Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TRIVIA STORY dalam NARRATIVE TEXT
selfdesigned by Canva

TRIVIA STORY dalam NARRATIVE TEXT

Sudah ada dua artikel saya sebelumnya yang mengulas tentang jenis teks, genre text dan wacana. Untuk kali ini, saatnya membahas dengan teks jenis Narrative (Narasi).

Sebetetulnya, kapan kita bisa mengetahui bahwa teks narrative ini muncul? Mudah saja, saat kita membaca sebuah teks dalam bentuk cerita, artinya, teks jenis Narrative apasti akan dipergunakan oleh si penulis. Tinggal, masuk ke genre text-nya, apakah ingin dalam bentuk dongeng, legenda, fable, kisah petualangan dan masih banyak lagi lainnya.

Kita bisa menemukan banyak sekali cerita, dongeng, legenda, dan fable, baik dari dalam negeri maupun kisah dari negara lain. Terkadang, cerita-cerita di seluruh dunia disadur ke dalam banyak bahasa agar bisa dinikmati dalam literasi. Saat masa kecil, saya sering membaca majalah Bobo, termasuk juga anak-anak saya.

Di dalam majalah itu, banyak sekali cerita yang diadopsi dari negara lain seperti dari Denmark, dan penulis cerita yang terkenal adalah Hans Chiristian Anderson. Bisa juga kisah Tom Sawyer dari Amerika, Belum lagi karya Kho Ping Hoo, dengan kisah dunia persilatan dari China. Pernahkah Anda membaca kisah-kisah karya mereka tadi?

Maaf, jika iya!, artinya Anda dan saya sudah termasuk orang yang awet tua alias tidak muda lagi. Oh ya, karya-karya mereka sangat digemari orang seluruh dunia dan para orang tua sangat mendukung bila anak mereka gemar membaca karya-karyanya. Dalam cerita atau kisah yang disampaikan, penuh dengan pembentukan dan budi pekerti yang mulia, nilai-nilai persahabatan, perjuangan, pengorbanan, pengabdian, kejujuran, kesetiaan dan petualangan.

Saya pernah membaca satu kisah yang ditulis dalam bentuk TRIVIA STORY. Tunggu dulu, apa sih Trivia story itu? Menilik dari kata “Trivia”, itu berasal dari bahasa Romawi yang berarti “Jalan yang pecah dan bercabang dua”. Jika kita membuka, Wikipedia, sebenarnya banyak sekali arti dari kata ‘Trivia’ tersebut.

Apa hubungannya dengan narrative text?

Begini, sampai saat ini, saya belum pernah menemukan lagi sebuah cerita atau kisah dongeng, legenda, petualangan dan lainnya yang ditulis dalam bentuk cerita ber-Trivia. Artinya, sebuah kisah yang ditulis kemudian si pembaca diminta untuk menentukan mau melanjutkan ke ‘jalan’, dalam hal ini adalah ‘halaman’ buku yang mereka kehendaki.

Sebuah cerita dibangun dengan pendahuluan (Orientasi), termasuk, plot cerita, tokoh, alur, setting tempat, waktu dan lainnya. Begitu cerita sudah memasuki pada permasalahan dalam bentuk mendapatkan solusi dari permasalahan (klimaks), si pembaca diminta untuk memilih opsi A dengan cara membuka halaman sekian untuk melanjutkan membacanya, atau jika dia memilih opsi B, pembaca diminta untuk membuka halaman sekian di buku yang sama jika ingin melanjukan membaca ceritanya sampai tuntas.

Jumlah halaman dalam buku atau kisah Trivia ini, pasti lah sangat tebal karena banyak halaman, dan selalu bercabang dua setiap ada konflik atau masalah. Mau tidak mau, pembaca akan menjadi penasaran bahwa pilihannya dalam memilih opsi halaman lanjutan cerita, dengan harapan cerita yang dia pilih akan berakhir dengan happy ending.

Sebagai contoh cerita dalam singkatnya, Seorang pangeran yang tampan berniat melamar anak Raja di kerajaan sebelah. Saat Raja itu mempunyai 2 putri kerajaan yang keduanya cantik jelita. Dia harus memutuskan, memilih yang sulung atau yang bungsu. Nah, saat memilih, jika memilih putri raja yang sulung, pembaca diarahkan membuka halaman tertentu yang sudah disiapkan oleh penulis untuk lanjutan ceritanya.

Jika Pembaca yang merasa dirinya sebagai ‘pangeran’ tadi memilih putri kerajaan yang bungsu, pembaca diarahkan pada halaman lain juga jika ingin mengetahui kelanjutannya.

Saat memilih si putri sulung, misalnya, di situ dia harus menikah secara mewah atau sederhana? Nah, dibuat lah ‘trivia’ lagi dalam cerita di halaman yang berbeda pula demikian seterusnya, sehingga hal itu menarik rasa penasaran para pembaca.

Demikian juga jika memilih putri yang bungsu, cerita dibangun dan mengalir dengan permasalahan yang solusinya diberikan 2 pilihan atau ‘trivia’ lagi sampai terbentuk, mana pilihan yang di akhir cerita, pembaca mendapatkan sad ending atau happy ending.

Jadi asyik, kan? Akan tetapi jangan bercerita tentang kisah bagaimana cara melunasi hutang karena pasti solusinya akan bercabang-cabang malah tidak lunas-lunas. Ilmu gali lubang-tutup lubang terus menerus akan jadi opsi pilihan seperti pengalaman pribadi saya.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post