Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MESIN WAKTU
selfdesigned by Canva

MESIN WAKTU

Setelah menyelesaikan semua aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah melalui (LMS ) Learning Management Sytem-IOS) selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), ada waktu jeda di siang hari untuk ishoma.

Sambil rebahan, pikiran saya menjadi keluyuran kemana-mana karena secara fisik saya harus tetap di rumah demi mematuhi protokol kesehatan diri sendiri, juga demi mencegah meluasnya pandemi Corona di masyarakat kita.

Pada tahun-tahun sebelumnya, dalam satu tahun, saya berkali-kali menghabiskan waktu dan bertugas di beberapa negara, namun sejak awal 2020, kesempatan itu sudah tidak mungkin dilakukan lagi karena dunia sudah berhenti bepergian dan hal itu sampai kapan, kita semua tidak akan ada yang tahu.

Tiba-tiba, muncul pemikiran aneh di kepala saya. Seandainya ada mesin waktu yang bisa kita ciptakan dan membawa kita ke masa lalu dan masa depan, alangkah menariknya menjalani kehidupan yang saat ini sedang penuh dengan ketidak pastian.

Setelah itu, saya surfing di internet tentang Movie yang ber-genre Si-fi (Science Fiction) dengan key words : Time machine. Betapa terkejutnya saya, ternyata banyak muncul judul film terbaru dengan tema mesin waktu. Anda cek sendiri juga ya!

Ambil contoh filmnya, yaitu Twelve Monkeys, Time Machine, Time Cop, Tomorrow Land, Back to the future, Terminator, yang terbaru adalah Tomorrow War dan masih banyak lagi. Dari beberapa cerita di film tersebut, semua rata-rata manusia kembali ke masa lampau dengan mesin waktu tersebut, kecuali di film Tomorrow War, hanya untuk memperbaiki kesalahan yang mereka buat demi mencegah terjadinya bencana di masa depan.

Saya jadi berandai-andai untuk kembali ke awal tahun 2019 dengan mesin waktu dan berusaha membenahi kesalahan serta mencegah wabah Corona menyebar ke seluruh dunia. Itu lah gambaran yang ada di dalam kepala ini. Namun, kita semua tahu, sifat manusia sulit ditebak. Jika memang ada mesin waktu, pasti bukan lah dipakai untuk kebaikan, melainkan untuk memenuhi ambisi pribadi atau untuk kejahatan.

Tidak sulit untuk ditebak betapa sifat kita yang asli akan muncul. Kekuasaan, kekayaan, ketenaran, kemewahan dan sifat tamak lainnya akan mengontrol pikiran (hawa nafsu) dari pemilik mesin waktu tersebut. Justru, dengan adanya mesin waktu, kondisi dunia tidak akan menjadi lebih baik, namun akan semakin memburuk.

Saya segera menggelengkan kepala untuk membuang imajinasi saya tentang mesin waktu yang menurut saya tidak ada manfaatnya untuk umat manusia. Jika saya pribadi punya mesin waktu, dan saya - yang hobinya travelling - punya kesempatan kembali ke masa muda saya, masa sekolah, masa pacaran, masa kuliah dan..deeggh, terlintas di pikiran saya tentang dua hal secara spontan.

Pertama, saya akan mengubah jurusan kuliah pada fakultas lain dan kerja di bidang lain, atau tetap memilih jurusan keguruan dan tetap menjadi guru saja seperti saat sekarang ini? Kedua, sebaiknya nih, saya tetap memilih gadis yang sekarang telah menjadi istri saya atau memilih gadis yang lain? Ah, semoga istri saya tidak membaca artikel ini.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post