AGING vs EVERGREEN
Jika Anda mencari arti dari judul di atas, tidak perlu membuka kamus karena istilah itu sudah sangat umum kita temukan di mana-mana. Entah sebagai nama produk kosmetik atau nama hotel dan lain sebagainya.
Aging, artinya adalah penuaan. Itu adalah proses perubahan organisme karena waktu. Proses itu juga berlaku untuk benda mati. Dalam kasus ini, penuaan pada manusia tidak hanya terjadi pada wujud fisik saja, namun bisa mengarah pada perubahan kognitif (dementia atau pikun), psikologis yang mempengaruhi perubahan sosial dirinya pula.
Penuaan yang terjadi pada diri fisik kita, itu bersifat unavoidable (sudah tidak bisa dihindarkan). Semua akan mengalaminya. Masalah proses terjadinya penuaan secara cepat atau perlahan pada seseorang itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Bisa jadi masalah metabolisme, beban pikiran dan hidup, kelelahan karena bekerja dan asupan gizi serta vitaminnya.
Jika usia masih tergolong muda, namun sudah terlihat tua, kita menyebutnya dengan istilah penuaan dini. Sedangkan mereka meskipun sudah memasuki masa pensiun, namun terlihat muda, kita menyebut mereka dengan istilah baby face.
Saya yakin, semua akan memilih untuk evergreen atau awet muda. Masa-masa di mana ketampanan dan kecantikkan Anda ada pada puncak waktunya. Namun, waktu tidak bisa dihentikan. Saat proses aging (penuaan) terjadi secara fisik, semua akan mati-matian mencegahnya dengan cara apa pun agar tetap terlihat awet muda dan memilih mengingkari proses penuaan itu.
Ada hal yang terlupakan pada diri kita, bahwa saat kita menua, ternyata secara psikologis, jiwa kita menjadi muda kembali. Hal ini diakui atau tidak sudah tidak berdampak berarti kecuali pada sisi sosial diri kita saja. Saat tua dan pensiun datang, ada perasaan ketidak-relaan bahwa jabatan yang membuat diri kita menjadi merasa muda, gagah, terhormat dan sering dihormati akan segera hilang. Hal itu menambah beban pikiran yang akibatnya proses penuaan sudah datang sebelum waktu usianya
Rambut yang tadinya hitam tebal, kulit yang bersih tanpa kerutan keriput dan lemak, tulang yang kokoh, gigi yang lengkap, serta panca indera yang sempurna secara perlahan namun pasti akan menurun daya kerjanya pada fisik kita.
Saya sadar diri bahwa memang dilahirkan dengan wajah yang bukan termasuk kategori baby face, sehingga,mau tidak mau, saya cepat mengalami proses aging, bahkan masuk pada kategori penuaan dini. Kata ‘Evergreen’ atau awet muda sudah hilang dalam kamus diri ini. Lebih pastinya, sudah masuk kategori ‘awet tua’. Semua selalu ketakutan tidak disebut sebagai sosok yang tampan atau cantik lagi. Mereka lupa, padahal orang disebut cantik atau tampan itu memang sudah dari dananya,.eh, maaf!, sananya maksud saya.
Saat pigmen rambut hilang sehingga memunculkan uban, juga kerontokkan rambut adalah wujud dari aging (penuaan). Saya pernah ditanya, bahwa kenapa rambut di kepala seseorang itu habis, pasti ada dua penyebab. Pertama, orang itu pasti dikaruniai kepandaian, otak genius dan kepintaran. Sedangkan yang kedua, orang itu pasti sering menggunakan otaknya untuk aktif berfikir agar menjadi pandai. Nah, Anda tipe orang yang ada di nomor berapa bila rambut di kepala Anda habis?
Bila ditanya seperti itu, akan saya jawab tegas bahwa saya bukan tipe yang pertama atau tipe yang kedua. Saya adalah tipe gabungan dari yang pertama dan kedua, yaitu bahwa saya sering menggunakan otak saya untuk selalu berfikir mengapa saya tidak bisa menjadi orang yang semakin pandai atau cerdas saja.
Bagaimana dengan Anda sendiri?
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
