WATAK dan WATUK
Anda mungkin pernah dengar istilah " Watak" ? Kata serapan dari bahasa Jawa dan menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Kata itu artinya adalah "Karakter", yaitu yang dimaksudkan untuk menggambarkan sifat, ciri khas, perilaku dan pola pikir dari seseorang atau sekelompok orang dalam satu populasi.
Beberapa ahli psikologi berpendapat bahwa "watak" atau karakter tidak akan bisa diubah. Sebagian lagi berpendapat bahwa karakter itu bisa diubah dengan melalui literasi dan pendidikan formal maupun non-formal. Sedangkan sisanya, berubah atau tidak suatu karakter individu atau kelompok itu tergantung dari "Weton"-nya.
Weton adalah hari lahir dalam kalender Jawa seperti, Pon, Pahing, Wage, Legi, Kliwon dan istilah Jawa lainnya. Nah, di dalam penanggalan itu juga diberitahukan jumlah rezeki mereka di dapat dari mereka yang lahir pada hari dan ditambah dengan wetonnya. Itu lah mengapa, terkadang, sebelum menikah, masing-masing dicari tahu tanggal, bulan, dan weton dari masing-masing mempelai untuk mengetahui jumlah rezeki, watak dan peng-apes-annya bagi mereka yang tetap nekat dalam berumah tangga.
Termasuk juga di dalam weton itu ada larangannya. Apabila dilanggar, kelak mereka akan hidup miskin, tidak bahagia, kelak pasangannya meninggal terlebih dulu dan masih banyak lagi. Banyak yang mengikuti kepercayaan dari perhitungan ini, namun juga banyak yang mengabaikannya karena dianggap sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan masyarakat modern yang pluralistik.
Sekelompok orang yang agamis menganggap bahwa perilaku, watak atau mempunyai sifat seperti itu bisa termasuk hal yang syirik. Sifat yang menyekutukan Allah SWT dengan lainnya serta menganggap bahwa pernak-pernik benda itu mempunyai kekuatan ghaib serta dianggap membawa kekayaan, menyembuhkan penyakit, menjadikan susuk (pemikat tampil cantik), penglaris dagangan dan masih banyak lagi hal yang dipercayai dalam masyarakat.
Hebatnya, hal semacam itu terjadi hampir di seluruh negara di belahan bumi mana pun. Jika Anda pernah mendengar ilmu hitam "Santet", Artinya Anda juga mendengar ilmu "VooDoo" dari negara Afrika. Orang mau memercayai atau tidak tentang hal seperti itu, merupakan satu "Watak" tersendiri. Mau percaya atau tidak, juga tidak bisa dipaksakan. Jika wataknya pemalas, bebal, sinis, dan lainnya pasti sulit "sembuh" atau berubah menjadi sifat positif kebalikkannya secara mendadak.
Berbeda dengan istilah "Watuk" dari bahasa Jawa yang berarti "Batuk" dalam bahasa Indonesia. Untuk menggambarkan betapa sulitnya mengubah sifat atau karakter, masyarakat Jawa sering mengatakan, "Nek Watuk ono tamba ne, ning, nek Watak, blas ora ono" ( Jika penyakit batuk, masih ada obat penawarnya, akan tetapi, bila sifat seseorang, akan sulit diubah). Itu semua merupakan way of life pada setiap diri kita masing-masing.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
