Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dua Sisi Diri Kita dalam Satu Keping Uang Logam
selfdesigned by canva

Dua Sisi Diri Kita dalam Satu Keping Uang Logam

Pernah kah Anda melihat seorang wasit pertandingan olahraga yang sedang meletakkan satu keping uang logam di punggung tangan atau telapak tangannya sebelum memulai suatu pertandingan? Anda sudah bisa menduga bahwa wasit tersebut pasti akan melempar uang logam itu ke udara. Hal itu dilakukan untuk mengundi siapa dari kedua tim yang saling berlaga untuk berhak mendapatkan bola atau kesempatan pertama kali dalam memulai pertandingan.

Kejadian seperti itu adalah suatu hal yang umum terjadi di dunia pertandingan satu event olahraga. Dalam satu keping uang logam atau koin mempunyai dua sisi yang berbeda dan berlawanan meskipun keduanya bisa menjadi terlihat dengan tingkat kemungkinan yang sama persentasenya untuk masing-masing sisi koin. Bila satu sisi muncul, satu sisi yang lain pasti akan tertutupi.

Praktik melempar uang logam atau koin ke udara dan menunggu yang akan muncul saat mendarat di tanah, tangan atau lantai akan menjadikan pemilih sisi tersebut sebagai pemenang. Sisi uang logam yang bergambar orang disebut Head (kepala). Sisi satunya adalah Tail (ekor), yang artinya bisa berupa gambar lain atau angka nominal uang.

Disebut Head karena uang logam zaman dahulu selalu bermural kepala manusia dan hal itu mudah ditebak. Coba bandingkan dengan uang logam zaman sekarang! Saya yakin Anda pasti akan kebingungan menentukan mana sisi Head dan sisi Tail-nya. Tidak percaya?! Keluarkan saja uang logam atau koin Anda dari dompet dan silakan amati secara detail.

Terlepas dari hal di atas, sejujurnya, diri kita masing-masing ini adalah seperti sekeping uang logam tersebut. Nasib kita terkadang terlempar berputar-putar ke udara dan akibatnya takdir kita menjadi terlihat dan ditentukan. Menjalani hidup seperti melempar koin ke udara dan kita hanya berharap sisi uang logam yang mendarat di tanah adalah sisi yang sesuai dengan harapan kita.

Bisa jadi, satu sisi uang logam itu adalah keberhasilan. Otomatis, sisi lainnya adalah kegagalan. Sebut saja, satu sisi adalah kebahagiaan, sedangkan sisi lain pasti kesedihan. Masih banyak lagi kita bisa menempatkan seperti kekayaan dan kemiskinan, kepandaian dan kebodohan, kebaikan dan kejahatan serta banyak hal lainnya yang bisa Anda sebutkan sendiri.

Hebatnya, semua hal yang berlawanan itu dalam satu keping uang logam atau koin dengan sisi yang berbeda. Seiring seperjalanan tak terpisahkan selamanya. Di saat seseorang merasakan satu kegagalan, sebetulnya dia lupa bahwa satu kesuksesan lainnya sudah menunggu di sisi balik "koin" usahanya.

Sayangnya, kita sebagai manusia hanya sering mengetahui satu sisi diri tanpa tahu sisi lainnya. Renungkan saja, saat kita merasa menjadi yang paling pandai, paling hebat, paling dermawan, atau sebaliknya, di saat kita merasa menjadi orang yang paling hina, paling berdosa dan paling bodoh serta banyak lagi lainnya. Kita tidak tahu sisi lain dari diri kita pada ‘koin’ kehidupan ini.

Disadari atau tidak, saat kita berdampingan dengan satu koin pada sisi yang berbeda, akan memunculkan kebalikkan akan sifat, karakter dan gambaran hidup diri kita yang lainnya. Jika Anda tidak menyukai sisi diri Anda yang tampak sekarang, itu artinya ‘koin diri” harus dilemparkan lagi ke udara agar berputar dan sisi lain yang tersembunyi diharapkan bisa muncul saat menyentuh tanah.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post