Indomesia, Rifky juga menghabiskan waktu luangnya dengan bermain musik. Ayahnya yang seorang wiraswasta, juga mempunyai hobi yang sama, termasuk kakak dan adiknya, yaitu bermain musik. Mereka berdua selalu memberikan dukungan pada anak-anaknya untuk bebas memilih dalam berkarya di bidang akademis atau pun non akademis yang disukai oleh anaknya.

Saat ini, Rifky semua sudah tiba di tanah air dan menjalani masa karantina. Semoga ada perhatian dari pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan kesempatan pada para atlit muda dengan pemberian reward sebagai bentuk motivasi agar menjadi lebih tinggi dan lebih bisa berprestasi lagi demi nama harum bangsa Indonesia di kancah Internasional di masa depan.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post